Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bukan Cuma Tempat Olahraga! 3 Bapak-Bapak Buka Pos Curhat Gratis di CFD Sudirman untuk Gen Z

Tiga pria membuka stan “Nasihat Gratis dari Bapak” di CFD Sudirman, Jakarta, sebagai ruang curhat tanpa biaya. Pengunjung bisa berbagi cerita tentang percintaan, pekerjaan, keluarga, hingga masa depan. Inisiatif ini menjadi sorotan karena menghadirkan ruang percakapan yang mendorong kepedulian dan komunikasi antargenerasi.

Sebuah inisiatif unik hadir di kawasan Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta. Tiga pria membuka stan bertajuk “Nasihat Gratis dari Bapak” yang menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berbagi cerita dan mendapatkan nasihat tanpa dipungut biaya.

Kegiatan tersebut menarik perhatian karena menawarkan pendekatan sederhana untuk mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah suasana CFD yang biasanya dipenuhi warga untuk berolahraga, berjalan santai, atau menikmati suasana akhir pekan, stan ini menghadirkan ruang untuk berbincang mengenai kehidupan.

Berdasarkan unggahan akun Instagram Indonesian Core, ketiga pria tersebut menyediakan tempat bagi pengunjung untuk mencurahkan isi hati mengenai berbagai hal, mulai dari percintaan, pekerjaan, keluarga, hingga persoalan masa depan. Pengunjung dapat datang untuk berbagi cerita tanpa harus membayar biaya konsultasi.

Nama “Nasihat Gratis dari Bapak” menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan gambaran sosok ayah sebagai tempat bertanya, berbagi pengalaman, dan mencari sudut pandang ketika menghadapi persoalan. Konsep tersebut terasa dekat dengan kebutuhan sebagian anak muda yang ingin didengarkan tanpa langsung dihakimi atau disalahkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, persoalan yang dihadapi generasi muda dapat datang dari berbagai arah. Tekanan pekerjaan, ketidakpastian masa depan, hubungan asmara, hingga masalah keluarga kerap menjadi hal yang membutuhkan ruang untuk bercerita. Tidak semua orang merasa nyaman menyampaikan persoalan tersebut kepada orang-orang terdekatnya.

Kehadiran stan ini menawarkan alternatif ruang percakapan secara langsung di tempat umum. Pengunjung dapat menyampaikan cerita dan mendengarkan pandangan dari orang lain yang mungkin memiliki pengalaman hidup berbeda. Melalui percakapan sederhana, seseorang bisa memperoleh perspektif baru dalam melihat persoalan yang sedang dihadapi.

Inisiatif tersebut juga mengangkat pentingnya peran figur ayah dalam kehidupan keluarga. Sosok ayah tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga dapat berperan dalam memberikan perhatian, dukungan emosional, arahan, serta rasa aman bagi anak-anaknya.

Bagi sebagian orang yang tumbuh tanpa kehadiran ayah, baik karena kehilangan maupun kondisi keluarga tertentu, kebutuhan akan dukungan dan sosok dewasa yang dapat dipercaya dapat menjadi pengalaman yang berbeda-beda. Meski demikian, kebutuhan emosional setiap orang tidak selalu sama, dan dukungan dapat pula diperoleh dari anggota keluarga lain, teman, mentor, maupun lingkungan yang positif.

Stan “Nasihat Gratis dari Bapak” menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk didengarkan dapat memiliki arti penting bagi seseorang yang sedang menghadapi masalah. Terkadang, seseorang tidak selalu membutuhkan jawaban instan atau solusi yang rumit, tetapi membutuhkan ruang aman untuk menyampaikan perasaan dan menyusun pikirannya.

Meski demikian, nasihat yang diberikan dalam percakapan informal tetap perlu disesuaikan dengan situasi masing-masing orang. Persoalan tertentu, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental, kekerasan, atau kondisi yang membutuhkan penanganan profesional, mungkin memerlukan bantuan tenaga ahli atau pihak yang berwenang.

Informasi yang beredar belum menjelaskan secara terperinci siapa saja penggagas kegiatan tersebut, bagaimana jadwal pelaksanaannya, maupun apakah stan itu akan dibuka secara rutin pada setiap pelaksanaan CFD. Belum tersedia pula keterangan lengkap mengenai jumlah pengunjung atau tanggapan dari orang-orang yang telah berbagi cerita di sana.

Terlepas dari hal tersebut, kehadiran stan ini memperlihatkan salah satu bentuk interaksi sosial yang berupaya menghadirkan ruang percakapan di tengah aktivitas masyarakat perkotaan. Konsepnya sederhana, yakni menyediakan waktu untuk mendengarkan dan berbagi pandangan tanpa memungut biaya.

Inisiatif seperti ini juga membuka ruang diskusi mengenai pentingnya komunikasi antargenerasi. Perbedaan usia tidak harus menjadi penghalang untuk saling memahami, selama percakapan dilakukan dengan rasa hormat, keterbukaan, dan kesediaan mendengarkan pengalaman masing-masing.

Stan “Nasihat Gratis dari Bapak” di CFD Sudirman pun menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk aktivitas fisik, tetapi juga untuk membangun hubungan sosial. Bagi pengunjung yang membutuhkan teman bicara, kesempatan untuk menyampaikan cerita dan merasa didengarkan bisa menjadi pengalaman yang berarti.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.