
Agam Rinjani (Abdul Haris Agam), pemandu dan relawan SAR yang terkenal dari Gunung Rinjani, memang “turun gunung” ke Bulusaraung untuk membantu pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Pangkep, Sulawesi Selatan.
Bernama lengkap Abdul Haris Agam, dikenal sebagai Agam Rinjani, seorang pemandu dan porter pendakian yang sangat berpengalaman di Gunung Rinjani dan kerap terlibat dalam operasi penyelamatan pendaki. Ia memiliki sertifikasi vertical rescue dan tercatat sudah ratusan kali naik-turun Rinjani, sehingga dikenal luas di komunitas pendaki dan relawan SAR.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dengan nomor registrasi PK-THT jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar, membawa 10 orang di dalamnya. Lokasi jatuh berada di lereng dengan medan curam dan hutan lebat, membuat proses pencarian dan evakuasi korban sangat sulit dan membutuhkan ahli medan terjal.
Agam bergabung dengan tim SAR di sekitar Pos 9 jalur pendakian Bulusaraung, membawa tiga anggota tim dan perlengkapan lengkap vertical rescue, termasuk tali dan peralatan untuk evakuasi di tebing dan jurang. Tugas utamanya fokus pada penyisiran lereng dan dinding curam serta membantu mengevakuasi jenazah dan korban di area vertikal yang sulit dijangkau tim SAR reguler.
Hingga hari keenam pencarian, tim SAR gabungan dilaporkan telah menemukan beberapa jenazah di jurang dan lereng sekitar titik jatuh pesawat, dengan jarak sebar puluhan meter dari puing utama. Evakuasi dilakukan bertahap dari tebing dan jurang menuju posko, lalu ke rumah sakit untuk proses identifikasi, sementara tim seperti Agam terus menyisir sektor-sektor yang belum terjangkau.