Sabtu, 31 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bukan ATM Uang, Masjid di Jakarta Selatan Sediakan Mesin ATM Beras Gratis untuk Warga Duafa

Masjid Raya Pondok Indah, Jakarta Selatan, menyediakan mesin ATM Beras gratis bagi warga duafa. Program yang berjalan sejak 2019 ini telah menjangkau sekitar 100 penerima manfaat, dengan alokasi 8 liter beras per bulan untuk setiap penerima.

Sebuah masjid di kawasan Jakarta Selatan memiliki cara unik untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Bukan mesin untuk menarik uang, fasilitas tersebut merupakan mesin ATM Beras yang digunakan untuk membagikan beras secara gratis kepada warga duafa.

Program sosial ini dijalankan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Pondok Indah. Melalui fasilitas tersebut, masyarakat penerima manfaat dapat mengambil beras secara mandiri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan informasi yang dibagikan akun Instagram @jktlogy, program ATM Beras tersebut telah berjalan sejak 2019 dan disebut telah menjangkau sekitar 100 orang penerima manfaat.

Setiap penerima mendapatkan alokasi sebanyak 8 liter beras setiap bulan. Namun, pengambilan tidak dilakukan sekaligus. Penerima manfaat hanya diperbolehkan mengambil maksimal 2 liter beras dalam satu kali penggunaan mesin ATM Beras.

Sistem ini diterapkan agar penyaluran bantuan dapat berlangsung secara teratur dan kebutuhan pangan penerima manfaat tetap terpenuhi. Keberadaan mesin tersebut juga memudahkan proses distribusi karena penerima dapat mengambil beras melalui fasilitas yang telah disediakan masjid.

Selain menjalankan program bantuan, pihak masjid juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin ikut mendonasikan atau mendukung keberlanjutan program ATM Beras tersebut. Dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Inisiatif ini menjadi salah satu contoh pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan. Melalui program tersebut, masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga hadir sebagai ruang pelayanan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.