Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bahlil Tawarkan Investor Pulau-Pulau Indonesia untuk Pembangunan Data Center

Bahlil Lahadalia menawarkan investor untuk membangun data center di Indonesia. Alasannya, Indonesia memiliki wilayah luas dan potensi energi yang besar. ESDM menyebut potensi PLTA Mamberamo sekitar 23 GW dan Sungai Kayan sekitar 12 GW.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengajak investor memanfaatkan wilayah Indonesia untuk pembangunan pusat data atau data center.

Ajakan tersebut disampaikan Bahlil dalam Electricity Connect 2026 di Tangerang, Banten, pada 22 September 2026. Ia mengatakan Indonesia memiliki wilayah luas dan banyak pulau yang berpotensi dimanfaatkan untuk pengembangan pusat data.

Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral): "Bapak-ibu semua, tidak perlu ragu para investor kalau membangun data center di Indonesia. Wilayah kami ini wilayah yang terbesar di kawasan Asia Tenggara, pulau kami masih terlalu banyak"

Selain faktor geografis, Bahlil menyoroti ketersediaan energi Indonesia. Ia menyebut potensi energi air, panas bumi dan sumber energi lainnya dapat mendukung kebutuhan listrik industri data center.

Kementerian ESDM juga menyebut potensi pembangkit listrik tenaga air di Sungai Mamberamo, Papua, sekitar 23 GW dan Sungai Kayan di Kalimantan sekitar 12 GW sebagai bagian dari potensi energi yang dapat mendukung perkembangan industri digital.

Pernyataan tersebut merupakan ajakan investasi, bukan berarti seluruh pulau Indonesia akan langsung dijadikan lokasi data center. Pembangunan pusat data tetap membutuhkan pertimbangan infrastruktur listrik, jaringan telekomunikasi, air, keamanan data, serta kondisi lingkungan dan tata ruang.

Dwi Anggoro

Pewarta

Dwi Anggoro

seorang mahasiswa di Yogyakarta yang menjalani kesehariannya dengan sederhana. Di sela aktivitas kuliah, Saya kerap menghabiskan waktu di angkringan untuk membaca, Menulis, dan menikmati suasana khas Jogja.