Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bukan Hal Biasa! Pria Ini Tiga Kali Melamar Kerja Dan Diterima Semuanya

Jonny Kim menempuh perjalanan karier dari Navy SEAL dengan lebih dari 100 operasi tempur, menjadi dokter lulusan Harvard Medical School, hingga astronaut NASA. Setelah menjalani misi di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 2025, ia kembali melanjutkan pengabdian di Angkatan Laut AS pada 2026.

Jonny Kim menjadi sorotan karena perjalanan kariernya yang luar biasa. Ia pernah bertugas sebagai anggota pasukan elite Angkatan Laut Amerika Serikat (Navy SEAL), menjalani pendidikan kedokteran di Harvard Medical School, hingga terpilih sebagai astronaut NASA pada 2017. Rekam jejak tersebut menjadikannya contoh nyata bagaimana seseorang dapat menempuh berbagai bidang dengan disiplin dan ketekunan.

la menyelesaikan lebih dari 100 operasi tempur, meraih Bintang Perak dan Bintang Perunggu dengan tanda "V" atas keberanian dalam pertempuran.

Berdasarkan biografi resmi NASA, Kim lahir dan dibesarkan di Los Angeles, Amerika Serikat. Ia bergabung dengan Angkatan Laut AS setelah lulus sekolah menengah pada 2002, lalu menjalani pelatihan untuk menjadi Navy SEAL. Dalam penugasan militernya, ia terlibat dalam lebih dari 100 operasi tempur di Irak.

Setelah bertahun lamanya di pasukan khusus, Kim memilih menjadi dokter karena terinspirasi para dokter yang pernah menyelamatkan rekannya.

Pengalaman di medan perang turut mendorong Kim mendalami dunia medis. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana matematika di University of San Diego, ia melanjutkan studi kedokteran di Harvard Medical School dan meraih gelar dokter pada 2016. Ia kemudian menjalani pendidikan klinis di rumah sakit yang berafiliasi dengan Harvard.

Setelah itu, Kim meraih gelar kedokteran di Harvard dan melanjutkan pelatihan kedokteran darurat di Boston hingga menjadi dokter.

Perjalanan Kim tidak berhenti di dunia militer dan kedokteran. Pada 2017, NASA memilihnya sebagai salah satu kandidat astronaut. Ia menjalani pelatihan intensif selama dua tahun, termasuk pembelajaran sistem Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), robotika, penerbangan, serta prosedur keselamatan untuk misi luar angkasa.

Karier Kim kemudian berbelok lagi, dari dunia medis menuju perjalanan baru yang semakin menantang.

Kim akhirnya menjalani penerbangan antariksa pertamanya pada April 2025 melalui misi Soyuz MS-27. Ia bertugas sebagai insinyur penerbangan dalam Ekspedisi 72/73 di ISS selama sekitar delapan bulan, dengan kegiatan yang mencakup penelitian ilmiah dan demonstrasi teknologi.

NASA kemudian memilih Kim dari ribuan pelamar untuk bergabung dalam kelas astronot 2017, membuka babak baru dalam hidupnya.

Pada Agustus 2026, NASA mengumumkan bahwa Kim meninggalkan badan antariksa tersebut untuk melanjutkan pengabdian militernya di Angkatan Laut AS. Keputusan itu menandai babak baru dalam perjalanan kariernya yang telah mencakup operasi militer, pendidikan kedokteran, penerbangan, dan eksplorasi antariksa.

Selama dua tahun, Kim ditempa lewat latihan astronaut, mulai dari robotika, penyelamatan, spacewalk, penerbangan T-38 hingga operasi Rusia. Pada 2025, Kim akhirnya terbang ke luar angkasa, menghabiskan 245 hari di ISS dan mengelilingi Bumi sebanyak 3.920 kali. Agustus 2026, setelah hampir satu dekade bersama NASA, Kim memilih kembali ke jalur militer sebagai letnan komandan Angkatan Laut AS.

Kisah Jonny Kim menunjukkan bahwa perjalanan karier tidak selalu harus berada di satu jalur. Perubahan arah yang didukung pembelajaran, pengalaman, dan komitmen dapat membuka kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.