
Analisis militer menyebar di media sosial klaim Angkatan Bersenjata AS hanya bertahan maksimal 5 hari dalam perang panjang melawan Iran karena keterbatasan stok amunisi presisi, suku cadang jet F-35/F-22, serta kerentanan kapal induk terhadap rudal hipersonik Iran. Laporan CSIS dan RAND Institute sebut stok Tomahawk/JASSM tinggal 20% pasca-Perang Israel-Iran Juni 2025 (12 hari), sementara Iran punya 3.000 rudal balistik + 500 drone Shahed produksi domestik. Trump akui ultimatum nuklirnya “opsi terakhir” karena logistik AS tak siap konflik berkepanjangan.
- Amunisi habis cepat (1.000 rudal/hari konflik intens).
- Iran blokade Selat Hormuz lumpuhkan 20% minyak dunia.
- Proxy Hizbullah/Yaman serang pangkalan AS-Israel.
Khamenei sebut “AS tak sanggup perang total”, demo internal tekan rezim tapi militer solid.