<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Perempuan | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/perempuan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Sep 2026 03:43:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Perempuan | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Karena Dendam dan Ingin Kuasai Rumah, Perempuan di Bandung Tew*s di Tangan Anak Tiri</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/karena-dendam-dan-ingin-kuasai-rumah-perempuan-di-bandung-tews-di-tangan-anak-tiri/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 03:43:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Anak Tiri]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=45944</guid>

					<description><![CDATA[Seorang perempuan berusia 53 tahun, Apriyanti, meninggal setelah diduga diserang anak tirinya di Panyileukan, Bandung. Polisi menyebut korban mengalami luka tusuk setelah sebelumnya diduga disetrum dan masih mendalami motif dendam serta dugaan penguasaan rumah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang perempuan bernama Apriyanti (53) meninggal dunia setelah mengalami serangan di rumahnya di Jalan Pamitran VI, Kelurahan Cipadung Kulon, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026) sore.</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi ketika Apriyanti berada di rumah bersama anak tirinya, DH (32). Suami korban yang juga merupakan ayah kandung DH sedang bekerja di luar rumah saat kejadian berlangsung. Berdasarkan keterangan awal kepolisian, korban saat itu berada di ruang tamu ketika didatangi pelaku. </p>
<p>Kapolsek Panyileukan AKP Anang Sunarya mengatakan, serangan tersebut diduga diawali dengan penggunaan alat kejut listrik. Setelah itu, korban diserang menggunakan pisau dapur secara berulang.</p>
<p>Akibat kejadian tersebut, Apriyanti mengalami sejumlah luka tusuk, antara lain pada bagian leher, perut, pelipis kanan, dan mata kanan. Warga yang mengetahui kejadian kemudian membawa korban ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Namun, nyawanya tidak tertolong. Jenazah korban selanjutnya dibawa ke RS Polri Sartika Asih Bandung untuk menjalani pemeriksaan medis dan kepentingan penyidikan. </p>
<p>Setelah kejadian, DH diamankan oleh warga dan kemudian diserahkan kepada kepolisian. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara lebih lengkap. </p>
<p>Dalam pemeriksaan awal, polisi memperoleh keterangan mengenai dugaan persoalan antara pelaku dan korban. DH disebut menyimpan rasa sakit hati dan dendam terhadap ibu tirinya. Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan keinginan pelaku untuk menguasai rumah yang ditempati korban dan keluarganya.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku, polisi mengungkap bahwa aksi kejam ini dipicu oleh rasa dendam akibat masalah personal, di mana pelaku mengaku kerap tidak diberi makan oleh korban. Selain itu, ada pula indikasi motif penguasaan harta." data-pewarta-inline-source="Koran Gala"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/karena-dendam-dan-ingin-kuasai-rumah-perempuan-di-bandung-tews-di-tangan-anak-tiri.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku, polisi mengungkap bahwa aksi kejam ini dipicu oleh rasa dendam akibat masalah personal, di mana pelaku mengaku kerap tidak diberi makan oleh korban. Selain itu, ada pula indikasi motif penguasaan harta." data-pewarta-inline-source="Koran Gala" /><figcaption>Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap pelaku, polisi mengungkap bahwa aksi kejam ini dipicu oleh rasa dendam akibat masalah personal, di mana pelaku mengaku kerap tidak diberi makan oleh korban. Selain itu, ada pula indikasi motif penguasaan harta.</figcaption></figure>
<p>Keterangan mengenai motif tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan. Polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memastikan latar belakang serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan kematian Apriyanti. </p>
<p>Kasus tersebut kini ditangani Polsek Panyileukan. DH telah diamankan untuk menjalani proses hukum, sementara penyidik masih mendalami seluruh fakta terkait peristiwa yang terjadi di rumah tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tenyata Bencana Banjir Aceh Lebih parah dari dampak Tsunami yang terjadi di tahun 2004.!</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/tenyata-bencana-banjir-aceh-lebih-parah-dari-dampak-tsunami-yang-terjadi-di-tahun-2004/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 10:36:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[akses]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33481</guid>

					<description><![CDATA[Pengungsi banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang mengalami beban psikologis berat, seperti peningkatan sensitivitas emosi, mudah marah, sering melamun, hingga mimpi buruk dikejar air. Psikolog klinis Yulia Direzkia menyatakan trauma ini lebih parah daripada tsunami Aceh 2004 karena keterlambatan pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan layanan kesehatan. Kondisi tenda pengungsian yang sempit, lembap, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251223_171530_0000-scaled.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Pengungsi banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang mengalami beban psikologis berat, seperti peningkatan sensitivitas emosi, mudah marah, sering melamun, hingga mimpi buruk dikejar air. Psikolog klinis Yulia Direzkia menyatakan trauma ini lebih parah daripada tsunami Aceh 2004 karena keterlambatan pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan layanan kesehatan. Kondisi tenda pengungsian yang sempit, lembap, dan minim fasilitas memperburuk stres fisik serta mental para penyintas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cerita Pengungsi</p>
<p>Ratnawati (54 tahun) dari Desa Suka Jadi sering emosional karena kesulitan akses air dan ketidakadilan bantuan sembako, sementara cucu-cucunya rewel dan menangis berjam-jam. Warno (56 tahun) mengaku sering melamun dan berharap malam tiba agar tak kepikiran kehancuran rumahnya. Nursahati (30 tahun) menyoroti kebutuhan konseling bagi anak-anak yang trauma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampak Psikologis</p>
<p>Pengungsi merasa lelah fisik dan mental, dengan gejala acute stress disorder yang berisiko jadi PTSD kronis jika tak ditangani, termasuk kilas balik dan ledakan emosi. Psikolog merekomendasikan Psychological First Aid (PFA) sejak fase darurat: amati, dengar, dan hubungkan ke bantuan dasar. Korban juga takut hujan turun, menandakan kecemasan tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Upaya Pemulihan</p>
<p>Polda Aceh telah berikan trauma healing ke 350 pengungsi di Posko Desa Sriwijaya, fokus anak, perempuan, dan lansia. TNI AL lakukan pemulihan emosional di Posko Dusun Rantau Pauh via Dinas Psikologi. BKKBN Aceh prioritaskan kelompok rentan untuk pulihkan kondisi normal p</p>
<p>ascabencana.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jejak Perjuangan Perempuan: Cikal Bakal Terbentuknya Hari Ibu</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/jejak-perjuangan-perempuan-cikal-bakal-terbentuknya-hari-ibu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 15:43:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33446</guid>

					<description><![CDATA[Hari Ibu 22 Desember: Jejak Perjuangan Perempuan di Balik Perayaan &#160; Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember di Indonesia bukan sekadar momentum memberikan bunga atau ucapan kasih sayang dalam lingkup keluarga. Di balik perayaan tersebut, tersimpan sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam menuntut kesetaraan, keadilan, dan peran strategis dalam pembangunan bangsa. &#160; Hari Ibu berakar [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251222_223951_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Hari Ibu 22 Desember: Jejak Perjuangan Perempuan di Balik Perayaan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peringatan Hari Ibu setiap 22 Desember di Indonesia bukan sekadar momentum memberikan bunga atau ucapan kasih sayang dalam lingkup keluarga. Di balik perayaan tersebut, tersimpan sejarah panjang perjuangan perempuan Indonesia dalam menuntut kesetaraan, keadilan, dan peran strategis dalam pembangunan bangsa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hari Ibu berakar dari semangat pergerakan perempuan pada masa awal kebangkitan nasional. Momentum ini lahir dari Kongres Perempuan Indonesia Pertama yang digelar di Yogyakarta pada 22–25 Desember 1928, hanya beberapa bulan setelah Sumpah Pemuda dikumandangkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kongres tersebut dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari berbagai daerah, di antaranya Aisyiyah, Wanita Utomo, dan organisasi perempuan lainnya. Para peserta membahas isu-isu krusial pada masa itu, seperti akses pendidikan bagi perempuan, keadilan dalam perkawinan, perlindungan hak perempuan, serta keterlibatan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari kongres tersebut lahir Perikatan Perempuan Indonesia (PPI), sebuah wadah persatuan organisasi perempuan yang menjadi tonggak penting gerakan perempuan nasional. Kehadiran PPI menandai kesadaran kolektif bahwa perempuan memiliki peran vital dalam kehidupan sosial, politik, dan kebangsaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengakuan negara terhadap perjuangan ini datang pada 1959. Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 316 menetapkan 22 Desember sebagai Hari Ibu. Penetapan ini dimaksudkan untuk mengenang Kongres Perempuan Indonesia dan menegaskan peran perempuan sebagai bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional, bukan semata-mata dalam ranah domestik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seiring berjalannya waktu, makna Hari Ibu kerap bergeser menjadi perayaan peran ibu dalam keluarga. Namun, esensi historisnya tetap relevan hingga kini. Hari Ibu menjadi pengingat atas diskriminasi yang pernah dialami perempuan, terutama dalam akses pendidikan, ruang politik, dan kesempatan ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di era modern, semangat Hari Ibu juga mencerminkan perjuangan yang masih berlanjut, mulai dari upaya melawan kekerasan berbasis gender, memperjuangkan kesetaraan kesempatan kerja, hingga mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan di berbagai sektor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan demikian, Hari Ibu di Indonesia bukan hanya simbol kasih sayang, melainkan momentum refleksi atas perjuangan panjang perempuan dalam membangun bangsa—sebuah perjuangan yang dimulai hampir satu abad lalu dan terus berlanjut hingga hari ini.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Survei KPPPA: 24 Juta Perempuan di Indonesia Pernah Alami Kekerasan, KPPPA Mendorong Pelaporan dan Perlu Kolaborasi dalam Sosialisasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/survei-kpppa-24-juta-perempuan-di-indonesia-pernah-alami-kekerasan-kpppa-mendorong-pelaporan-dan-perlu-kolaborasi-dalam-sosialisasi-uu-tindak-pidana-kekerasan-seksual/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardi Sentosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Jul 2023 08:41:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=27267</guid>

					<description><![CDATA[Pewarta Nusantara, Nasional &#8211; Survei yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengungkapkan bahwa sekitar 26,1 persen perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Jumlah ini setara dengan sekitar 24 juta perempuan jika dibandingkan dengan total populasi perempuan di Indonesia. Ratna Susianawati, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA, menjelaskan bahwa banyak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Pewarta Nusantara" href="https://www.pewartanusantara.com"><b>Pewarta Nusantara</b></a>, <strong>Nasional</strong> &#8211; Survei yang dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengungkapkan bahwa sekitar 26,1 persen perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya.</p>
<p>Jumlah ini setara dengan sekitar 24 juta perempuan jika dibandingkan dengan total populasi perempuan di Indonesia.</p>
<p>Ratna Susianawati, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan KPPPA, menjelaskan bahwa banyak korban kekerasan yang memilih untuk tidak melaporkan kasus tersebut.</p>
<p>Hal ini disebabkan oleh adanya pandangan masyarakat, norma, dan budaya patriarki yang masih kuat di Indonesia.</p>
<p>Laporan terhadap kekerasan seksual masih dianggap tabu dan pelaporan seringkali dihadapi dengan rasa takut akan sanksi sosial.</p>
<p>Baca Juga; <a title="Kejagung Gelar Penggeledahan dan Penyitaan Terkait Kasus Ekspor CPO" href="https://www.pewartanusantara.com/kejagung-gelar-penggeledahan-dan-penyitaan-terkait-kasus-ekspor-cpo/" rel="bookmark">Kejagung Gelar Penggeledahan dan Penyitaan Terkait Kasus Ekspor CPO</a></p>
<p>Ratna mendorong para korban kekerasan untuk berani melaporkan kasus yang dialami, terutama setelah disahkannya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS).</p>
<p>Undang-undang ini memberikan perlindungan menyeluruh bagi korban, termasuk dalam hal penanganan, perlindungan, pemulihan, dan penegakan hukum.</p>
<p>UU TPKS juga mengakomodir keterangan korban sebagai alat bukti, yang memberikan dukungan lebih lanjut bagi korban dalam menghadapi proses hukum.</p>
<p>KPPPA saat ini sedang menyusun aturan turunan dari UU TPKS dan tahap harmonisasi telah dimulai. Ratna menekankan bahwa meskipun aturan turunan masih dalam proses, UU TPKS sudah berlaku dan aparat penegak hukum dapat mengacu padanya saat menerima laporan kasus kekerasan seksual.</p>
<p>Selain penindakan, pentingnya upaya pencegahan juga ditekankan oleh Ratna. Kerja sama dan kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, daerah, lembaga masyarakat, dunia usaha, dan media dianggap penting dalam melakukan sosialisasi mengenai isu kekerasan seksual, termasuk sosialisasi UU TPKS.</p>
<p>Dengan upaya bersama ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah korban kekerasan seksual dan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi mereka yang telah menjadi korban. (*Ibs)</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cara Membalas Penolakan Cewek</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/cara-membalas-penolakan-cewek/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ahmad Ali Adhim]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 16 Feb 2019 04:37:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Galau]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=2458</guid>

					<description><![CDATA[Cara Membalas Penolakan Cewek Oleh : Ahmad Ali Adhim “Cinta diterima itu hadiah, cinta ditolak itu musibah,” setuju dengan penggalan kata-kata tersebut? Tulisan ini tentu tidak berlaku bagi cowok yang mendapat hadiah atau cintanya terbalas, tapi setidaknya akan berguna bagi cintanya yang terkena musibah alias ditolak. Penolakan pun beragam-macam, lihat-lihat siapa yang menolak, ada yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Cara Membalas Penolakan Cewek</strong></p>
<p>Oleh : Ahmad Ali Adhim</p>
<p>“Cinta diterima itu hadiah, cinta ditolak itu musibah,” setuju dengan penggalan kata-kata tersebut? Tulisan ini tentu tidak berlaku bagi cowok yang mendapat hadiah atau cintanya terbalas, tapi setidaknya akan berguna bagi cintanya yang terkena musibah alias ditolak.</p>
<p>Penolakan pun beragam-macam, lihat-lihat siapa yang menolak, ada yang halus ada yang kasar, tapi inilah kalimat penolakan yang sering digunakan cewek. Dan ketika cewek menolakmu dengan kalimat ini, setidaknya kamu masih bisa membalas, biar kelihatan berjuang, bukan hanya menerima nasib hingga badan adem panas dan lemas. Meskipun pada akhirnya tetep aja ditolak. Wkwk</p>
<h2>1. Kamu Terlalu Baik Buat Aku</h2>
<p>Ini adalah alasan paling klise yang harus kamu terima, lantaran sidoi tidak ingin melukai hatimu, akhirnya untuk mencari aman, sidoi mengangkat derajatmu dengan mengatakan kalau kamu terlalu baik. Dan inilah Balasan buat cewek yang menolakmu dengan kalimat indah di atas.</p>
<h3>a. Kalau Aku Baik, Tentu Kamu Terima Dong?</h3>
<p>Mana mungkin pria baik akan ditolak? Ya, gak sih? Perusahaan kecil aja nyari karyawan yang baik, diseleksi seketat mungkin, mulai dari penampilan hingga kepribadian. Apalagi perusahaan besar? Tapi, stop. Ini soal cinta, bukan soal kerja, jadi wajar gak jawaban itu? Perlu dicatat ya, meski jomblo, tak ada mahkluk yang diciptakan tuhan untuk diseleksi ya! Kalau mau nolak, udah terus terang aja, gak usah bilang kalau aku terlalu baik.</p>
<p>Membalas penolakan dengan pertanyaan seperti itu, dijamin akan bikin cewek yang menolakmu semakin kehilangan selera sastra dan bikin kamu makin sakit hati, bayangin aja kalau dia menolak dengan bahasa yang jujur. “Maaf, kamu jelek, gak cocok buat aku.” Piye perasaanmu jal? Ndlongop-</p>
<h3>b. Bisa Gak Buktiin Kalau Aku Baik?</h3>
<p>Udah tau kalau sidoi gak suka sama kamu, masih aja nguber-nguber. Dasar jomblo pemalas, kayak gak bisa cari yang lain aja wkwkw</p>
<p>Jadi, meskipun kamu mencoba minta penjelasan ke dia tentang kadar kebaikanmu, kagak bakal dijawab, yang ada pertanyaanmu gak akan dibalas, cuman diread doang! Nasib-nasib, sabar ya mblo-</p>
<h2>2. Aku Mau Fokus Kerja Atau Studi Dulu</h2>
<p>Dua jawaban andalan itu gak bakalan kamu dapetin dari cewek yang sudah lulus sekolah atau kuliah yang masih nganggur. Jadi kalau kamu ditolak karena alesan kerja dan studi, itu artinya kamu mencintai orang yang rajian dan pekerja keras. Inilah balasan yang bisa kamu coba ketika menghadapi dua tipe cewek yang menolakmu itu.</p>
<h3>a. Aku Siap Bantu Ngerjain Tugas Sekolah/Kuliahmu</h3>
<p>Jangan dikira penolakan itu karena kamu bakalan menyita waktu dia untuk mengerjakan tugas sekolah atau kuliahnya, sadar woy. Dia nolak kamu itu karena dia gak punya waktu buat kamu, jadi kamu harus paham kalau dia punya waktu untuk yang lain, untuk itu mundur sajalah. wkwkwkw</p>
<h3>b. Aku Siap Menemanimu Bekerja</h3>
<p>Kalau kamu pengen tetep berjuang, kalimat di atas akan sedikit membuat gadis incaranmu berpikir dua kali, dia akan mempertimbangkan apakah kamu bisa dimanfaatin atau enggak? Jadi siap-siap aja diterima, tapi kamu akan jadi korban ketika beban kerjaan cewekmu banyak, dan kamu yang akan menanggungnya. Siap? Kalau gak siap, mending terima aja penolakannya wkwkw</p>
<h4>3. Aku Cuma Menganggapmu Teman</h4>
<p>Penolakan seperti ini biasanya terjadi ketika kalian udah lama saling kenal, tapi sayangnya dia tak mempunyai perasaan yang sama dengan perasaanmu. Baru saja kamu mencoba menyatakan cinta, dia udah bilang, kita berteman sudah lama loh, masak akan kita kotori dengan cinta? Dengan berteman kita tak akan pernah putus, kalau kita pacaran, kita punya potensi untuk putus. Iya gak? Kita berteman aja ya? Kalau kamu ditolak karena alasan tersebut, cobalah balas dengan kalimat ini.</p>
<h3>a. Teman Hidup Untuk Selamanya ya?</h3>
<p>Cobalah bertanya seperti itu, mungkin dia akan menolakmu sekali lagi, “Iya teman yang jadi saksi aku nikah.” Jadi tak ada gunanya kamu membalas penolakan orang yang sudah manteb menolakmu, mending kamu belajar mencintai yang lain, move on Mblo.!</p>
<h3>b. Aku Mau Jadi Temanmu, Asal dengan Satu Syarat</h3>
<p>Hahahaha ini balasan penolakan cinta yang paling berani, udah tau kalau ditolak, malah ngasih syarat segala. Kagak mungkin diterima nih, dia makin sebel sama kamu, jadi jangan membalas dengan kalimat itu yah Mblo!</p>
<h2>4. Kamu Datang di Saat yang Tidak Tepat</h2>
<p>Ini adalah kalimat penolakan dari cewek yang sebenarnya dia juga cinta sama kamu, tapi dia udah terlanjut jadian sama orang lain. Jadi bersabarlah, separuh hatinya sudah berhasil kamu goncangkan, tinggal kamu aja, berani jadi pelakor apa enggak? Wkwkw<br />
Kalau dia menolakmu dengan jawaban di atas, cobalah balas dengan kalimat ini.</p>
<h3>a. Meskipun Tidak Tepat Waktu, Cinta Selalu Tepat Sasaran, dan Kamulah Sasaran Cintaku</h3>
<p>Logika cinta kalau sudah dikait-kaitkan dengan waktu ini yang susah, jadi waktu yang disalahin, selain itu cintamu terpaksa harus kandas. Balasan penolakan yang satu ini sebenarnya percuma, tapi tak ada salahnya untuk dicoba, itung-itung sebagai kata-kata bijak, hmmm</p>
<h3>b. Berarti aku gak beruntung</h3>
<p>Balasan penolakan degan kalimat ini akan membuatmu tenang dan dia akan merasa bebas, sebab dia gak akan kamu ganggu lagi. Maka dari itu, kalau suka sama cewek jangan diem aja, segeralah ungkapkan, sedetik saja kamu telat, kamu bakalan ditolak karena “datang di saat yang tak tepat.” Kasian deh lu wkwk</p>
<p>Selamat berjuang Mblooooo&#8230;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
