<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Sarjana | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/sarjana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Sep 2026 08:17:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Sarjana | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kepala Desa Wonomarto Gandeng Universitas, Buka Jalan Warga Raih Gelar Sarjana</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/kepala-desa-wonomarto-gandeng-universitas-buka-jalan-warga-raih-gelar-sarjana/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 08:17:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kepala Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=45877</guid>

					<description><![CDATA[Desa Wonomarto, Lampung Utara, punya program Beasiswa Sarjana Desa. 
Bekerja sama dengan Universitas Bandar Lampung, program ini telah meluluskan 8 sarjana dan masih membiayai 10 mahasiswa berdasarkan data desa 2024.
Pemerintah desa juga memberikan bantuan biaya kos Rp2,4 juta per mahasiswa per tahun.
Tujuannya bukan hanya kuliah, tetapi agar lulusan nantinya bisa kembali dan ikut membangun desa.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi urusan keluarga. Di Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, pemerintah desa menjalankan program beasiswa sarjana bagi warga desa melalui kerja sama dengan Universitas Bandar Lampung (UBL). </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Sumber Foto: Website Resmi Desa Wonomarto Waskito Yusika memimpin Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara. Di bawah kepemimpinannya, pendidikan menjadi salah satu bagian dari upaya membangun sumber daya manusia desa." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/kepala-desa-wonomarto-gandeng-universitas-buka-jalan-warga-raih-gelar-sarjana.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Sumber Foto: Website Resmi Desa Wonomarto Waskito Yusika memimpin Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara. Di bawah kepemimpinannya, pendidikan menjadi salah satu bagian dari upaya membangun sumber daya manusia desa." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id" /><figcaption>Sumber Foto: Website Resmi Desa Wonomarto Waskito Yusika memimpin Desa Wonomarto, Kecamatan Kotabumi Utara, Lampung Utara. Di bawah kepemimpinannya, pendidikan menjadi salah satu bagian dari upaya membangun sumber daya manusia desa.</figcaption></figure>
<p>Program tersebut digagas saat Waskito Yusika menjabat sebagai Kepala Desa Wonomarto. Pemerintah desa menyebut program ini sebagai salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Salah satu programnya adalah beasiswa desa yang bekerja sama dengan Universitas Bandar Lampung. Program ini membantu warga Wonomarto melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana tanpa harus meninggalkan desa begitu saja." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/kepala-desa-wonomarto-gandeng-universitas-buka-jalan-warga-raih-gelar-sarjana-1.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Salah satu programnya adalah beasiswa desa yang bekerja sama dengan Universitas Bandar Lampung. Program ini membantu warga Wonomarto melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana tanpa harus meninggalkan desa begitu saja." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id" /><figcaption>Salah satu programnya adalah beasiswa desa yang bekerja sama dengan Universitas Bandar Lampung. Program ini membantu warga Wonomarto melanjutkan pendidikan hingga jenjang sarjana tanpa harus meninggalkan desa begitu saja.</figcaption></figure>
<p>Program beasiswa tersebut telah berjalan sejak sekitar 2017–2018. Berdasarkan data yang dipublikasikan Pemerintah Desa Wonomarto pada 2024, sebanyak delapan mahasiswa telah menyelesaikan pendidikan dan memperoleh gelar sarjana, sementara 10 mahasiswa lainnya masih menjalani studi di UBL. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Hingga 2024, program tersebut telah mengantarkan 8 warga meraih gelar sarjana, sementara 10 mahasiswa masih menjalani kuliah di Universitas Bandar Lampung." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/kepala-desa-wonomarto-gandeng-universitas-buka-jalan-warga-raih-gelar-sarjana-2.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Hingga 2024, program tersebut telah mengantarkan 8 warga meraih gelar sarjana, sementara 10 mahasiswa masih menjalani kuliah di Universitas Bandar Lampung." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id" /><figcaption>Hingga 2024, program tersebut telah mengantarkan 8 warga meraih gelar sarjana, sementara 10 mahasiswa masih menjalani kuliah di Universitas Bandar Lampung.</figcaption></figure>
<p>Menariknya, skema bantuan tidak hanya mengandalkan satu sumber pembiayaan. Biaya kuliah disebut diberikan secara gratis melalui kerja sama dengan UBL, sementara sebagian mahasiswa memperoleh dukungan uang saku melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP). </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Pemerintah desa juga memberikan bantuan biaya tempat tinggal bagi mahasiswa penerima program. Pada 2024, anggaran desa yang digunakan mencapai Rp24 juta per tahun untuk membantu biaya kos mahasiswa." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/kepala-desa-wonomarto-gandeng-universitas-buka-jalan-warga-raih-gelar-sarjana-3.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Pemerintah desa juga memberikan bantuan biaya tempat tinggal bagi mahasiswa penerima program. Pada 2024, anggaran desa yang digunakan mencapai Rp24 juta per tahun untuk membantu biaya kos mahasiswa." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id" /><figcaption>Pemerintah desa juga memberikan bantuan biaya tempat tinggal bagi mahasiswa penerima program. Pada 2024, anggaran desa yang digunakan mencapai Rp24 juta per tahun untuk membantu biaya kos mahasiswa.</figcaption></figure>
<p>Pemerintah Desa Wonomarto juga memberikan bantuan untuk biaya tempat tinggal atau kos. Pada 2024, desa mengalokasikan Rp24 juta untuk bantuan tersebut, dengan nilai Rp2,4 juta per mahasiswa per tahun bagi 10 penerima. </p>
<p>Dengan demikian, program tersebut tidak sekadar memberikan akses kuliah, tetapi juga mencoba mengurangi salah satu beban mahasiswa yang harus menempuh pendidikan di luar desa, yakni biaya tempat tinggal.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Perhatian Waskito terhadap pendidikan tidak berhenti di perguruan tinggi. TK Cahaya Hati di Dusun Karangsari didirikan di atas tanah desa yang kemudian dihibahkan untuk sekolah tersebut." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/kepala-desa-wonomarto-gandeng-universitas-buka-jalan-warga-raih-gelar-sarjana-4.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Perhatian Waskito terhadap pendidikan tidak berhenti di perguruan tinggi. TK Cahaya Hati di Dusun Karangsari didirikan di atas tanah desa yang kemudian dihibahkan untuk sekolah tersebut." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id" /><figcaption>Perhatian Waskito terhadap pendidikan tidak berhenti di perguruan tinggi. TK Cahaya Hati di Dusun Karangsari didirikan di atas tanah desa yang kemudian dihibahkan untuk sekolah tersebut.</figcaption></figure>
<p>Dalam pelaksanaannya, pemerintah desa juga mengumpulkan orang tua mahasiswa untuk berkomunikasi mengenai perkembangan pendidikan anak-anak mereka. Pemerintah desa berharap para penerima beasiswa yang telah menyelesaikan pendidikan nantinya dapat kembali dan ikut berkontribusi dalam pembangunan desa. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Bagi Waskito, program pendidikan itu diarahkan agar warga yang telah menyelesaikar kuliah bisa kembali dan ikut membangun desa. Pendidikan pun tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi bagian dari pembangunan Wonomarto." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/kepala-desa-wonomarto-gandeng-universitas-buka-jalan-warga-raih-gelar-sarjana-5.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Bagi Waskito, program pendidikan itu diarahkan agar warga yang telah menyelesaikar kuliah bisa kembali dan ikut membangun desa. Pendidikan pun tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi bagian dari pembangunan Wonomarto." data-pewarta-inline-source="Instagram/mental_juara.id" /><figcaption>Bagi Waskito, program pendidikan itu diarahkan agar warga yang telah menyelesaikar kuliah bisa kembali dan ikut membangun desa. Pendidikan pun tidak hanya menjadi urusan pribadi, tetapi bagian dari pembangunan Wonomarto.</figcaption></figure>
<p>Program pendidikan ini menjadi bagian dari sejumlah program pembangunan yang pernah dijalankan Wonomarto. Pemerintah desa sebelumnya juga mengembangkan BUMDes, usaha ekonomi masyarakat, wisata desa, serta program pengelolaan sampah sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. </p>
<p>Kisah Wonomarto menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan jalan atau fasilitas fisik. Investasi pada pendidikan warga juga dapat menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>Dengan delapan lulusan dan 10 mahasiswa yang masih menjalani studi berdasarkan data 2024, program tersebut telah memberikan akses pendidikan tinggi kepada sejumlah warga desa. Tantangan berikutnya adalah memastikan keberlanjutan program dan bagaimana para lulusan nantinya dapat berkontribusi kembali bagi masyarakat Wonomarto.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bikin Bangga! Gelar Sarjana Tak Menghalangi Mereka untuk Kerja Apa Saja, yang Penting Halal</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/bikin-bangga-gelar-sarjana-tak-menghalangi-mereka-untuk-kerja-apa-saja-yang-penting-halal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erniyati Khalida]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2026 12:33:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerjaan Halal]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Sarjana]]></category>
		<category><![CDATA[UMKM]]></category>
		<category><![CDATA[Usaha Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[Wirausaha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=45413</guid>

					<description><![CDATA[Gelar sarjana tidak selalu berujung pada pekerjaan kantoran. Sejumlah lulusan memilih berjualan makanan, membuka warteg, berdagang, menjadi petani, hingga bekerja sebagai tukang cuci.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Gelar sarjana tidak selalu membawa seseorang ke ruang kantor dengan jam kerja tetap. Bagi sejumlah lulusan, ijazah justru menjadi bekal untuk memilih jalan kerja yang berbeda, termasuk berjualan makanan, mengelola warteg, berdagang, bertani, dan menjalankan usaha kecil.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Lulusan S1 perfilman IKJ dan S2 antropologi UGM berjualan makanan Indo-Belanda. Kedainya berada di Jogja dan segera akan dibuka di Bandung." data-pewarta-inline-source="Instagram"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-138.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Lulusan S1 perfilman IKJ dan S2 antropologi UGM berjualan makanan Indo-Belanda. Kedainya berada di Jogja dan segera akan dibuka di Bandung." data-pewarta-inline-source="Instagram" /><figcaption>Lulusan S1 perfilman IKJ dan S2 antropologi UGM berjualan makanan Indo-Belanda. Kedainya berada di Jogja dan segera akan dibuka di Bandung.</figcaption></figure>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Aku kaa lulusan S1 ekonomi unbraw, Skrg puji Tuhan awal jualan hotwheels ini dr cuma 2 meja dan begini tampilannya skrg udh mau jalan 3 bulan udh nambah meja.. kadang sepi kadang rame tp belajar bersyukur semoga awal tahun bisa punya toko kecil kecilan&#x1f979;" data-pewarta-inline-source="Instagram"><img decoding="async" width="960" height="960" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-139.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Aku kaa lulusan S1 ekonomi unbraw, Skrg puji Tuhan awal jualan hotwheels ini dr cuma 2 meja dan begini tampilannya skrg udh mau jalan 3 bulan udh nambah meja.. kadang sepi kadang rame tp belajar bersyukur semoga awal tahun bisa punya toko kecil kecilan&#x1f979;" data-pewarta-inline-source="Instagram" /><figcaption>Aku kaa lulusan S1 ekonomi unbraw, Skrg puji Tuhan awal jualan hotwheels ini dr cuma 2 meja dan begini tampilannya skrg udh mau jalan 3 bulan udh nambah meja.. kadang sepi kadang rame tp belajar bersyukur semoga awal tahun bisa punya toko kecil kecilan<img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f979.png" alt="🥹" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></figcaption></figure>
<p>Pilihan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tinggi tidak otomatis menentukan bentuk pekerjaan seseorang. Gelar dapat menjadi modal pengetahuan dan cara berpikir, tetapi keputusan mengenai pekerjaan tetap dipengaruhi oleh kesempatan, kondisi ekonomi, minat, serta kebutuhan hidup.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Gak tamat kuliah film karena faktor ekonomi. Sempet jd penulis skenario menghasilkan satu film horor masih tayang di platform streaming. Sekarang sudah melepas cita² jadi filmmaker, gak mau ngoyo sama sesuatu yg sudah tidak selaras dengan diri. Fokus jualan nasi kepal di Cipondoh, Tangerang Kota sambil ngonten di 3 channel YouTube." data-pewarta-inline-source="Instagram"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-140.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Gak tamat kuliah film karena faktor ekonomi. Sempet jd penulis skenario menghasilkan satu film horor masih tayang di platform streaming. Sekarang sudah melepas cita² jadi filmmaker, gak mau ngoyo sama sesuatu yg sudah tidak selaras dengan diri. Fokus jualan nasi kepal di Cipondoh, Tangerang Kota sambil ngonten di 3 channel YouTube." data-pewarta-inline-source="Instagram" /><figcaption>Gak tamat kuliah film karena faktor ekonomi. Sempet jd penulis skenario menghasilkan satu film horor masih tayang di platform streaming. Sekarang sudah melepas cita² jadi filmmaker, gak mau ngoyo sama sesuatu yg sudah tidak selaras dengan diri. Fokus jualan nasi kepal di Cipondoh, Tangerang Kota sambil ngonten di 3 channel YouTube.</figcaption></figure>
<p>Beberapa kisah menunjukkan beragam jalur yang ditempuh setelah atau selama kuliah. Lulusan perfilman Institut Kesenian Jakarta dan antropologi Universitas Gadjah Mada disebut berjualan makanan Indo-Belanda, dengan kedai yang berada di Yogyakarta dan rencana pembukaan di Bandung.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="S1 perikanan UB. Alhamdulillah jadi petani dan pedagang bawang merah &#x1f602;" data-pewarta-inline-source="Instagram"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-141.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="S1 perikanan UB. Alhamdulillah jadi petani dan pedagang bawang merah &#x1f602;" data-pewarta-inline-source="Instagram" /><figcaption>S1 perikanan UB. Alhamdulillah jadi petani dan pedagang bawang merah <img src="https://s.w.org/images/core/emoji/17.0.2/72x72/1f602.png" alt="😂" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /></figcaption></figure>
<p>Ada pula lulusan ekonomi Universitas Brawijaya yang memulai usaha berjualan Hot Wheels dari dua meja. Setelah tiga bulan, usahanya berkembang hingga hampir memiliki tiga meja, meski jumlah pembeli disebut masih naik turun. Lulusan lain memilih berjualan nasi kepal di Cipondoh, Kota Tangerang, setelah tidak melanjutkan kuliah film karena faktor ekonomi dan sempat menulis skenario film horor yang tayang di platform streaming.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="cocok.... S1 Sastra Inggris. Pernah kerja di perusahaan Singapura &amp; Belanda sbg content manager. Sekarang: Jualan dimsum 1000an" data-pewarta-inline-source="Instagram"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-142.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="cocok.... S1 Sastra Inggris. Pernah kerja di perusahaan Singapura &amp; Belanda sbg content manager. Sekarang: Jualan dimsum 1000an" data-pewarta-inline-source="Instagram" /><figcaption>cocok&#8230;. S1 Sastra Inggris. Pernah kerja di perusahaan Singapura &amp; Belanda sbg content manager. Sekarang: Jualan dimsum 1000an</figcaption></figure>
<p>Jalur usaha juga ditempuh oleh lulusan S1 perikanan Universitas Brawijaya yang menjadi petani sekaligus pedagang bawang merah. Lulusan Sastra Inggris yang pernah bekerja sebagai content manager di perusahaan Singapura dan Belanda memilih berjualan dimsum. Sementara itu, seorang lulusan Manajemen menjalankan warteg yang telah dirintis sejak semester tiga kuliah.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="S1 lulusan Manajemen, sekarang jadi owner warteg kak. Btw aku jualan warteg zaman kuliah semester 3 - Alhamdulillah sampai sekarang bertahan" data-pewarta-inline-source="Instagram"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-143.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="S1 lulusan Manajemen, sekarang jadi owner warteg kak. Btw aku jualan warteg zaman kuliah semester 3 - Alhamdulillah sampai sekarang bertahan" data-pewarta-inline-source="Instagram" /><figcaption>S1 lulusan Manajemen, sekarang jadi owner warteg kak. Btw aku jualan warteg zaman kuliah semester 3 &#8211; Alhamdulillah sampai sekarang bertahan</figcaption></figure>
<p>Pilihan pekerjaan lainnya datang dari lulusan Manajemen yang mengaku belum pernah bekerja di perusahaan dan kini menjadi tukang cuci. Kisah-kisah tersebut memiliki latar belakang berbeda, tetapi sama-sama memperlihatkan bahwa pekerjaan tidak selalu dapat diukur dari prestise jabatan atau kesesuaian dengan bidang studi.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Aku lulus Manajemen 2023 sampe sekarang gapernah kerja tapi malah jadi tukang cuci. Alhamdulillah masyaallah" data-pewarta-inline-source="Instagram"><img decoding="async" width="1024" height="1024" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-144.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Aku lulus Manajemen 2023 sampe sekarang gapernah kerja tapi malah jadi tukang cuci. Alhamdulillah masyaallah" data-pewarta-inline-source="Instagram" /><figcaption>Aku lulus Manajemen 2023 sampe sekarang gapernah kerja tapi malah jadi tukang cuci. Alhamdulillah masyaallah</figcaption></figure>
<p>Ukuran keberhasilan akhirnya tidak hanya terletak pada gelar atau nama profesi. Usaha untuk memperoleh penghasilan halal, memenuhi kebutuhan keluarga, dan mengembangkan pekerjaan secara berkelanjutan juga menjadi bagian dari perjalanan para lulusan tersebut.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/gambar-pewarta-145.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="" /></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
