Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup membuat sejumlah kebiasaan masyarakat Indonesia perlahan berubah. Aktivitas yang dahulu menjadi bagian dari keseharian kini semakin jarang dilakukan, meski sebagian masih bertahan di sejumlah daerah.
1. Berkirim Surat Melalui Kantor Pos

Sebelum pesan instan berkembang, surat menjadi sarana penting untuk menyampaikan kabar kepada keluarga, teman, maupun sahabat pena. Kantor pos pertama di Indonesia didirikan di Batavia pada 26 Agustus 1746 dan layanan surat pernah menjadi bagian penting dari komunikasi masyarakat.
2. Menonton Layar Tancap

Hiburan dengan layar besar di ruang terbuka ini pernah populer, terutama di lingkungan pedesaan. Layar tancap bahkan berkembang menjadi hiburan rakyat yang identik dengan suasana berkumpul bersama warga. Kini, keberadaannya jauh lebih terbatas dibandingkan masa ketika televisi dan bioskop modern belum mudah diakses.
3. Mendengarkan Radio Bersama Keluarga

Radio pernah menjadi salah satu sumber utama informasi dan hiburan masyarakat sebelum televisi, internet, serta layanan streaming berkembang luas. Kini, konsumsi hiburan dan informasi semakin banyak berpindah ke perangkat digital. RRI sendiri masih mengangkat kembali pengalaman komunikasi era lama, termasuk radio, surat, pager, wartel, dan warnet, sebagai bagian dari memori masyarakat.
4. Berkumpul dan berbincang langsung dengan tetangga

Berkumpul dan berbincang langsung dengan tetangga juga menjadi kebiasaan yang mengalami perubahan. Dahulu, teras rumah, warung, pos ronda, atau ruang terbuka di lingkungan tempat tinggal menjadi tempat warga bertukar cerita. Perkembangan gawai dan media sosial membuat sebagian komunikasi sehari-hari berpindah ke ruang digital.
5. Menelpon Menggunakan Wartel

Menggunakan wartel untuk menelepon pernah menjadi bagian dari keseharian masyarakat ketika telepon pribadi belum dimiliki banyak orang. Orang harus datang ke tempat tertentu untuk menghubungi keluarga atau kerabat. Kebiasaan tersebut kemudian semakin ditinggalkan setelah telepon seluler menjadi lebih mudah digunakan.
6. Menghafal Nomor Telepon

Sebelum kontak digital tersimpan otomatis di ponsel, masyarakat terbiasa mengingat nomor keluarga, teman, atau menuliskannya di buku catatan. Perubahan teknologi komunikasi membuat kebutuhan tersebut semakin berkurang.
7. Berkumpul untuk menikmati hiburan

Berkumpul untuk menikmati hiburan secara bersama-sama tanpa perangkat pribadi juga semakin berubah. Dahulu, masyarakat dapat duduk bersama menikmati radio, televisi, atau layar tancap. Kini, satu keluarga atau kelompok orang dapat menikmati konten berbeda melalui perangkat masing-masing.
Perubahan tersebut tidak berarti seluruh kebiasaan lama benar-benar hilang. Di sejumlah daerah, kegiatan seperti gotong royong, berkumpul bersama warga, menonton layar tancap, maupun tradisi komunikasi konvensional masih dilakukan. Perbedaannya terletak pada frekuensi dan konteksnya yang berubah mengikuti perkembangan zaman.