Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bank Dunia: Indonesia Perlu Reformasi untuk Kejar High-Income

Bank Dunia tidak secara eksplisit menyebut alasan spesifik mengapa Indonesia "susah" jadi negara maju, tapi proyeksi terbaru mereka menyoroti tantangan struktural seperti ketergantungan pada stimulus fiskal dan investasi pemerintah yang membatasi akselerasi pertumbuhan.Bank Dunia…

Bank Dunia tidak secara eksplisit menyebut alasan spesifik mengapa Indonesia “susah” jadi negara maju, tapi proyeksi terbaru mereka menyoroti tantangan struktural seperti ketergantungan pada stimulus fiskal dan investasi pemerintah yang membatasi akselerasi pertumbuhan.

Bank Dunia dalam Global Economic Prospects Januari 2026 mematok pertumbuhan Indonesia stabil di 5% untuk 2026, naik tipis ke 5,2% pada 2027—masih di bawah target pemerintah 5,4%. Ini didorong ekspor (5,6%) dan investasi state-led (6,2%), tapi konsumsi swasta lemah di 4,9%.

Untuk capai status high-income (PDB per kapita >US$13.845), Indonesia butuh pertumbuhan rata-rata 7-8% berkelanjutan, tapi Bank Dunia catat risiko dari ketergantungan stimulus negara daripada reformasi swasta, plus kompetisi dari Vietnam (6,4%) dan Filipina yang lebih cepat. Produktivitas rendah di sektor non-manufaktur dan defisit fiskal juga jadi penghambat utama.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.