<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BNPB | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/bnpb/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Wed, 14 Oct 2026 05:25:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>BNPB | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>KPK OTT Pejabat BNPB, Dugaan Korupsi Dana Kebencanaan Diselidiki di Tengah Ancaman Karhutla</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/kpk-ott-pejabat-bnpb-dugaan-korupsi-dana-kebencanaan-diselidiki-di-tengah-ancaman-karhutla/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 05:25:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=46945</guid>

					<description><![CDATA[KPK melakukan OTT di lingkungan BNPB pada 13 Oktober 2026 terkait dugaan penyimpangan pengadaan dan dana siap pakai kebencanaan. Penyidik menyita uang sekitar Rp1,4 miliar dan sejumlah emas. Kaitan perkara dengan anggaran karhutla belum dipastikan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa, 13 Oktober 2026. Operasi tersebut diduga berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa yang menggunakan dana siap pakai untuk penanganan bencana.</p>
<p>KPK mengamankan sejumlah pihak, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian, untuk menjalani pemeriksaan. Penyidik juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta sejumlah logam mulia emas dalam bentuk batangan dan tabungan emas.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="KPK mengamankan 14 orang dalam OTT di lingkungan BNPB, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen, dan pihak swasta. KPK juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta emas. Kasus ini diduga terkait pengadaan barang dan jasa menggunakan dana siap pakai kebencanaan. Proses hukum masih berjalan." data-pewarta-inline-source="Tempo.co"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/kpk-ott-pejabat-bnpb-dugaan-korupsi-dana-kebencanaan-diselidiki-di-tengah-ancaman-karhutla.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="KPK mengamankan 14 orang dalam OTT di lingkungan BNPB, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen, dan pihak swasta. KPK juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta emas. Kasus ini diduga terkait pengadaan barang dan jasa menggunakan dana siap pakai kebencanaan. Proses hukum masih berjalan." data-pewarta-inline-source="Tempo.co" /><figcaption>KPK mengamankan 14 orang dalam OTT di lingkungan BNPB, termasuk Sekretaris Utama BNPB Rustian, pejabat pembuat komitmen, dan pihak swasta. KPK juga menyita uang tunai sekitar Rp1,4 miliar serta emas. Kasus ini diduga terkait pengadaan barang dan jasa menggunakan dana siap pakai kebencanaan. Proses hukum masih berjalan.</figcaption></figure>
<p>Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami perkara tersebut. Hingga informasi yang tersedia pada 14 Oktober 2026, KPK belum mengungkap secara terperinci pengadaan yang menjadi objek penyelidikan maupun jenis bencana yang terkait dengan perkara ini.</p>
<p>Karena itu, belum dapat dipastikan bahwa dugaan korupsi tersebut secara khusus berkaitan dengan anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun isu tersebut menjadi sorotan di tengah kondisi kebakaran di sejumlah wilayah Indonesia.</p>
<p>BNPB menyatakan menghormati proses hukum dan berkomitmen bersikap kooperatif terhadap penyidikan KPK. Lembaga tersebut juga menegaskan bahwa pelayanan publik dan penanganan bencana tetap berjalan selama proses hukum berlangsung.</p>
<p>Kasus ini menjadi perhatian karena dana kebencanaan memiliki peran penting dalam mendukung respons darurat dan membantu masyarakat terdampak. Dugaan penyimpangan anggaran perlu ditelusuri secara transparan agar penggunaan dana publik dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p>Penyidikan masih berlangsung. Pihak-pihak yang diamankan tetap harus diperlakukan sesuai asas praduga tak bersalah sampai terdapat keputusan hukum yang berkekuatan tetap.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BNPB Laporkan Aktivitas Warga Tetap Normal di Tengah Kabut Asap Karhutla Kalimantan</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/bnpb-laporkan-aktivitas-warga-tetap-normal-di-tengah-kabut-asap-karhutla-kalimantan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 04:50:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Kabut Asap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=45808</guid>

					<description><![CDATA[BNPB melaporkan 209,78 hektare lahan masih terbakar di Sumatra dan Kalimantan hingga 22 September 2026. 
Kalteng dan Kalbar masih menghadapi kabut asap pekat yang mengganggu penerbangan dan operasi water bombing.
Meski demikian, BNPB menyebut aktivitas warga seperti lalu lintas, toko, dan rumah makan secara umum tetap berjalan normal. Gangguan terutama terjadi pada akses keluar-masuk wilayah, khususnya melalui jalur udara.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan perkembangan terbaru penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada Rabu, 23 September 2026. Dalam laporan tersebut, BNPB menyebut aktivitas masyarakat secara umum masih berjalan normal meski kabut asap masih cukup tebal di sejumlah wilayah Kalimantan.</p>
<p>Suharyanto mengatakan lalu lintas, toko, rumah makan, dan berbagai aktivitas harian masyarakat tetap berjalan. Namun, ia mengakui terdapat gangguan pada akses keluar-masuk, terutama di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-title="Siswi SMK di Kalteng Tewas Kecelakaan, Diduga Pandangan Terhalang Kabut Tebal Karhutla" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/bnpb-laporkan-aktivitas-warga-tetap-normal-di-tengah-kabut-asap-karhutla-kalimantan.png" class="attachment-full size-full" alt="Siswi SMK di Kalteng Tewas Kecelakaan, Diduga Pandangan Terhalang Kabut Tebal Karhutla" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="Siswi SMK di Kalteng Tewas Kecelakaan, Diduga Pandangan Terhalang Kabut Tebal Karhutla" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots" title="Siswi SMK di Kalteng Tewas Kecelakaan, Diduga Pandangan Terhalang Kabut Tebal Karhutla" /></figure>
<p>Kondisi paling terasa terjadi pada sektor transportasi udara. Kabut asap yang pekat menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga mengganggu penerbangan komersial sekaligus operasi pemadaman dari udara, termasuk water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).</p>
<p>Hingga 22 September 2026, BNPB mencatat dari total 1.212,52 hektare lahan yang menjadi target penanganan di enam provinsi, sebanyak 1.002,74 hektare telah berhasil dipadamkan. Masih terdapat 209,78 hektare yang dalam proses pemadaman.</p>
<p>Lahan yang masih terbakar tersebar di enam provinsi. Kalimantan Selatan tercatat memiliki area terbakar terbesar, yakni 63,16 hektare. Selanjutnya Riau 56,68 hektare, Sumatera Selatan 35,5 hektare, Kalimantan Tengah 29,7 hektare, Jambi 13 hektare, dan Kalimantan Barat 11,74 hektare.</p>
<p>BNPB menyebut asap di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masih pekat karena pelaksanaan OMC belum dapat berjalan maksimal. Kondisi tersebut juga menyulitkan operasi udara karena pesawat membutuhkan jarak pandang yang memadai untuk menjalankan misi pemadaman.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-title="Suharyanto - Kepala BNPB" data-pewarta-inline-description="Kami pastikan kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lainnya juga biasa, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu&quot;" data-pewarta-inline-source="Radar Solo"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/bnpb-laporkan-aktivitas-warga-tetap-normal-di-tengah-kabut-asap-karhutla-kalimantan-1.png" class="attachment-full size-full" alt="Suharyanto - Kepala BNPB" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="Suharyanto - Kepala BNPB" data-pewarta-inline-description="Kami pastikan kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lainnya juga biasa, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu&quot;" data-pewarta-inline-source="Radar Solo" title="Suharyanto - Kepala BNPB" /><figcaption>Kami pastikan kehidupan masyarakat ini berjalan normal. Lalu lintas, toko-toko, rumah makan dan lainnya juga biasa, tidak ada yang terganggu. Hanya memang untuk keluar masuk khususnya di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat ini yang sedikit terganggu&quot;</figcaption></figure>
<p>Dampak terhadap penerbangan juga cukup besar. Kementerian Perhubungan mencatat 409 penerbangan di wilayah kerja Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan terdampak selama 14–20 September 2026. Dari jumlah tersebut, 141 mengalami keterlambatan, 254 dibatalkan atau ditunda, dan 14 dialihkan.</p>
<p>Di tengah kondisi tersebut, BNPB memperkirakan penanganan karhutla dapat berakhir paling cepat pada pertengahan Oktober 2026 atau paling lambat pada minggu ketiga November 2026. Perkiraan tersebut tetap bergantung pada perkembangan cuaca dan datangnya hujan alami.</p>
<p>Sebelumnya, Suharyanto bersama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni juga memutuskan untuk sementara berkantor di Kalimantan Tengah guna mengawal langsung penanganan karhutla dan kabut asap. Keduanya berada di wilayah tersebut di tengah kondisi hujan yang masih minim.</p>
<p>Dengan demikian, laporan BNPB menunjukkan dua kondisi yang berlangsung bersamaan: aktivitas masyarakat di darat secara umum tetap berjalan, tetapi kabut asap masih menjadi persoalan serius terutama untuk mobilitas udara dan operasi pemadaman di Kalimantan Tengah serta Kalimantan Barat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wapres Gibran Tinjau Longsor Pasirlangu, Sampaikan Duka &#038; Permintaan Maaf</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/wapres-gibran-tinjau-longsor-pasirlangu-sampaikan-duka-permintaan-maaf/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2026 16:04:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bandung Barat Berduka]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Longsor Pasirlangu]]></category>
		<category><![CDATA[Wapres Gibran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=38765</guid>

					<description><![CDATA[Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 24-25 Januari 2026. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan kerusakan material, sambil meminta maaf atas respons pemerintah yang dinilai terlambat. ​ Longsor terjadi dini hari 24 Januari akibat hujan deras, menimpa 30 rumah dan menewaskan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/G2-3.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, pada 24-25 Januari 2026. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas korban jiwa dan kerusakan material, sambil meminta maaf atas respons pemerintah yang dinilai terlambat.</p>
<p>​</p>
<p>Longsor terjadi dini hari 24 Januari akibat hujan deras, menimpa 30 rumah dan menewaskan sejumlah warga. Gibran berkoordinasi dengan tim BNPB dan BPBD untuk evakuasi serta bantuan cepat, menjanjikan rekonstruksi dan relokasi.</p>
<p>​</p>
<p>Gibran meminta maaf secara pribadi atas keterlambatan informasi awal, meski menekankan cuaca ekstrem sulit diprediksi sepenuhnya. Ia memastikan pemerintah pusat alokasikan anggaran darurat untuk korban, termasuk bantuan finansial dan logistik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Source: Wakil Presiden RI</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Material Batu Besar Menutupi Jalan Usai Banjir Bandang di Sitaro</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/material-batu-besar-menutupi-jalan-usai-banjir-bandang-di-sitaro/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Jan 2026 10:10:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencanaalam]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Sitaro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=35656</guid>

					<description><![CDATA[Banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada 5 Januari 2026 menyebabkan material batu besar menutupi akses jalan, memutus jalur transportasi di beberapa kecamatan. Dampak Kerusakan Banjir bandang yang dipicu hujan intensitas tinggi sekitar pukul 03.00 Wita menghantam enam desa di empat kecamatan, termasuk Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260107_165314_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada 5 Januari 2026 menyebabkan material batu besar menutupi akses jalan, memutus jalur transportasi di beberapa kecamatan.</p>
<h2>Dampak Kerusakan</h2>
<p>Banjir bandang yang dipicu hujan intensitas tinggi sekitar pukul 03.00 Wita menghantam enam desa di empat kecamatan, termasuk Kecamatan Siau Timur, Siau Tengah, Siau Barat, dan Siau Barat Selatan. Material longsor seperti batu besar dan lumpur kental menutupi jalan utama, menyulitkan evakuasi dan operasi SAR, dengan Mapolres Sitaro rusak parah sehingga lumpuh operasional.</p>
<h2>Korban dan Pengungsian</h2>
<p>Hingga 7 Januari 2026, korban tewas bertambah menjadi 17 orang, 18 luka-luka, dan beberapa masih hilang, sementara 682 jiwa mengungsi. Tujuh rumah hanyut, 29 rusak berat, dan infrastruktur seperti jaringan listrik serta telekomunikasi terputus akibat penutupan jalan oleh material banjir.</p>
<h2>Penanganan Darurat</h2>
<p>Pemkab Sitaro menetapkan status tanggap darurat hingga 18 Januari 2026, dengan operasi SAR menggunakan drone termal untuk membuka jalur dan mencari korban tersisa di bawah material batu besar. Polisi dan BNPB terus evakuasi warga meski cuaca buruk menghambat akses.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Update Korban Banjir dan Longsor di Sumatra Tembus 1.157 Jiwa</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/update-korban-banjir-dan-longsor-di-sumatra-tembus-1-157-jiwa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 14:45:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34976</guid>

					<description><![CDATA[Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra terus meningkat. Hingga 1 Januari 2026, total korban meninggal tercatat mencapai 1.157 orang, sementara 165 warga lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, jumlah pengungsi bertambah 2.196 jiwa sehingga total pengungsi mencapai 380.360 orang yang tersebar di Aceh, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260102_214058_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa akibat rangkaian bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatra terus meningkat. Hingga 1 Januari 2026, total korban meninggal tercatat mencapai 1.157 orang, sementara 165 warga lainnya masih dinyatakan hilang. Selain itu, jumlah pengungsi bertambah 2.196 jiwa sehingga total pengungsi mencapai 380.360 orang yang tersebar di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.</p>
<p>Berdasarkan data BNPB, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan korban jiwa tertinggi, yakni 530 orang meninggal dan 30 orang masih dalam pencarian. Di Sumatra Utara, tercatat 365 korban meninggal dengan 60 orang dilaporkan hilang. Sementara itu, Sumatra Barat mencatat 262 korban jiwa dan 74 orang masih belum ditemukan. Penambahan tiga korban meninggal di Aceh Utara menyebabkan angka kematian meningkat dari sebelumnya 1.154 jiwa.</p>
<p>Dampak bencana juga terlihat dari tingginya angka pengungsian. Aceh mencatat jumlah pengungsi terbanyak dengan 356.655 jiwa, disusul Sumatra Utara sebanyak 13.770 jiwa dan Sumatra Barat 9.935 jiwa. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap korban yang hilang, meski terkendala medan sulit dan cuaca ekstrem.</p>
<p>Rangkaian banjir dan longsor ini telah melanda sejumlah wilayah di Sumatra sejak akhir 2025. Pada awal Desember, korban jiwa tercatat sekitar 753 orang dan terus bertambah seiring meluasnya dampak bencana. BNPB menyatakan akan terus memperbarui data dan mengintensifkan koordinasi dengan pemerintah daerah guna mempercepat penanganan darurat serta pemulihan pascabencana.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angka Fantastik 1,5 Triliun Penanganan Bencana Aceh BNPB Disorot</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/angka-fantastik-15-triliun-penanganan-bencana-aceh-bnpb-disorot/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 08:22:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Menkeu]]></category>
		<category><![CDATA[Purbaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34572</guid>

					<description><![CDATA[Dana Siap Pakai Rp1,5 Triliun BNPB Disorot, Menkeu Singgung Serapan Lambat &#160; Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti dana siap pakai (DSP) sebesar Rp1,5 triliun yang hingga akhir 2025 masih mengendap di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR di Aceh, Selasa, 30 Desember 2025. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20251231_151941_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Dana Siap Pakai Rp1,5 Triliun BNPB Disorot, Menkeu Singgung Serapan Lambat</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti dana siap pakai (DSP) sebesar Rp1,5 triliun yang hingga akhir 2025 masih mengendap di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hal tersebut disampaikannya dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana DPR di Aceh, Selasa, 30 Desember 2025.</p>
<p>Dalam rapat tersebut, Purbaya sempat melontarkan candaan dengan menyebut BNPB “pelit” karena belum menyerap dana tersebut secara optimal. Meski disampaikan dengan nada bergurau, pernyataan itu mencerminkan perhatian serius pemerintah terhadap lambatnya realisasi anggaran penanganan bencana, khususnya di tengah kondisi darurat pascabencana di Aceh.</p>
<p>Purbaya berharap dana siap pakai itu dapat segera digunakan sebelum tahun anggaran 2025 berakhir. Saat rapat berlangsung, sisa waktu tahun anggaran hanya tinggal dua hari. Ia menekankan bahwa dana tersebut memang disiapkan negara untuk kebutuhan respons cepat, mulai dari penanganan darurat hingga pemulihan awal pascabencana.</p>
<p>Konteks pernyataan ini muncul di tengah upaya pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh, yang membutuhkan dukungan anggaran besar dan cepat. Namun, dalam praktiknya, penyaluran dana kerap terkendala proses administrasi dan birokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah.</p>
<p>Dana siap pakai BNPB merupakan bagian dari mekanisme anggaran negara yang dirancang fleksibel agar bisa segera digunakan saat terjadi bencana alam maupun nonalam. Namun, apabila tidak terserap sesuai tahun anggaran, dana tersebut berpotensi hangus atau harus melalui mekanisme penyesuaian dan penganggaran ulang pada tahun berikutnya, sesuai ketentuan keuangan negara.</p>
<p>Fenomena lambatnya pencairan anggaran bencana bukan kali pertama terjadi. Dalam sejumlah kasus sebelumnya, keterlambatan sering disebabkan oleh proses verifikasi kerusakan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, hingga penentuan prioritas penggunaan anggaran. Akibatnya, dana yang seharusnya cepat dimanfaatkan justru tertahan di kas negara.</p>
<p>Pemerintah pusat terus mendorong percepatan penyaluran dan pemanfaatan anggaran kebencanaan agar tidak terjadi “uang tidur” di tengah kebutuhan mendesak masyarakat terdampak. Sorotan Menteri Keuangan ini diharapkan menjadi momentum evaluasi agar tata kelola dana penanggulangan bencana ke depan lebih responsif, efektif, dan tepat sasaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video: Detik.com</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Aja Gebrakannya Warga Konoha: Tim SAR Turun Tangan, Anak Indigo Ikut Dilibatkan</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/ada-aja-gebrakannya-warga-konoha-tim-sar-turun-tangan-anak-indigo-ikut-dilibatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 08:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Timsar]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33079</guid>

					<description><![CDATA[Ada Aja Gebrakannya Warga Konoha: Tim SAR Turun Tangan, Anak Indigo Ikut Dilibatkan Warga Konoha—sebutan satir yang kerap dipakai untuk menggambarkan Indonesia di jagat media sosial—kembali menghadirkan cerita yang bikin geleng kepala sekaligus mengundang perdebatan. Di tengah operasi pencarian korban bencana, tim SAR gabungan disebut melibatkan seorang anak indigo untuk membantu menunjuk lokasi korban yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251220_142749_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p><strong>Ada Aja Gebrakannya Warga Konoha: Tim SAR Turun Tangan, Anak Indigo Ikut Dilibatkan</strong></p>
<p>Warga Konoha—sebutan satir yang kerap dipakai untuk menggambarkan Indonesia di jagat media sosial—kembali menghadirkan cerita yang bikin geleng kepala sekaligus mengundang perdebatan. Di tengah operasi pencarian korban bencana, tim SAR gabungan disebut melibatkan seorang anak indigo untuk membantu menunjuk lokasi korban yang tertimbun. Tiga langkah, selesai. Praktis, cepat, dan tentu saja viral.</p>
<p>Peristiwa ini mencuat dari operasi pencarian korban longsor di Cilacap, Jawa Tengah. Setelah berhari-hari pencarian menggunakan alat berat, metode manual, hingga anjing pelacak, tim SAR menghadapi jalan buntu. Medan ekstrem, cuaca buruk, dan keterbatasan teknologi membuat proses evakuasi berjalan lambat. Di titik inilah, tekanan warga muncul—mendorong langkah yang dianggap “di luar buku panduan”.</p>
<p>Seorang anak bernama Rifal, yang oleh warga disebut memiliki kemampuan indigo, dilibatkan dalam proses pencarian. Anak tersebut diklaim mampu “melihat” atau merasakan keberadaan korban di bawah timbunan tanah. Informasi yang disampaikan kemudian dijadikan referensi tambahan bagi tim SAR di lapangan. Keputusan ini sontak memicu pro dan kontra.</p>
<p>Di satu sisi, warga melihat langkah ini sebagai bentuk ikhtiar terakhir. Dalam situasi darurat, apa pun dicoba demi menemukan korban. Narasi gotong royong ala Konoha pun menguat: ketika teknologi modern mentok, kearifan lokal—atau bahkan hal supranatural—dianggap layak dicoba. Di sisi lain, banyak pihak mempertanyakan legitimasi dan dasar ilmiah dari pelibatan anak indigo dalam operasi penyelamatan resmi.</p>
<p>Tim SAR sendiri menegaskan bahwa prosedur standar tetap menjadi acuan utama. Pelibatan anak indigo disebut bukan bagian dari metode resmi, melainkan respons terhadap dorongan masyarakat dan kondisi lapangan yang serba terbatas. Operasi tetap mengandalkan alat berat, pemetaan lokasi, serta teknik pencarian konvensional. Informasi non-teknis hanya diposisikan sebagai pelengkap, bukan penentu.</p>
<p>Fenomena ini kembali menegaskan wajah Konoha yang paradoksal: antara rasionalitas dan kepercayaan, antara sains dan mitos, antara standar profesional dan tekanan sosial. Bagi sebagian orang, ini adalah potret kegigihan warga di tengah krisis. Bagi yang lain, ini alarm keras tentang lemahnya kesiapsiagaan bencana dan minimnya teknologi pencarian yang memadai.</p>
<p>Satu hal yang pasti, gebrakan ala warga Konoha selalu punya daya tarik tersendiri. Viral, kontroversial, dan memantik diskusi publik. Pertanyaannya kini bukan lagi soal percaya atau tidak pada anak indigo, melainkan sejauh mana negara benar-benar siap menghadapi bencana—tanpa harus mengandalkan “jalan pintas” yang terus berulang setiap tragedi datang.</p>
<p>Video: infiviral.news</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemprov Kalteng Tetapkan Siaga Darurat Karhutla Hingga 10 November: Langkah Tegas Hadapi Ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/pemprov-kalteng-tetapkan-siaga-darurat-karhutla-hingga-10-november-langkah-tegas-hadapi-ancaman-kebakaran-hutan-dan-lahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardi Sentosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jun 2023 03:08:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Kebakaran Hutan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=13003</guid>

					<description><![CDATA[Pewarta Nusantara &#8211; Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) selama 167 hari, mulai dari 29 Mei hingga 10 November 2023. Keputusan ini didasarkan pada penetapan status siaga darurat kabupaten/kota yang dilakukan oleh tujuh kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut, termasuk Sukamara, Palangkaraya, Barito [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><b>Pewarta Nusantara</b> &#8211; Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) telah menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla) selama 167 hari, mulai dari 29 Mei hingga 10 November 2023.</p>
<p>Keputusan ini didasarkan pada penetapan status siaga darurat kabupaten/kota yang dilakukan oleh tujuh kabupaten dan satu kota di provinsi tersebut, termasuk Sukamara, Palangkaraya, Barito Selatan, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Kapuas, Kotawaringin Barat, dan Katingan.</p>
<p>Dalam rangka menangani karhutla, Pemprov Kalteng akan menggelar rapat koordinasi untuk membahas pemantapan operasi penanganan darurat karhutla.</p>
<p>Langkah ini diambil dengan mengacu pada Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Penanganan Darurat Bencana <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/kebakaran-hutan">Kebakaran Hutan</a> dan Lahan.</p>
<p>Tantangan yang dihadapi dalam penanganan karhutla tahun ini dianggap lebih berat dibanding tiga tahun terakhir, karena adanya kemungkinan kemarau yang lebih panjang dan lebih kering serta potensi terjadinya fenomena <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/el-nino">El Nino</a>.</p>
<p>Dalam upaya meningkatkan sinergi antarinstansi, Pemprov Kalteng berharap bahwa penetapan status siaga darurat karhutla di tingkat provinsi dan kabupaten/kota akan mendorong optimalisasi kerjasama antara berbagai pihak.</p>
<p>Hal ini juga sejalan dengan komitmen bersama untuk menjadikan Kalimantan Tengah bebas dari kabut asap pada tahun 2023.</p>
<p>Gubernur juga telah mengusulkan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (<a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/bnpb">BNPB</a>) untuk mendapatkan bantuan operasi teknologi modifikasi cuaca (TMC), serta dukungan helikopter patroli dan helikopter pengebom air yang akan ditempatkan di Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.</p>
<p>Demikianlah penjelasan mengenai Pemprov Kalteng yang menetapkan status siaga darurat karhutla hingga November.</p>
<p>Semoga penjelasan ini bermanfaat dalam memahami situasi terkini terkait upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
