Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Banjir Kiriman Malaysia Rendam 5 Desa di Nunukan, 4.447 Warga Terdampak

Banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Talangai di Malaysia memang merendam lima desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan total 4.447 warga dari 1.434 kepala keluarga terdampak sejak akhir Februari 2026.Desa paling…

Banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Talangai di Malaysia memang merendam lima desa di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, dengan total 4.447 warga dari 1.434 kepala keluarga terdampak sejak akhir Februari 2026.

Desa paling parah terendam adalah Desa Atap, Tagula Manbung, Lubakan, dan Tujung, dengan ketinggian air Sungai Sembakung mencapai 4,35 meter—naik 11 cm dari hari sebelumnya dan 1,35 meter di atas kondisi normal 3 meter. Sebanyak 1.025 rumah terendam, termasuk fasilitas umum seperti kantor pemerintahan kecamatan, sekolah, dan pos kesehatan, mendesak ke posko darurat. Secara luas, banjir melanda delapan kecamatan: Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis (Mansalong), Sembakung Atulai, Sembakung, serta tiga kecamatan di wilayah Krayan. Air datang tiba-tiba tanpa hujan lokal deras, langsung dari hulu perbatasan RI-Malaysia lewat Sungai Talangai ke Sungai Apang, lalu Sembakung.

BPBD Nunukan menaikkan status wilayah Kabudaya (Lumbis-Sembakung) menjadi Tanggap Darurat dan Krayan jadi Siaga Darurat, dengan posko gabungan TNI-Polri, Basarnas, dan Tagana. Evakuasi fokus di Desa Atap, salurkan bantuan logistik, air bersih, dan tenda pengungsian sementara BMKG prediksi hujan ekstrem berlanjut hingga awal Maret. Fenomena banjir kiriman ini rutin tahunan akibat sungai lintas batas, di mana 80% debit udara bukan dari hujan lokal Nunukan, sehingga Pemkab usulkan relokasi 200 KK di RT 06-07 Desa Atap ke lokasi aman.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.