Badan Gizi Nasional (BGN) sedang mengembangkan aplikasi baru untuk memperkuat pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui sistem tersebut, kepala sekolah dan guru nantinya dapat memberikan penilaian langsung terhadap layanan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kepala BGN Sudaryono mengatakan mekanisme penilaian akan dibuat menyerupai sistem rating pada layanan ojek online. Sekolah dapat memberikan rating berupa bintang sekaligus menuliskan catatan mengenai pelayanan SPPG yang memasok makanan ke sekolah mereka.
Penilaian tersebut antara lain dapat digunakan untuk memberikan masukan mengenai kualitas menu dan ketepatan waktu pengiriman. Jika terdapat masalah dalam pelayanan, sekolah juga dapat menyampaikan catatan melalui sistem tersebut.

Menurut BGN, aplikasi ini masih dalam tahap pengembangan. Sudaryono memperkirakan diperlukan waktu sekitar satu hingga tiga minggu agar sistem dapat dikembangkan dan diakses oleh kepala sekolah.
Selain memberikan rating, kepala sekolah juga diminta tidak ragu melaporkan masalah atau dugaan kecurangan yang dilakukan SPPG. BGN menyebut laporan diperlukan terutama ketika persoalan sudah disampaikan kepada pengelola dapur tetapi tidak mendapatkan perbaikan.
Sistem baru ini melengkapi aplikasi Reviu MBG yang sebelumnya telah diluncurkan BGN. Aplikasi Reviu MBG memungkinkan guru atau penanggung jawab penerima manfaat memberikan penilaian terhadap makanan yang diterima melalui sejumlah parameter, seperti ketepatan waktu, aroma, rasa, dan variasi menu.
Dalam peluncuran aplikasi Reviu MBG pada Mei 2026, BGN menyebut sistem tersebut ditujukan untuk memperkuat pengawasan secara langsung dari lapangan. Data penilaian kemudian dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan layanan SPPG.
BGN juga menempatkan sekolah sebagai salah satu lapisan pengawasan sebelum makanan dikonsumsi peserta didik. Dalam keterangannya, BGN menyebut guru memiliki peran untuk memastikan makanan yang diterima berada dalam kondisi baik dan memenuhi ketentuan keamanan pangan.
Dengan sistem rating baru tersebut, BGN berharap memperoleh gambaran yang lebih langsung mengenai kualitas pelayanan MBG di setiap sekolah. Keluhan mengenai menu, keterlambatan distribusi, maupun persoalan lain diharapkan dapat lebih cepat diketahui dan ditindaklanjuti.
Jadi, aplikasi yang sedang dikembangkan BGN bukan sekadar aplikasi untuk memberikan nilai pada makanan. Sistem tersebut dirancang sebagai saluran umpan balik antara sekolah, dapur SPPG, dan BGN untuk memantau pelaksanaan MBG di lapangan.