
Pada dini hari 21 Januari 1985, Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, diguncang rangkaian bom yang merusak stupa dan arca di candi warisan dunia tersebut.
Ledakan beruntun terjadi antara pukul 01.30 hingga 03.30 WIB, meruntuhkan sembilan stupa di teras atas, menghancurkan dua arca Buddha, dan merusak dua lainnya, dari total 13 bom yang dipasang pelaku. Dua bom berhasil dinonaktifkan saat itu, sementara dua lainnya ditemukan belakangan pada Februari 1985.
Aksi ini dilakukan kelompok Komando Jihad sebagai bentuk jihad dan balas dendam atas Insiden Tanjung Priok 1984, dengan pelaku utama Ibrahim Jawad dan Achmad Muladawila merakit bom menggunakan bahan dari jaringan Abdulkadir Braja. Mereka menyusup malam sebelumnya dan melarikan diri ke Semarang serta Surabaya.
Kasus terungkap setelah ledakan tak sengaja bom di Banyuwangi pada Maret 1985, meski otak dalang utama tetap misterius hingga kini; restorasi candi dilakukan pasca-serangan.