Tata Cara Berhubungan Suami Istri Menurut Kitab Qurrotul Uyun

Google News
Tata cara berhubungan suami istri menurut Qurotul Uyun
Tata cara berhubungan suami istri menurut Qurotul Uyun

Pewartanusantara.com – Kitab Qurrotul Uyun adalah sebuah buku yang membahas tata cara berhubungan suami istri bagi pasangan suami istri dengan rinci dan sesuai dengan anjuran syariat Islam.

Kitab ini memberikan solusi bagi pasangan suami istri yang belum memahami cara bercinta yang baik menurut Islam.

Hal ini karena masih banyak yang merasa malu dan canggung untuk bertanya mengenai urusan ranjang kepada orang lain.

Bab Jima’

Dalam Kitab Qurrotul Uyun, terdapat bab Jima’ yang menjelaskan secara detail tentang cara bercinta suami-istri beserta gaya, posisi, dan waktu terbaik untuk melakukannya.

Selain itu, dijelaskan pula tentang hal-hal yang disunnahkan sebelum dan sesudah bercinta serta etika yang perlu diperhatikan saat melakukannya.

Buku Fathul Izzar juga membahas tentang tata cara bercinta bagi pasangan suami istri dan sudah dikenal di kalangan santri.

Namun, Kitab Qurrotul Uyun tetap menjadi rujukan utama karena menjelaskan secara rinci dan sesuai dengan syariat Islam. Kitab ini juga sudah memiliki versi terjemahan sehingga bisa dengan mudah ditemui di toko buku terdekat.

Waktu Terbaik Barhubungan Suami Istri

berhubungan suami istri menurut Qurotul Uyun
Waktu terbaik berhubungan suami istri menurut Qurotul Uyun

Dalam Kitab Qurrotul Uyun disebutkan bahwa waktu terbaik untuk bercinta suami-istri adalah setelah Sholat Isya.

Namun, boleh juga dilakukan di waktu lain seperti setelah Subuh, Dzuhur, atau Maghrib. Tidak dianjurkan melakukannya ketika masuk waktu Ashar bahkan ada yang menghukumi makruh.

Waktu yang paling diutamakan untuk bercinta suami-istri adalah selepas Isya karena memiliki waktu luang yang cukup panjang dan tidak terburu-buru.

Dengan mengetahui waktu yang tepat untuk bercinta, pasangan suami istri dapat menjalankan hubungan intim mereka dengan baik dan sesuai dengan syariat Islam.

Etika Dalam Berhubungan Suami Istri

Etika dalam berhubungan suami istri merupakan hal penting yang perlu diperhatikan. Hal ini juga dijelaskan secara rinci dalam Kitab Qurrotul Uyun.

Tujuan dari bercinta bukan hanya untuk memuaskan nafsu semata, melainkan juga untuk mendapatkan keturunan yang baik dan mencari ridha Allah SWT.

Sebelum melakukan bercinta, ada beberapa etika yang harus dipenuhi. Pertama, melakukan istighfar dengan niat memohon ampunan Allah atas segala dosa.

Kedua, disunnahkan untuk membersihkan diri terlebih dahulu dengan mandi dan berwudhu. Hal ini bertujuan untuk menjaga kebersihan tubuh dan pikiran.

Setelah membersihkan diri, ada beberapa etika dalam bercinta yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah memilih tempat yang tenang dan terhindar dari gangguan orang lain.

Selain itu, sebaiknya dilakukan di waktu yang tepat, yaitu setelah shalat Isya atau pada waktu yang tidak dilarang oleh agama.

Tidak hanya itu, setelah selesai melakukan bercinta, sebaiknya berdoa untuk memohon keselamatan dan keberkahan dari Allah SWT.

Selain itu, bekas air yang digunakan untuk membersihkan diri sebaiknya disiramkan ke setiap sudut rumah sebagai upaya untuk menghindari pengaruh buruk setan.

Dengan menjalankan etika dalam bercinta sesuai dengan ajaran agama, diharapkan hubungan suami istri dapat terjaga dengan baik dan memperoleh keberkahan dari Allah SWT.

Kitab Qurrotul Uyun dapat dijadikan sebagai pedoman untuk memahami dan menerapkan etika dalam berhubungan suami istri.

Hal-Hal yang Disunnahkan sebelum Berhubungan Suami Istri

Tata cara berhubungan suami istri syar'i
Tata cara berhubungan suami istri syar’i

Hal-hal yang disunnahkan sebelum berhubungan suami istri

Etika dalam Berhubungan Suami Istri Menurut Kitab Qurrotul Uyun

Kitab Qurrotul Uyun memuat panduan etika dalam berhubungan suami istri.

Sebelum melakukan hubungan intim, tidak boleh dilakukan secara asal-asalan dan sembarangan. Melainkan, harus dengan niat untuk memperoleh keturunan yang baik dan mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Beberapa hal yang disunnahkan sebelum berhubungan suami istri adalah sebagai berikut:

1. Istighfar

Pertama, sebelum melakukan hubungan intim, disarankan untuk memperbanyak istighfar dengan niat memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala dosa.

2. Bersuci atau Berwudhu

Kedua, disunnahkan untuk menyucikan diri dengan mandi dan berwudhu terlebih dahulu. Selanjutnya, air bekas yang digunakan untuk bersuci, disiramkan ke setiap sudut rumah dengan harapan dapat menghindarkan diri dan pasangan dari keburukan setan.

Selain itu, terdapat beberapa hal yang disunnahkan sebelum melakukan hubungan intim menurut Kitab Qurrotul Uyun.

3. Memakai Parfum atau Wewangian

Ketiga, memakai wewangian sebelum memulai hubungan intim.

4. Mendahulukan Kaki Kanan

Keempat, masuk kamar dengan mendahulukan kaki sebelah kanan.

5. Mengucapkan Salam

Kelima, mengucapkan salam kepada pasangan.

6. Shalat Sunnah 2 Raka’at

Keenam, melakukan sholat sunnah dua rokaat sebelum hubungan intim.

7. Membaca Surat-surat Al-Qur’an dan Sholawat

Ketujuh, membaca Surat Al-Fatihah tiga kali. Keenam, membaca Surat Al-Ikhlas tiga kali. Ketujuh, membaca Sholawat Nabi tiga kali.

8. Berdo’a

Kedelapan, suami meletakkan tangannya ke ubun-ubun istri sambil berdoa memohon kebaikan dan dijauhkan dari keburukan.

9. Membaca Ayat Kursial-hal 

Kesembilan, suami dan istri membaca ayat kursi sebanyak tiga kali. Setelah semua hal tersebut dilakukan, barulah dapat menyalurkan hasrat bercinta dengan membelai tubuh istri sambil berzikir.

Dalam berhubungan suami istri, diperlukan pengendalian diri dan etika yang baik.

Etika dalam bercinta menurut Kitab Qurrotul Uyun meliputi sikap hormat, perasaan kasih sayang, dan penghormatan terhadap pasangan.

Dengan menerapkan etika dalam berhubungan suami istri, hubungan rumah tangga akan semakin harmonis dan penuh keberkahan.

Hal-hal yang Dianjurkan dan yang Dilarang Menurut Kitab Qurrotul Uyun

Tata cara berhubungan suami istri menurut Qurotul Uyun sesuai anjuran islam
Tata cara berhubungan suami istri menurut Qurotul Uyun sesuai anjuran islam

Kitab Qurrotul Uyun menyatakan bahwa ada beberapa posisi dalam bercinta yang dianjurkan dalam Islam.

Pertama, suami dianjurkan untuk berada di atas dan istri di bawah.

Kedua, agar suami mudah melakukan penetrasi, panggul istri harus diganjal dengan bantal.

Ketiga, boleh juga melakukan penetrasi dari belakang.

Selain itu, sebelum memasukkan penis, dianjurkan untuk membaca basmalah. Namun, melakukan penetrasi ke lubang dubur dianggap haram dalam Islam.

Penting juga untuk memastikan bahwa suami dan istri mencapai puncak senggama atau orgasme saat melakukan hubungan intim.

Dalam melakukan hubungan suami-istri, sebaiknya suami dapat melakukan tiga atau empat ronde dalam satu waktu.

Pengetahuan mengenai etika dan tata cara bercinta suami-istri yang benar dapat membantu pasangan untuk menjalin hubungan yang sehat dan bermakna.

Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi kamu yang ingin mengetahui tata cara bercinta suami-istri dalam Islam.