Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

BBM Langka di Sejumlah Daerah, Kepala Daerah Bingung Sampai Ajak Warga Berdoa

BBM langka dan antrean panjang terjadi di sejumlah daerah. Wali Kota Kendari mengaku pusing menghadapi kondisi tersebut, sementara di Bengkulu pemerintah menjelaskan antrean berkaitan dengan proses distribusi dan bongkar muat. Di tengah situasi ini, kepala daerah juga mengajak masyarakat berdoa. Namun persoalan pasokan dan distribusi tetap membutuhkan penyelesaian konkret.

Kelangkaan dan antrean panjang BBM terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut membuat warga harus berpindah-pindah SPBU untuk mendapatkan Pertalite maupun Solar.

Di Bengkulu, antrean kendaraan sempat mengular di sejumlah SPBU. Dinas ESDM Provinsi Bengkulu menjelaskan kondisi tersebut bukan semata-mata karena stok nasional kosong, melainkan adanya jeda antara kedatangan kapal, proses bongkar muat, pengisian tangki, dan penyaluran ke SPBU.

Gubernur Bengkulu: Makanya nanti di 1 Oktober, kita akan buat doa ya, doa akbar dengan seluruh warga Provinsi Bengkulu.

Sementara di Kendari, Sulawesi Tenggara, antrean panjang juga terjadi di sejumlah SPBU. Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengakui persoalan tersebut menjadi masalah serius dan mengatakan pemerintah daerah memiliki kewenangan terbatas karena pengaturan pasokan dan kuota BBM berada di tingkat pemerintah pusat.

Wali Kota Kendari: Nah ini, aduh saya juga pusing gimana ngomentarinnya ini, ini kebijakan pusat, kita kan bukan penghasil.

Siska bahkan mengaku “pusing” melihat kondisi tersebut. Ia mengatakan Pemkot Kendari tetap melakukan berbagai upaya dan intervensi sesuai kewenangannya, sembari menunggu distribusi kembali normal.

Kelangkaan BBM juga berdampak pada aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Di Kendari, misalnya, pemerintah mencatat kelangkaan BBM turut memberikan andil terhadap inflasi Kota Kendari pada Agustus 2026.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pula ajakan bernuansa keagamaan dari kepala daerah. Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam beberapa kesempatan memang mengajak masyarakat memperbanyak doa ketika menghadapi persoalan daerah. Ajakan serupa sebelumnya juga disampaikannya terkait persoalan pembangunan dan agenda daerah.

Namun, doa bukan satu-satunya respons pemerintah daerah. Di lapangan, pemerintah tetap melakukan koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah pusat untuk memastikan pasokan kembali tersedia dan antrean dapat dikurangi.

Persoalan BBM kali ini juga mendapat sorotan dari Institute for Essential Services Reform (IESR). Lembaga tersebut menilai pernyataan bahwa stok BBM nasional aman belum cukup menjawab persoalan apabila pasokan tidak tersedia dalam jumlah memadai di SPBU ketika masyarakat membutuhkannya.

Dengan demikian, kondisi yang terjadi di daerah lebih tepat dilihat sebagai persoalan ketersediaan dan distribusi di tingkat lokal, bukan semata-mata menyimpulkan bahwa seluruh stok BBM nasional habis.

Ajakan berdoa dari kepala daerah pun menjadi bagian dari respons yang muncul di tengah keresahan warga. Sementara penyelesaian utamanya tetap bergantung pada kelancaran pasokan, distribusi, serta kebijakan pemerintah terkait BBM.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.