
Pemerintah Iran memang secara resmi mengeluarkan kecaman keras terhadap serangan militer AS ke Venezuela pada awal Januari 2026. Pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa aksi tersebut melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Venezuela, serta prinsip Pasal 2(4) Piagam PBB yang melarang penggunaan kekerasan. Berita ini telah dikonfirmasi oleh berbagai sumber internasional, termasuk Tehran Times dan media Indonesia.
Latar Belakang Serangan
Serangan AS terjadi pada 3 Januari 2026 dini hari, menargetkan Caracas serta wilayah Miranda, Aragua, dan La Guaira, dengan ledakan besar dilaporkan. Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi operasi tersebut sebagai “serangan skala besar” yang sukses, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya. Venezuela menyebutnya sebagai “agresi militer serius”, di tengah ketegangan sebelumnya terkait tuduhan perdagangan narkoba.
Pernyataan Iran Secara Lengkap
Kementerian Luar Negeri Iran menyebut serangan AS sebagai “contoh agresi” yang harus dikecam PBB dan negara lain demi menjaga hukum internasional. Pernyataan tersebut memperingatkan dampaknya terhadap perdamaian regional dan global, serta melemahkan sistem berbasis Piagam PBB. Iran, sebagai sekutu dekat Venezuela, sebelumnya juga mengkritik pengerahan militer AS di Karibia.
Respons Negara Lain
Kolombia melalui Presiden Gustavo Petro menyatakan keprihatinan atas tindakan militer sepihak yang membahayakan warga sipil, meski tak menyebut AS secara eksplisit. Kuba mengecam serangan tersebut sebagai “kriminal” dan menyerukan reaksi internasional untuk melindungi zona perdamaian Latin Amerika. Hamas juga ikut mengutuk, menyebutnya pelanggaran hukum internasional.