Minggu, 25 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bukan Film! Perjuangan Hidup-Mat* Pasangan Suami Istri Terapung di Laut Usai KM Virgo Transport 8 Terbalik

KM Virgo Transport 8 rute Surabaya–Banjarmasin terbalik di Laut Jawa pada 13 September setelah menghadapi cuaca buruk. Dari 243 orang, 108 selamat, 6 meninggal, dan 129 masih dalam pencarian hingga 17 September. Tim SAR masih menghadapi arus kuat dan gelombang tinggi.

Kisah pasangan suami istri yang berusaha bertahan hidup di tengah laut setelah KM Virgo Transport 8 terbalik menjadi salah satu cerita yang menyentuh dari kecelakaan kapal di Laut Jawa.

KM Virgo Transport 8 berangkat dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Sabtu, 12 September 2026. Kapal tersebut membawa 243 orang berdasarkan data manifes, termasuk penumpang dan awak kapal.

Pada Minggu dini hari, 13 September, kapal mengalami kondisi darurat setelah menghadapi cuaca buruk di sekitar perairan Masalembo. Kapal kemudian miring dan terbalik hingga akhirnya tenggelam.

Dalam situasi tersebut, sejumlah penumpang berusaha menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung dan berbagai benda yang dapat membantu mereka tetap mengapung. Salah satu kesaksian korban yang selamat menggambarkan bagaimana penumpang harus bertahan berjam-jam sebelum mendapatkan pertolongan.

Foto yang beredar memperlihatkan sepasang suami istri berada di laut sambil berpegangan pada pelampung. Keduanya tampak berusaha tetap bersama di tengah kondisi laut yang berat.

Kecelakaan tersebut memicu operasi SAR besar-besaran. Pada perkembangan hingga 17 September, Basarnas mencatat 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia, sementara 129 orang masih dalam pencarian.

Upaya penyelamatan menghadapi kendala serius karena arus bawah laut dan gelombang tinggi. Tim penyelam bahkan sempat menghentikan pencarian bawah air karena kecepatan arus mendekati 7 knot.

Posisi bangkai kapal juga semakin bergeser. Basarnas melaporkan kapal berada pada kedalaman sekitar 29 meter, lebih dalam dibandingkan posisi sebelumnya sekitar 21 meter, serta bergeser sekitar 453 meter dari lokasi awal.

Pada Jumat, 18 September, Basarnas memastikan tidak ditemukan kebocoran minyak atau oli dari bangkai kapal. Pemantauan udara menunjukkan tidak ada polusi di sekitar lokasi kapal.

Tim SAR masih melanjutkan pencarian korban yang belum ditemukan. Basarnas juga menyiapkan langkah untuk melakukan pencarian lebih lanjut di sekitar bangkai kapal, sementara kondisi cuaca dan arus laut menjadi salah satu faktor utama yang menentukan operasi.

Kisah pasangan yang terlihat berjuang bersama di tengah laut menjadi gambaran dramatis dari perjuangan para penumpang untuk bertahan setelah kapal terbalik. Namun, identitas dan status pasangan dalam foto yang beredar perlu dipastikan berdasarkan data resmi korban.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.