<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Timsar | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/timsar/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Sun, 18 Jan 2026 16:09:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Timsar | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tim SAR Gabungan Menemukan ELT Pesawat ATR 42-500</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/tim-sar-gabungan-menemukan-elt-pesawat-atr-42-500/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2026 16:09:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Basarnas]]></category>
		<category><![CDATA[Timsar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=37559</guid>

					<description><![CDATA[Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.​ Detail Penemuan Penemuan ELT ini terjadi pada 18 Januari 2026, awalnya sempat dikira black box karena warnanya mirip, tapi dikonfirmasi sebagai ELT oleh Basarnas. ELT berfungsi memancarkan sinyal darurat saat kecelakaan, meski kali ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260118_223344_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Pangkep, Sulawesi Selatan.​</p>
<h2>Detail Penemuan</h2>
<p>Penemuan ELT ini terjadi pada 18 Januari 2026, awalnya sempat dikira black box karena warnanya mirip, tapi dikonfirmasi sebagai ELT oleh Basarnas. ELT berfungsi memancarkan sinyal darurat saat kecelakaan, meski kali ini rusak akibat tabrakan.​</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Hentikan Pencarian Pendaki Yang Hilang di Gunung Slamet</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/tim-sar-hentikan-pencarian-pendaki-yang-hilang-di-gunung-slamet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 15:50:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Timsar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=36256</guid>

					<description><![CDATA[Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember 2025.​ Kronologi Pencarian Syafiq mendaki solo via Basecamp Dipajaya, Pemalang, dan terakhir kontak orang tua saat tiba pos awal. Operasi SAR 120 personel TNI-Polri-Basarnas menyisir 9 hari (diperpanjang 2 hari), termasuk luar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260110_213252_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Tim SAR gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember 2025.​</p>
<p><strong>Kronologi Pencarian</strong></p>
<p>Syafiq mendaki solo via Basecamp Dipajaya, Pemalang, dan terakhir kontak orang tua saat tiba pos awal. Operasi SAR 120 personel TNI-Polri-Basarnas menyisir 9 hari (diperpanjang 2 hari), termasuk luar jalur hingga puncak, tapi nihil hasil akibat medan terjal dan cuaca buruk.​</p>
<p><strong>Status Terkini</strong></p>
<p>Pencarian tutup 7-9 Januari 2026, beralih ke pemantauan. Keluarga &amp; relawan lokal masih berupaya mandiri di basecamp. Rekan pendaki Himawan ditemukan selamat di Pos 9 setelah terpisah saat cari bantuan.​</p>
<p><strong>Pelajaran Keselamatan</strong></p>
<p>Kasus ini soroti bahaya pendakian &#8220;tektok&#8221; tanpa izin resmi. Basarnas ingatkan registrasi wajib dan cuaca dicek via BMKG sebelum naik gunung aktif seperti Slamet.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jasad Pelatih Valencia Yang Tenggelam di Labuan Bajo di Temukan</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/jasad-pelatih-valencia-yang-tenggelam-di-labuan-bajo-di-temukan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Jan 2026 12:49:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Labuanbajo]]></category>
		<category><![CDATA[Timsar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=35284</guid>

					<description><![CDATA[Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Fernando Martín Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF asal Spanyol, pada hari terakhir operasi pencarian di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Jenazah ditemukan mengapung di permukaan air sekitar pukul 08.45 WITA pada Minggu, 4 Januari 2026, di kawasan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, Taman [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260104_173238_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah Fernando Martín Carreras, pelatih tim B sepak bola wanita Valencia CF asal Spanyol, pada hari terakhir operasi pencarian di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Jenazah ditemukan mengapung di permukaan air sekitar pukul 08.45 WITA pada Minggu, 4 Januari 2026, di kawasan antara Pulau Seraya dan Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo.</p>
<h2>Latar Belakang Tragedi</h2>
<p>Fernando hilang setelah kapal wisata KM Putri Sakinah karam pada 26 Desember 2025, bersamanya istri dan empat anaknya yang berusia 7-12 tahun. Istri dan satu anaknya selamat, sementara satu anak perempuan sudah ditemukan sebelumnya, tetapi dua anak laki-lakinya masih belum ditemukan hingga kini.</p>
<h2>Profil Fernando</h2>
<p>Pria kelahiran 1981 ini mantan bek tengah yang pernah bermain untuk klub seperti CD Alcoyano dan FC Cartagena, sebelum menjadi pelatih di akademi Valencia CF selama lebih dari satu dekade. Ia menjabat pelatih kepala Valencia CF Femenino B pada musim 2025-2026, fokus mengembangkan pemain muda wanita di Tercera Federación.​</p>
<h2>Konfirmasi Keluarga</h2>
<p>Salah satu anggota keluarga mengonfirmasi identitas jenazah di Posko SAR Pelabuhan Marina Labuan Bajo dengan kata-kata &#8220;Father is found&#8221;, didukung identifikasi resmi dari tim DVI Polres Manggarai Barat. Operasi SAR berlangsung hingga hari ke-10 setelah perpanjangan waktu.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tim SAR Menemukan 1Jenazah Perempuan dari Tenggelamnya Kapal Putri Sakinah</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/tim-sar-menemukan-1jenazah-perempuan-dari-tenggelamnya-kapal-putri-sakinah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 07:19:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Labuanbajo]]></category>
		<category><![CDATA[Timsar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34280</guid>

					<description><![CDATA[Tim SAR gabungan menemukan jenazah satu anak perempuan pada Senin (29/12/2025) pagi sekitar pukul 06.30 WITA di perairan Pulau Serai, dekat lokasi kecelakaan kapal pinisi Putri Sakinah. Jenazah tersebut dievakuasi ke RSUD Komodo, Labuan Bajo, untuk identifikasi medis, dan diduga milik salah satu anak pelatih sepak bola Valencia CF, Martin Carreras Fernando.[1][2][3] &#160; ## Kronologi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20251229_141857_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Tim SAR gabungan menemukan jenazah satu anak perempuan pada Senin (29/12/2025) pagi sekitar pukul 06.30 WITA di perairan Pulau Serai, dekat lokasi kecelakaan kapal pinisi Putri Sakinah. Jenazah tersebut dievakuasi ke RSUD Komodo, Labuan Bajo, untuk identifikasi medis, dan diduga milik salah satu anak pelatih sepak bola Valencia CF, Martin Carreras Fernando.[1][2][3]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Kronologi Insiden</p>
<p>Kapal wisata KM Putri Sakinah membawa 11 orang, termasuk enam wisatawan Spanyol dari keluarga pelatih Valencia, tenggelam di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada Jumat (26/12/2025) malam sekitar pukul 20.30 WITA akibat mati mesin dan gelombang tinggi. Keluarga Martin terdiri dari istri Mar Martinez Ortuno dan empat anak berusia 7-12 tahun; istri serta satu anak perempuan selamat, sementara Martin dan tiga anaknya (termasuk dua laki-laki dan satu perempuan) hilang.[4][5][2][6]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Update Pencarian</p>
<p>Operasi SAR hari keempat melibatkan Basarnas, TNI, Polri, nelayan lokal, dengan penambahan kapal KN SAR Puntadewa 250; serpihan kapal sudah ditemukan sebelumnya pada hari kedua. Tiga korban lain masih hilang, pencarian terus dilakukan via patroli laut, udara, dan penyelaman hingga kedalaman 20 meter. Istri korban dilaporkan histeris saat jenazah tiba untuk identifikasi.[7][8][3][1][4]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[1](https://wartakota.tribunnews.com/news/878116/tim-sar-temukan-jenazah-anak-diduga-korban-kapal-pinisi-putri-sakinah-di-selat-komodo)</p>
<p>[2](https://news.detik.com/berita/d-8281673/1-jenazah-korban-km-putri-sakinah-yang-ditemukan-diduga-anak-pelatih-valencia)</p>
<p>[3](https://www.youtube.com/watch?v=unAzGLghKqY)</p>
<p>[4](https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20251229080652-33-697779/kronologi-tenggelamnya-kapal-pinisi-pelatih-valencia-di-labuan-bajo)</p>
<p>[5](https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251229062500-20-1311414/pelatih-valencia-dilaporkan-terjebak-di-kabin-kapal-tenggelam-di-ntt)</p>
<p>[6](https://www.metrotvnews.com/play/kM6C41Ov-pelatih-valencia-cf-femenino-dan-3-anaknya-jadi-korban-kapal-tenggelam-di-ntt)</p>
<p>[7](https://regional.kompas.com/read/2025/12/29/103035478/istri-pelatih-valencia-b-histeris-saat-jenazah-diduga-putrinya-tiba-di)</p>
<p>[8](https://www.detik.com/bali/nusra/d-8281619/1-jenazah-korban-kapal-putri-sakinah-ditemukan-diduga-anak-pelatih-valencia)</p>
<p>[9](https://www.youtube.com/watch?v=X-KOgJrmXkc)</p>
<p>[10](https://www.instagram.com/reel/DS1qAY7j6gr/)</p>
<p>[11](https://www.youtube.com/watch?v=_1iu10ZdgXg)</p>
<p>[12](https://news.detik.com/berita/d-8281629/1-jenazah-korban-kapal-pelatih-valencia-yang-tenggelam-di-labuan-bajo-ditemukan)</p>
<p>[13](https://20.detik.com/detikupdate/20251229-251229019/video-tim-sar-temukan-1-jenazah-perempuan-diduga-anak-pelatih-valencia)</p>
<p>[14](https://www.instagram.com/p/DS1ibq9CN9p/)</p>
<p>[15](https://www.youtube.com/watch?v=MkSRojuJZUA)</p>
<p>[16](https://www.infotren.id/video-aku-harus-melihatnya-tangis-ibu-pecah-saat-jenazah-diduga-anak-pelatih-valencia-tiba-di-ambulans-labuan-bajo)</p>
<p>[17](https://www.infonasional.com/jenazah-korban-kapal-pinisi-tenggelam-labuan-bajo)</p>
<p>[18](https://www.instagram.com/reel/DS1hKJpkq0p/)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Aja Gebrakannya Warga Konoha: Tim SAR Turun Tangan, Anak Indigo Ikut Dilibatkan</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/ada-aja-gebrakannya-warga-konoha-tim-sar-turun-tangan-anak-indigo-ikut-dilibatkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2025 08:23:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[BNPB]]></category>
		<category><![CDATA[Cilacap]]></category>
		<category><![CDATA[Timsar]]></category>
		<category><![CDATA[Viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33079</guid>

					<description><![CDATA[Ada Aja Gebrakannya Warga Konoha: Tim SAR Turun Tangan, Anak Indigo Ikut Dilibatkan Warga Konoha—sebutan satir yang kerap dipakai untuk menggambarkan Indonesia di jagat media sosial—kembali menghadirkan cerita yang bikin geleng kepala sekaligus mengundang perdebatan. Di tengah operasi pencarian korban bencana, tim SAR gabungan disebut melibatkan seorang anak indigo untuk membantu menunjuk lokasi korban yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251220_142749_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p><strong>Ada Aja Gebrakannya Warga Konoha: Tim SAR Turun Tangan, Anak Indigo Ikut Dilibatkan</strong></p>
<p>Warga Konoha—sebutan satir yang kerap dipakai untuk menggambarkan Indonesia di jagat media sosial—kembali menghadirkan cerita yang bikin geleng kepala sekaligus mengundang perdebatan. Di tengah operasi pencarian korban bencana, tim SAR gabungan disebut melibatkan seorang anak indigo untuk membantu menunjuk lokasi korban yang tertimbun. Tiga langkah, selesai. Praktis, cepat, dan tentu saja viral.</p>
<p>Peristiwa ini mencuat dari operasi pencarian korban longsor di Cilacap, Jawa Tengah. Setelah berhari-hari pencarian menggunakan alat berat, metode manual, hingga anjing pelacak, tim SAR menghadapi jalan buntu. Medan ekstrem, cuaca buruk, dan keterbatasan teknologi membuat proses evakuasi berjalan lambat. Di titik inilah, tekanan warga muncul—mendorong langkah yang dianggap “di luar buku panduan”.</p>
<p>Seorang anak bernama Rifal, yang oleh warga disebut memiliki kemampuan indigo, dilibatkan dalam proses pencarian. Anak tersebut diklaim mampu “melihat” atau merasakan keberadaan korban di bawah timbunan tanah. Informasi yang disampaikan kemudian dijadikan referensi tambahan bagi tim SAR di lapangan. Keputusan ini sontak memicu pro dan kontra.</p>
<p>Di satu sisi, warga melihat langkah ini sebagai bentuk ikhtiar terakhir. Dalam situasi darurat, apa pun dicoba demi menemukan korban. Narasi gotong royong ala Konoha pun menguat: ketika teknologi modern mentok, kearifan lokal—atau bahkan hal supranatural—dianggap layak dicoba. Di sisi lain, banyak pihak mempertanyakan legitimasi dan dasar ilmiah dari pelibatan anak indigo dalam operasi penyelamatan resmi.</p>
<p>Tim SAR sendiri menegaskan bahwa prosedur standar tetap menjadi acuan utama. Pelibatan anak indigo disebut bukan bagian dari metode resmi, melainkan respons terhadap dorongan masyarakat dan kondisi lapangan yang serba terbatas. Operasi tetap mengandalkan alat berat, pemetaan lokasi, serta teknik pencarian konvensional. Informasi non-teknis hanya diposisikan sebagai pelengkap, bukan penentu.</p>
<p>Fenomena ini kembali menegaskan wajah Konoha yang paradoksal: antara rasionalitas dan kepercayaan, antara sains dan mitos, antara standar profesional dan tekanan sosial. Bagi sebagian orang, ini adalah potret kegigihan warga di tengah krisis. Bagi yang lain, ini alarm keras tentang lemahnya kesiapsiagaan bencana dan minimnya teknologi pencarian yang memadai.</p>
<p>Satu hal yang pasti, gebrakan ala warga Konoha selalu punya daya tarik tersendiri. Viral, kontroversial, dan memantik diskusi publik. Pertanyaannya kini bukan lagi soal percaya atau tidak pada anak indigo, melainkan sejauh mana negara benar-benar siap menghadapi bencana—tanpa harus mengandalkan “jalan pintas” yang terus berulang setiap tragedi datang.</p>
<p>Video: infiviral.news</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
