Sabtu, 24 Oktober 2026
Masuk
Berita

8 Titik Acara Tanpa Pesta Kembang Api di Jakarta

Pemprov DKI Batalkan Pesta Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 Digelar Sederhana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan membatalkan pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati…

Pemprov DKI Batalkan Pesta Kembang Api, Perayaan Tahun Baru 2026 Digelar Sederhana

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memutuskan membatalkan pesta kembang api pada perayaan malam Tahun Baru 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap para korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Sebagai pengganti, Pemprov DKI menyiapkan delapan panggung hiburan yang digelar secara lebih sederhana.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan keputusan tersebut diambil karena Indonesia tengah berduka. Bencana hidrometeorologi di Sumatra dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.000 korban jiwa. Pemerintah daerah, kata dia, ingin memastikan perayaan pergantian tahun tidak dilakukan secara berlebihan dan tetap mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Tidak ada pesta kembang api. Kita ingin perayaan dilakukan dengan cara yang lebih berempati, disertai doa bersama untuk para korban bencana,” ujar Pramono dalam keterangannya.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI menggelar delapan panggung hiburan yang tersebar di sejumlah titik strategis ibu kota. Lokasi tersebut meliputi Bundaran Hotel Indonesia (HI), kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jalan MH Thamrin, Sarinah, Taman Lapangan Banteng, FX Sudirman, serta kawasan Kota Tua Jakarta. Acara akan berlangsung mulai Selasa, 31 Desember 2025, pukul 18.00 WIB hingga Rabu, 1 Januari 2026, pukul 01.00 WIB.

Perayaan Tahun Baru 2026 di Jakarta mengusung tema “Rangkul Keragaman, Rawat Harapan”. Selain hiburan musik, kegiatan doa bersama juga akan digelar di setiap panggung sebagai simbol solidaritas dan refleksi bersama memasuki tahun baru.

Sejumlah musisi Tanah Air dijadwalkan tampil untuk menghibur masyarakat, di antaranya grup band D’Masiv. Namun demikian, konsep acara dikemas lebih sederhana dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pemprov DKI juga memangkas jumlah lokasi panggung dari rencana awal 14 titik menjadi delapan titik demi efisiensi dan pengendalian suasana.

Pemprov DKI berharap masyarakat tetap dapat merayakan pergantian tahun dengan aman, tertib, dan penuh makna, tanpa mengabaikan rasa empati terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana di berbagai daerah.

Pole Vox

Penulis

Pole Vox

Penulis di Pewarta Nusantara.