Kisah seorang ayah di Brasil yang justru memeluk dan menenangkan pengemudi setelah putrinya tertabrak mobil kembali menarik perhatian di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Colombo, wilayah metropolitan Curitiba, Paraná, pada April 2021.
Korban bernama Haghatta, yang saat itu masih berusia sekitar 9–10 tahun. Ia mengalami kecelakaan ketika berlari mengejar bola yang jatuh ke seberang jalan. Haghatta keluar secara tiba-tiba dari balik sebuah bus ketika sebuah mobil melintas. Pengemudi berusia 22 tahun bernama Cauã sempat berusaha mengerem, tetapi tidak berhasil menghindari tabrakan.
Haghatta kemudian dilarikan ke rumah sakit. Ia mengalami patah kaki, cedera pada bagian panggul, serta kehilangan sejumlah gigi akibat benturan. Beruntung, pemeriksaan medis tidak menemukan cedera pada organ dalam maupun trauma kepala. Ia menjalani perawatan selama sekitar tujuh hari di Hospital Evangélico.

Di tengah kepanikan setelah kecelakaan, reaksi ayah Haghatta, Maicon Pinto, justru menjadi perhatian. Alih-alih meluapkan kemarahan kepada pengemudi yang terlihat sangat terpukul dan terus menangis, Maicon menghampiri dan memeluknya.
Maicon mengatakan dirinya melihat ketulusan dan penyesalan dari pengemudi tersebut. Menurutnya, situasi itu bukan saatnya untuk bertengkar, melainkan saling membantu menghadapi kejadian yang telah terjadi. Ia juga meminta Cauã untuk ikut berdoa agar putrinya dapat bertahan dan pulih.

Kondisi Haghatta kemudian berangsur membaik. Setelah sekitar satu minggu menjalani perawatan, ia diperbolehkan pulang ke rumah. Keluarganya menyambut kepulangan sang anak dengan dekorasi sederhana, balon, dan ucapan selamat datang.
Pertemuan kembali antara keluarga Haghatta dan Cauã juga berlangsung emosional. Pengemudi tersebut datang ke rumah untuk melihat kondisi Haghatta. Saat bertemu, justru Haghatta yang memeluknya dan mengatakan agar Cauã tidak khawatir karena dirinya sudah baik-baik saja.
Kisah tersebut kembali beredar di media sosial dalam bentuk potongan video dan foto. Namun, penting dicatat bahwa kejadian ini bukan peristiwa baru. Laporan mengenai kecelakaan dan pertemuan keluarga Haghatta dengan pengemudi tersebut telah diberitakan media Brasil sejak April hingga Mei 2021.
Kisah Maicon dan Haghatta kemudian dikenang karena respons keluarga korban yang memilih memberikan dukungan kepada pengemudi yang mengalami tekanan emosional setelah kecelakaan, sementara Haghatta sendiri berhasil melewati masa kritis dan melanjutkan proses pemulihan.