Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bocah 11 Tahun di Jakarta Tak Pernah Sekolah karena Keterbatasan Ekonomi, Berimajinasi Pakai Seragam

Zikri, bocah 11 tahun di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, disebut tidak pernah sekolah karena keterbatasan ekonomi. Keinginannya bersekolah membuatnya berimajinasi mengenakan seragam layaknya siswa.

Kisah seorang anak berusia 11 tahun di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menjadi perhatian setelah kisahnya dibagikan melalui media sosial. Di tengah kehidupan yang serba terbatas, anak tersebut disebut tidak pernah merasakan bangku sekolah karena kondisi ekonomi keluarganya.

Fikri, bocah 11 tahun di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, disebut tak pernah mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi. Keinginannya bersekolah begitu besar hingga ia berhalusinasi mengenakan seragam sekolah.

Anak bernama Zikri itu diceritakan tinggal bersama keluarganya di lingkungan permukiman sederhana. Di usia ketika anak-anak lain seusianya menjalani aktivitas belajar di sekolah, Zikri justru harus melewati masa kanak-kanak tanpa pendidikan formal.

Fikri begitu ingin merasakan sekolah hingga disebut sering berhalusinasi mengenakan seragam. Kisahnya kemudian viral setelah dibagikan di media sosial dan mendapat perhatian warganet yang turut bersimpati dengan kondisi bocah tersebut.

Kondisi tersebut membuat keinginannya untuk bersekolah semakin kuat. Dalam unggahan yang beredar, Zikri disebut memiliki ketertarikan besar terhadap dunia pendidikan. Ia bahkan diceritakan berimajinasi seolah-olah dirinya merupakan seorang siswa yang sedang bersekolah.

Salah satu bentuk imajinasi tersebut adalah mengenakan seragam sekolah. Seragam yang dikenakan bukan karena ia hendak berangkat ke sekolah, melainkan menjadi bagian dari bayangannya tentang kehidupan sebagai seorang pelajar.

Keinginan Fikri untuk bersekolah turut menggerakkan warga di sekitarnya. Sejumlah orang disebut memberikan seragam sekolah untuknya. Kisah ini pun menjadi perhatian publik karena menggambarkan besarnya keinginan seorang anak untuk mendapatkan pendidikan.

Cerita mengenai Zikri kemudian mengundang perhatian masyarakat. Sejumlah orang disebut tergerak untuk memberikan seragam sekolah kepada anak tersebut setelah mengetahui keinginannya untuk merasakan pengalaman menjadi seorang siswa.

Kisah ini sekaligus memperlihatkan persoalan akses pendidikan yang masih dihadapi sebagian anak dari keluarga kurang mampu. Pendidikan dasar merupakan hak setiap anak, sementara kondisi ekonomi keluarga seharusnya tidak menjadi penghalang bagi anak untuk memperoleh pendidikan.

Pemerintah sendiri memiliki berbagai program bantuan pendidikan untuk memastikan anak dari keluarga tidak mampu tetap dapat bersekolah. Namun, kasus yang dialami Zikri menunjukkan bahwa masih terdapat anak yang membutuhkan perhatian agar dapat terhubung dengan layanan pendidikan yang tersedia.

Kisah Zikri saat ini menjadi perhatian warganet setelah dokumentasi mengenai kehidupannya beredar luas. Perhatian publik diharapkan tidak berhenti pada pemberian seragam, tetapi juga dapat membuka jalan agar ia memperoleh kesempatan untuk belajar dan melanjutkan pendidikan sesuai usianya.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.