
PT Agrinas Pangan Nusantara memilih impor 105.000 unit pikap dari India untuk Koperasi Desa Merah Putih karena alasan efisiensi biaya dan spesifikasi yang lebih unggul dibanding produk lokal. Keputusan ini menuai kritik dari pengusaha nasional yang khawatir mengganggu industri dalam negeri.
Produksi pikap domestik hanya sekitar 70.000 unit per tahun, sehingga pengadaan 105.000 unit berisiko mengganggu rantai pasok logistik lain yang bergantung pada pabrik lokal. Agrinas prioritaskan produk lokal terlebih dahulu, tapi volume besar ini tak terpenuhi.
Pikap India seperti Mahindra Scorpio dan Tata Motors ditawarkan 50% lebih murah, sekitar Rp250 juta per unit versus Rp500 juta produk lokal, dengan spesifikasi 4×4 tangguh untuk medan berat, daya tahan tinggi, dan konsumsi BBM efisien. Total kontrak Rp24,66 triliun dianggap value-oriented untuk operasional desa.
35.000 unit dari Mahindra & Mahindra dan 70.000 dari Tata Motors dipilih untuk modernisasi rantai pasok pangan desa. Kadin minta Prabowo batalkan impor ini demi lindungi otomotif nasional.