Rivalitas telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah manusia. Persaingan dapat muncul karena perebutan wilayah, kekuasaan, pengaruh politik, maupun perbedaan gagasan dan teknologi. Sejumlah rivalitas bahkan berlangsung selama bertahun-tahun dan meninggalkan perubahan besar bagi dunia.
Sebuah unggahan Instagram dari akun Folkfiles kembali menyoroti lima rivalitas yang berasal dari periode sejarah berbeda, yakni Roma dan Kartago, Thomas Edison dan Nikola Tesla, Aleksander Agung dan Darius III, Athena dan Sparta, serta Inggris dan Prancis.
Berikut latar belakang dari masing-masing persaingan tersebut.
1. Roma vs Kartago

Roma dan Kartago merupakan dua kekuatan besar di kawasan Mediterania pada zaman kuno. Persaingan keduanya kemudian berkembang menjadi tiga Perang Punisia yang berlangsung antara 264 dan 146 SM.
Salah satu tokoh paling terkenal dalam konflik tersebut adalah Hannibal dari Kartago. Ia memimpin pasukan menyeberangi Pegunungan Alpen untuk menyerang wilayah Romawi. Pada akhirnya, Roma memenangkan rangkaian perang tersebut dan menghancurkan Kartago pada 146 SM. Unionpedia
2. Thomas Edison vs Nikola Tesla

Persaingan Edison dan Tesla berlangsung dalam konteks perkembangan teknologi kelistrikan pada akhir abad ke-19. Keduanya memiliki pendekatan berbeda mengenai sistem arus listrik.
Edison mengembangkan sistem arus searah atau DC, sementara Tesla mengembangkan sistem arus bolak-balik atau AC yang kemudian didukung oleh George Westinghouse. Persaingan tersebut dikenal sebagai War of the Currents. Tesla sebelumnya juga pernah bekerja di perusahaan Edison sebelum hubungan profesional mereka berakhir. detikinet
Perdebatan tersebut pada akhirnya ikut mendorong perkembangan sistem distribusi listrik. AC memiliki keunggulan dalam transmisi jarak jauh karena tegangannya dapat dinaikkan dan diturunkan menggunakan transformator.
3. Aleksander Agung vs Darius III

Rivalitas berikutnya terjadi antara Aleksander III dari Makedonia dan Darius III, penguasa Kekaisaran Persia Akhemeniyah.
Keduanya berhadapan dalam sejumlah pertempuran penting, termasuk Pertempuran Issus pada 333 SM dan Gaugamela pada 331 SM. Kekalahan Persia dalam rangkaian konflik tersebut membuka jalan bagi ekspansi Aleksander ke wilayah Kekaisaran Persia.
4. Athena vs Sparta

Athena dan Sparta merupakan dua negara-kota penting di Yunani kuno. Keduanya memiliki sistem politik, kehidupan sosial, dan kekuatan militer yang berbeda.
Persaingan tersebut berkembang menjadi Perang Peloponnesos yang berlangsung pada 431–404 SM. Konflik berakhir dengan kekalahan Athena dan kemenangan Sparta, meskipun perang panjang tersebut juga memberikan dampak besar terhadap kekuatan dan stabilitas dunia Yunani.
5. Inggris vs Prancis

Persaingan antara Inggris dan Prancis berlangsung dalam berbagai periode sejarah. Salah satu konflik paling terkenal adalah Perang Seratus Tahun yang berlangsung dari 1337 hingga 1453.
Konflik tersebut melibatkan persoalan dinasti, klaim atas takhta Prancis, wilayah kekuasaan, serta kepentingan politik kedua kerajaan. Rivalitas Inggris dan Prancis kemudian berlanjut dalam berbagai konflik Eropa pada abad-abad berikutnya.
Meski memiliki latar belakang yang berbeda, kelima contoh tersebut memperlihatkan bahwa rivalitas tidak selalu memiliki bentuk yang sama. Ada yang berlangsung melalui peperangan terbuka, ada pula yang muncul sebagai persaingan teknologi dan perebutan pengaruh.
Sejumlah rivalitas tersebut juga berlangsung jauh lebih lama daripada kehidupan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Dampaknya kemudian ikut membentuk perkembangan politik, militer, wilayah, dan teknologi pada periode berikutnya.