Kisah pengusaha asal Surabaya, Hermanto Tanoko, saat pertama kali mengunjungi kawasan Taman Dayu, Pandaan, Pasuruan, kembali menjadi perhatian. Ia disebut tertarik dengan kawasan tersebut setelah datang bersama istrinya dan menikmati suasana pegunungan serta hamparan hijau di Taman Dayu.
Dalam sebuah wawancara yang dikutip Suara Surabaya, Hermanto menceritakan bahwa ketertarikannya terhadap kawasan tersebut bermula ketika dirinya bersama sang istri berkunjung ke Taman Dayu. Ia menyebut langsung tertarik dengan suasana kawasan yang berada di wilayah pegunungan.

Taman Dayu sendiri merupakan kawasan properti terpadu dengan luas sekitar 600 hektare di Pandaan, Pasuruan. Di dalamnya terdapat Taman Dayu Golf Club and Resort yang menggunakan lapangan golf rancangan Jack Nicklaus.
Ketertarikan tersebut kemudian berlanjut menjadi keputusan bisnis. Pada 27 Desember 2023, Tanrise Property bersama Tancorp menyelesaikan transaksi akuisisi PT Taman Dayu dan PT Golf Taman Dayu dari PT HM Sampoerna dan PT Wahana Sampoerna. Setelah transaksi, Tancorp menguasai 55 persen dan Tanrise Property 45 persen saham PT Taman Dayu.

Dalam keterbukaan informasi, Tanrise Property tercatat membeli 92.671 saham PT Taman Dayu yang mewakili 44,88 persen kepemilikan PT HM Sampoerna, ditambah 254 saham atau 0,12 persen dari PT Wahana Sampoerna. Dengan transaksi tersebut, kepemilikan Tanrise Property di PT Taman Dayu menjadi 45 persen.
Nilai transaksi penjualan kedua aset tersebut dilaporkan sekitar Rp723 miliar. Angka ini merupakan nilai transaksi antara pihak-pihak terkait, bukan berarti Hermanto Tanoko secara pribadi membayar Rp723 miliar untuk membeli seluruh kawasan Taman Dayu. Mikirduit
Setelah akuisisi, Tanrise Property dan Tancorp menyatakan memiliki rencana mengembangkan Taman Dayu menjadi kawasan terpadu yang lebih besar, termasuk pengembangan properti dan fasilitas wisata.
Kisah “dilarang foto oleh satpam lalu membeli tempatnya” yang beredar di media sosial memang menarik, tetapi bagian mengenai satpam melarang Hermanto mengambil foto tidak ditemukan dalam sumber berita kredibel yang berhasil ditelusuri. Yang terverifikasi adalah cerita mengenai ketertarikan Hermanto terhadap Taman Dayu setelah berkunjung bersama istrinya, yang kemudian berujung pada akuisisi pada akhir 2023.