Tragedi Bus Pesta Pernikahan di Australia: 10 Orang Meninggal Dunia

Avatar
Google News
Tragedi Bus Pesta Pernikahan di Australia: 10 Orang Meninggal Dunia
Tragedi Bus Pesta Pernikahan di Australia: 10 Orang Meninggal Dunia - pewarta nusantara - (Foto: pewarta nusantara)

Pewarta Nusantara – Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Australia ketika sebuah bus yang membawa rombongan tamu pernikahan terguling, mengakibatkan setidaknya 10 orang tewas dan 25 orang luka-luka.

Insiden tersebut terjadi di kawasan anggur Hunter Valley, negara bagian New South Wales, pada Minggu malam. Bus dilaporkan tergelincir dari tanjakan di bundaran saat malam berkabut.

Tracy Chapman, Pelaksana Tugas Polisi New South Wales, menjelaskan bahwa penumpang bus tersebut diduga berpergian bersama untuk menghadiri pernikahan dan mungkin menggunakan bus tersebut sebagai sarana akomodasi.

Dua penumpang yang terluka parah dievakuasi dari lokasi kecelakaan dengan menggunakan helikopter. Gambar-gambar dari liputan televisi menunjukkan bus yang terbalik, dengan tim penyelamat darurat yang sedang bekerja di sekitarnya.

Pengemudi bus, seorang pria berusia 58 tahun, dibawa ke rumah sakit untuk menjalani tes wajib dan kemungkinan akan menghadapi dakwaan atas kecelakaan tersebut.

Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini. Lokasi Hunter Valley, terkenal dengan kebun anggurnya, merupakan tujuan populer bagi wisata singkat dan pernikahan.

Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia menyebut tragedi ini sebagai kehilangan yang menghancurkan dan mengungkapkan kepeduliannya kepada mereka yang terluka.

Baca juga: Amerika Serikat Kembali ke UNESCO Setelah 12 Tahun, Siap Berikan Kontribusi Miliaran Dollar!

Polisi sedang melakukan penyelidikan menyeluruh dengan melibatkan tim forensik dan Unit Investigasi Kecelakaan.

Kecelakaan Bus ini menjadi salah satu tragedi terburuk yang melibatkan bus di New South Wales. Pada tahun 1989, dua kecelakaan bus terjadi dalam jarak dua bulan, masing-masing menewaskan 35 dan 21 orang.

Pada tahun 1973, sebuah bus wisata mengalami kecelakaan yang mengakibatkan 18 orang tewas ketika bus tersebut terjatuh dari lereng setelah remnya mengalami kegagalan. (*IBs)