Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Bahlil Jamin Tak Akan Tambah Kuota Impor Energi Usai Teken Kontrak Dengan AS

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen impor energi dari AS senilai US$15 miliar (Rp253 triliun) per tahun hanyalah pengalihan sumber dari negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika—bukan penambahan volume impor keseluruhan. Kesepakatan ini…

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen impor energi dari AS senilai US$15 miliar (Rp253 triliun) per tahun hanyalah pengalihan sumber dari negara Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Afrika—bukan penambahan volume impor keseluruhan. Kesepakatan ini bagian dari perjanjian dagang RI-AS yang diteken di Washington DC pada 20 Februari 2026, mencakup LPG, BBM jadi, dan minyak mentah. Bahlil sebut eksekusi dimulai 3 bulan lagi demi jaga neraca perdagangan bilateral.

Impor digeser untuk imbangi penurunan tarif ekspor RI, sambil dorong produksi dalam negeri via RDMP Balikpapan agar stop impor solar mulai 2026.​

Langkah ini sejalan target kedaulatan energi Prabowo tanpa beban devisa tambahan.

Tag:
Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.