Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

Azan Magrib Menggema di Old Trafford, Warganet Takjub

Kumandang azan oleh qari asal Inggris, Ibrahim (Ibi) Idris, di Old Trafford adalah momen bersejarah karena ini disebut sebagai azan pertama yang dikumandangkan di stadion kandang Manchester United tersebut.Momen ini terjadi dalam rangka acara…

Kumandang azan oleh qari asal Inggris, Ibrahim (Ibi) Idris, di Old Trafford adalah momen bersejarah karena ini disebut sebagai azan pertama yang dikumandangkan di stadion kandang Manchester United tersebut.

Momen ini terjadi dalam rangka acara buka puasa bersama (iftar) yang digelar komunitas Manchester United Muslim Supporters Club (MUMSC) di Old Trafford pada Ramadhan 2026. Acara tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari pengurus dan suporter muslim MU, dengan rangkaian kegiatan berbuka puasa, salat Magrib berjemaah, dan tilawah Al-Qur’an di area stadion. Kegiatan ini merupakan kelanjutan tradisi buka puasa Ramadhan yang sebelumnya juga pernah digelar di Old Trafford tahun lalu, sehingga menegaskan komitmen klub dan komunitas suporter untuk menyediakan ruang inklusif bagi umat Islam di lingkungan MU.

Ibrahim (Ibi) Idris adalah qari dan imam asal Inggris yang dikenal melalui suara lantunan Al-Qur’an dan azannya, serta cukup aktif di media sosial. Dalam acara buka puasa MUMSC ini, Ibi Idris didapuk untuk mengumandangkan azan Magrib yang menggema di dalam stadion, memimpin pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sekaligus menjadi imam salat berjemaah. Videonya ketika mengumandangkan azan di tribun barat (dekat Stretford End) Old Trafford tersebar di media sosial dan mendapat banyak respon positif dari warganet dan fans MU di berbagai negara.

Azan yang berkumandang di Old Trafford ini dipandang sebagai momen simbolis karena stadion yang dijuluki Theatre of Dreams, yang biasanya identik dengan atmosfer pertandingan dan “kandang Setan Merah”, menjadi ruang ibadah dan kebersamaan Ramadhan. Banyak warganet yang mengekspresikan rasa takjub, bersemangatnya dengan harapan keberkahan bagi Manchester United, bahkan berseloroh bahwa momen keagamaan ini akan membawa kesuksesan MU di Liga Inggris. Bagi komunitas MUMSC, acara ini memperkuat rasa memiliki dan pengakuan identitas mereka sebagai pendukung muslim dalam ekosistem klub besar Eropa, sekaligus menampilkan sisi toleransi dan inklusivitas di dunia sepak bola modern.

Seka one

Penulis

Seka one

Penulis di Pewarta Nusantara.