<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>NTT &#8211; Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/ntt/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Thu, 26 Feb 2026 16:22:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>NTT &#8211; Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Waspada! Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi Malam Ini: Abu Tinggi 250 Meter</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/waspada-gunung-ili-lewotolok-erupsi-lagi-malam-ini-abu-tinggi-250-meter/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2026 16:22:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Erupsi Ili Lewotolok]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Meletus]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=43452</guid>

					<description><![CDATA[Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami letusan lagi pada malam 26 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WITA, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak. ​PVMBG menghimbau masyarakat untuk waspada dan menjauh dari radius aman, meskipun status gunung baru diturunkan menjadi Level II (Waspada) beberapa hari sebelumnya setelah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/b1-43.jpg" class="rssfeatured" alt="Waspada! Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi Malam Ini: Abu Tinggi 250 Meter" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/b1-43.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="Waspada! Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi Malam Ini: Abu Tinggi 250 Meter"></figure><figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/b2-44.jpg" alt=""></figure>
<div class="block-text">
<p>Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami letusan lagi pada malam 26 Februari 2026 sekitar pukul 19.30 WITA, menyemburkan kolom abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak.</p>
<p>​PVMBG menghimbau masyarakat untuk waspada dan menjauh dari radius aman, meskipun status gunung baru diturunkan menjadi Level II (Waspada) beberapa hari sebelumnya setelah periode aktivitas tinggi.</p>
<p></p>
<p>Letusan ini terekam seismograf dengan amplitudo sedang, menghasilkan abu berwarna kelabu tebal yang mengarah ke timur laut, berpotensi mengganggu pernapasan dan visibilitas di desa sekitar seperti Ile Werang atau Atalo。 Letusan berlangsung singkat sekitar 1 menit, tanpa laporan lontaran material panas signifikan, namun getaran dirasakan hingga 3 km. Ini merupakan letusan ke-10 atau lebih sejak awal tahun 2026, menempatkan gunung ini di urutan atas aktivitas vulkanik nasional setelah Semeru.</p>
<p></p>
<p>Pagi 24 Februari 2026, status diturunkan dari Siaga (Level III) ke Waspada setelah penurunan gempa erupsi dari ribuan menjadi ratusan per hari, dengan data 1-15 Februari menunjukkan 1.760 gempa erupsi dan 4.410 hembusan。 Namun, aktivitas tetap fluktuatif: erupsi dua kali pada 19 Januari (abu 400-500 m), plus 29 letusan lain ciptakan pijaran api, batuk pilek warga, dan rusak sayuran akibat abu. Gunung setinggi 1.923 mdpl ini tipe strato, rawan letusan freatik-magmatik di kawah selatan.</p>
<h2></h2>
<p>Warga diimbau memakai masker, menutup sumber udara, melindungi tanaman, dan menghindari radius 2-2,5 km pusat kawah plus sektoral selatan-tenggara/barat; pendaki dilarang mendekat。 Dampak sebelumnya termasuk mata perih, batuk, dan kerugian pertanian kecil; potensi lahar hujan di musim hujan. Pantau via MAGMA Indonesia untuk update, koordinasi BPBD Lembata siaga 24 jam.</p>
</div>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/waspada-gunung-ili-lewotolok-erupsi-lagi-malam-ini-abu-tinggi-250-meter/">Waspada! Gunung Ili Lewotolok Erupsi Lagi Malam Ini: Abu Tinggi 250 Meter</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga Bocah Yang Bund*r NTT Ternyata Tidak Terdaftar Penerima Bansos! Pemerintah Evaluasi</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/keluarga-bocah-yang-bundr-ntt-ternyata-tidak-terdaftar-penerima-bansos-pemerintah-evaluasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2026 14:18:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BansosNTT]]></category>
		<category><![CDATA[BunuhDiriAnak]]></category>
		<category><![CDATA[DaruratMental]]></category>
		<category><![CDATA[KemenPPPA]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Perlindungananak]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo KemiskinanAnak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=40428</guid>

					<description><![CDATA[Seorang siswa SD kelas IV berinisial YBR (10 tahun) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, diduga bunuh diri pada 29 Januari 2026 karena kecewa ibunya tak mampu membeli buku dan pulpen yang dimintanya. Keluarga korban ternyata tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos), sehingga gagal terjangkau program pemerintah di tengah kondisi ekonomi sulit, dengan orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/88012.jpg" class="rssfeatured" alt="Keluarga Bocah Yang Bund*r NTT Ternyata Tidak Terdaftar Penerima Bansos! Pemerintah Evaluasi" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/88012.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="Keluarga Bocah Yang Bund*r NTT Ternyata Tidak Terdaftar Penerima Bansos! Pemerintah Evaluasi"></figure><figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/SumberVOI.id_20260205_203401_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Seorang siswa SD kelas IV berinisial YBR (10 tahun) di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT, diduga bunuh diri pada 29 Januari 2026 karena kecewa ibunya tak mampu membeli buku dan pulpen yang dimintanya. Keluarga korban ternyata tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos), sehingga gagal terjangkau program pemerintah di tengah kondisi ekonomi sulit, dengan orang tua yang bercerai dan ibu menikah berkali-kali.​</p>
<p>KemenPPPA dan Dinas PPPA setempat memberikan pendampingan psikologis kepada ibu, nenek, dan saudara korban untuk cegah trauma lanjutan. Mensos menekankan penguatan data keluarga rentan agar kasus serupa tak terulang, sementara Polda <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/ntt/">NTT</a> menyantuni keluarga dan dalami motif via surat perpisahan korban.​</p>
</div>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/keluarga-bocah-yang-bundr-ntt-ternyata-tidak-terdaftar-penerima-bansos-pemerintah-evaluasi/">Keluarga Bocah Yang Bund*r NTT Ternyata Tidak Terdaftar Penerima Bansos! Pemerintah Evaluasi</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kemendikdasmen: Siswa SD Ngada Penerima PIP, Kasus Jadi Alarm Pendidikan</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/kemendikdasmen-siswa-sd-ngada-penerima-pip-kasus-jadi-alarm-pendidikan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Feb 2026 13:29:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Kemiskinan Ekstrem]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Program Indonesia Pintar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=40275</guid>

					<description><![CDATA[Kemendikdasmen mengonfirmasi bahwa siswa SD berinisial YS (atau variasi YBR/YBS) di Ngada, NTT, yang diduga bunuh diri pada 29 Januari 2026, merupakan penerima Program Indonesia Pintar (PIP). Siswa kelas IV SD ini ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih dekat pondok neneknya di Kecamatan Jerebuu. Penyelidikan awal Polda NTT menyebut motif putus asa karena orang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/e1-6.jpg" class="rssfeatured" alt="Kemendikdasmen: Siswa SD Ngada Penerima PIP, Kasus Jadi Alarm Pendidikan" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/e1-6.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="Kemendikdasmen: Siswa SD Ngada Penerima PIP, Kasus Jadi Alarm Pendidikan"></figure><figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/e2-6.jpg" alt=""></figure>
<div class="block-text">
<p>Kemendikdasmen mengonfirmasi bahwa siswa SD berinisial YS (atau variasi YBR/YBS) di Ngada, NTT, yang diduga bunuh diri pada 29 Januari 2026, merupakan penerima <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/program-indonesia-pintar/">Program Indonesia Pintar</a> (PIP).</p>
<h2></h2>
<p>Siswa kelas IV SD ini ditemukan tewas gantung diri di pohon cengkih dekat pondok neneknya di Kecamatan Jerebuu. Penyelidikan awal Polda <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/ntt/">NTT</a> menyebut motif putus asa karena orang tua tak mampu belikan buku dan alat tulis, meski ia tinggal bersama nenek dan orang tua di desa tetangga.​</p>
<h2></h2>
<p>Kemendikdasmen menyoroti status PIP almarhum sebagai bukti program bantuan berjalan, tapi desakan Komisi X DPR dan Mensos minta perbaikan data <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/kemiskinan-ekstrem/">Kemiskinan Ekstrem</a> serta layanan psikologi. Polisi beri pendampingan keluarga, sementara kasus jadi alarm pendidikan di daerah terpencil.</p>
</div>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/kemendikdasmen-siswa-sd-ngada-penerima-pip-kasus-jadi-alarm-pendidikan/">Kemendikdasmen: Siswa SD Ngada Penerima PIP, Kasus Jadi Alarm Pendidikan</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KM Putri Sakinah Tenggelam di Perairan Pulau Padar 4 WN Spanyol Hilang</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/km-putri-sakinah-tenggelam-di-perairan-pulau-padar-4-wn-spanyol-hilang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Dec 2025 12:58:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Kapaltenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Labuanbajo]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Polda]]></category>
		<category><![CDATA[WNSPAYOL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34018</guid>

					<description><![CDATA[Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12/2025) pukul 20.30 WITA setelah mati mesin dan dihantam gelombang tinggi 2-3 meter. Sebanyak 11 orang di kapal tersebut, termasuk enam turis Spanyol, empat kru, dan satu pemandu wisata. Hingga Sabtu (27/12/2025), tujuh orang telah dievakuasi selamat, sementara empat WNA Spanyol [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/53638.png" class="rssfeatured" alt="KM Putri Sakinah Tenggelam di Perairan Pulau Padar 4 WN Spanyol Hilang" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/53638.png" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="KM Putri Sakinah Tenggelam di Perairan Pulau Padar 4 WN Spanyol Hilang"></figure><figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20251227_195430_0000-1.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Kapal wisata KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, pada Jumat (26/12/2025) pukul 20.30 WITA setelah mati mesin dan dihantam gelombang tinggi 2-3 meter. Sebanyak 11 orang di kapal tersebut, termasuk enam turis Spanyol, empat kru, dan satu pemandu wisata. Hingga Sabtu (27/12/2025), tujuh orang telah dievakuasi selamat, sementara empat WNA Spanyol (satu keluarga: suami, istri, anak laki-laki, anak perempuan) masih hilang dan pencarian dilanjutkan.[1][2][3][4][5]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Kronologi Kejadian</p>
<p>Kapal berangkat dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 WITA untuk wisata malam. Setelah 30 menit, mesin mati di Selat Pulau Padar akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, menyebabkan kapal tenggelam cepat. Laporan diterima Basarnas pukul 20.45 WITA, memicu respons cepat dari tim gabungan.[2][3][6][7][1]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Status Evakuasi</p>
<p>Tiga penumpang diselamatkan oleh Kapal Nepton yang melintas, sementara empat lainnya oleh Tim SAR gabungan menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat. Korban selamat terdiri dari dua WNA Spanyol, empat kru, dan satu guide; mereka dievakuasi ke Labuan Bajo. Kondisi malam gelap dan cuaca buruk menghambat evakuasi awal.[3][4][7][8][1]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Upaya Pencarian Terkini</p>
<p>Pada hari kedua (27/12), tim SAR gabungan menyisir perairan utara Pulau Padar hingga pukul 18.00 WITA menggunakan RIB Basarnas, KSOP Labuan Bajo, Lanal Maumere, dan Ditpolairud <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/polda/">Polda</a> <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/ntt/">NTT</a>. Mereka menemukan serpihan kapal, tabung gas, puing, serta body kamar nahkoda sejauh lima nautical mile dari lokasi. Pencarian hari ketiga dijadwalkan Minggu (28/12) dengan peralatan selam tambahan.[5][9][10][11]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[1](https://regional.kompas.com/read/2025/12/27/160956978/kapal-wisata-angkut-6-turis-spanyol-tenggelam-di-pulau-padar-polisi-ungkap)</p>
<p>[2](https://news.okezone.com/read/2025/12/27/340/3192169/kronologi-kapal-wisata-bawa-turis-spanyol-tenggelam-di-labuan-bajo)</p>
<p>[3](https://tribratanewsntt.com/ditpolairud-polda-ntt-dan-unsur-maritim-bergerak-cepat-pasca-tenggelamnya-km-putri-sakinah-di-selat-padar)</p>
<p>[4](https://www.jawapos.com/berita-sekitar-anda/017003915/kapal-wisata-km-putri-sakinah-tenggelam-di-perairan-pulau-padar-labuan-bajo-4-wisatawan-asal-spanyol-hilang)</p>
<p>[5](https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2025/tim-sar-temukan-serpihan-kapal-wisata-di-perairan-labuan-bajo-pencarian-korban-berlanjut/)</p>
<p>[6](https://kalsel.antaranews.com/berita/497986/kapal-wisata-tenggelam-di-labuan-bajo-tujuh-korban-berhasil-dievakuasi)</p>
<p>[7](https://www.youtube.com/watch?v=BWJqrlVZMTE)</p>
<p>[8](https://www.youtube.com/watch?v=1n6S61aHKdY)</p>
<p>[9](https://www.merdeka.com/peristiwa/tim-sar-temukan-serpihan-kapal-wisata-tenggelam-labuan-bajo-4-wna-spanyol-masih-hilang-513205-mvk.html)</p>
<p>[10](https://mureks.co.id/tim-sar-terus-cari-4-wna-spanyol-hilang-serpihan-km-putri-sakinah-ditemukan-di-labuan-bajo)</p>
<p>[11](https://www.cnnindonesia.com/nasional/20251227185630-20-1311153/4-wn-spanyol-hilang-korban-kapal-tenggelam-labuan-bajo-satu-keluarga)</p>
<p>[12](https://news.detik.com/berita/d-8280086/serpihan-kapal-tenggelam-di-labuhan-bajo-ditemukan-4-wn-spanyol-masih-hilang)</p>
<p>[13](https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/94628/kronologi-kapal-wisata-tenggelam-di-labuan-bajo-4-orang-hilang)</p>
<p>[14](https://www.youtube.com/watch?v=n91XNhNaAKY)</p>
<p>[15](https://www.instagram.com/reel/DSw3ozDCXjs/)</p>
<p>[16](https://www.poskota.co.id/2025/12/27/km-putri-sakinah-tenggelam-di-perairan-pulau-padar-labuan-bajo-empat-turis-spanyol-hilang)</p>
<p>[17](https://regional.kompas.com/read/2025/12/27/114349178/kronologi-kapal-wisata-tenggelam-di-pulau-padar-7-selamat-dan-4-wn-spanyol)</p>
<p>[18](https://www.instagram.com/reel/DSxGA7FjYOL/)</p>
<p>[19](https://ntt.viva.co.id/news/2879-pecahan-km-putri-sakinah-terapung-tim-sar-terus-mencari-korban-sekeluarga-ayah-dan-3-anak-asal-spanyol)</p>
</div>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/km-putri-sakinah-tenggelam-di-perairan-pulau-padar-4-wn-spanyol-hilang/">KM Putri Sakinah Tenggelam di Perairan Pulau Padar 4 WN Spanyol Hilang</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heboh!! Anak-anak di NTT Bermain Dengan Ikan Paus Raksasa Dengan Santai</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/heboh-anak-anak-di-ntt-bermain-dengan-ikan-paus-raksasa-dengan-santai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 15:32:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Avatar]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33435</guid>

					<description><![CDATA[Anak-anak di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi viral karena bermain santai di atas ikan paus raksasa tanpa rasa takut. Video yang terekam traveller menunjukkan mereka berenang di sekitar paus, naik ke punggungnya, dan berinteraksi seperti teman dekat, mirip adegan film Avatar. ​ Lokasi dan Budaya Desa Lamalera terkenal sebagai kampung nelayan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/ntt.jpg" class="rssfeatured" alt="Heboh!! Anak-anak di NTT Bermain Dengan Ikan Paus Raksasa Dengan Santai" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/ntt.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="Heboh!! Anak-anak di NTT Bermain Dengan Ikan Paus Raksasa Dengan Santai"></figure><div class="block-text">
<p>Anak-anak di Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi viral karena bermain santai di atas ikan paus raksasa tanpa rasa takut. Video yang terekam traveller menunjukkan mereka berenang di sekitar paus, naik ke punggungnya, dan berinteraksi seperti teman dekat, mirip adegan film <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/avatar/">Avatar</a>.</p>
<p>​</p>
<h2>Lokasi dan Budaya</h2>
<p>Desa Lamalera terkenal sebagai kampung nelayan paus tradisional, di mana warga hidup harmonis dengan paus sperma sejak generasi lalu. Anak-anak tumbuh dengan keakraban ini, berenang dan bermain di perairan Lamalera yang kaya biota laut.</p>
<p>​</p>
<h2>Momen Viral</h2>
<p>Rekaman tunjukkan bocah-bocah lincah lompat ke punggung paus, renang bareng, dan tertawa riang di laut dalam. Harmoni manusia-paus ini jadi simbol pelestarian alam di <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/ntt/">NTT</a>.</p>
<p>​</p>
<h2>Respons Publik</h2>
<p>Netizen heboh sebut "Avatar versi Indonesia", puji kemandirian dan respek anak NTT terhadap alam. Video ramai di Instagram, Facebook, dan TikTok sebagai inspirasi lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video: Instagram/mansyursagran_</p>
</div>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/heboh-anak-anak-di-ntt-bermain-dengan-ikan-paus-raksasa-dengan-santai/">Heboh!! Anak-anak di NTT Bermain Dengan Ikan Paus Raksasa Dengan Santai</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Avatar ternyata Ada di Indonesia: Potret Kedekatan Warga Flores</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/avatar-ternyata-ada-di-indonesia-potret-kedekatan-warga-flores/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2025 10:34:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Avatar]]></category>
		<category><![CDATA[Flores]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[paus]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33352</guid>

					<description><![CDATA[Anak-Anak Lamalera Bermain di Atas paus, Potret Kedekatan Warga Flores dengan Laut &#160; Sebuah momen tak biasa dari Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar luas, terlihat sejumlah anak-anak dengan santai bermain dan berenang di sekitar, bahkan di atas, seekor paus sperma di perairan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/50296-1-scaled.jpg" class="rssfeatured" alt="Avatar ternyata Ada di Indonesia: Potret Kedekatan Warga Flores" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/50296-1-scaled.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="Avatar ternyata Ada di Indonesia: Potret Kedekatan Warga Flores"></figure><figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251222_172702_0000-scaled.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Anak-Anak Lamalera Bermain di Atas <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/paus/">paus</a>, Potret Kedekatan Warga <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/flores/">Flores</a> dengan Laut</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebuah momen tak biasa dari Desa Lamalera, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendadak viral di media sosial. Dalam sebuah video yang beredar luas, terlihat sejumlah anak-anak dengan santai bermain dan berenang di sekitar, bahkan di atas, seekor paus sperma di perairan setempat. Keberanian mereka sontak memantik perhatian publik dunia maya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rekaman tersebut memperlihatkan bagaimana anak-anak Flores itu berinteraksi tanpa rasa takut dengan mamalia laut raksasa yang bagi sebagian besar orang dianggap menakutkan. Alih-alih panik, mereka tampak akrab dan tenang, seolah paus adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Video yang dibagikan oleh traveller @mansyursagran_ itu pun disebut-sebut netizen menyerupai adegan film fiksi ilmiah <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/avatar/">Avatar</a> di dunia nyata.</p>
<p>Fenomena ini tidak lepas dari latar belakang Desa Lamalera yang dikenal sebagai salah satu kampung nelayan paus terakhir di dunia. Selama ratusan tahun, masyarakat Lamalera menggantungkan hidup pada laut, termasuk melalui tradisi berburu paus secara turun-temurun dengan cara tradisional. Kedekatan dengan laut tersebut membentuk karakter warga sejak usia dini, membuat anak-anak terbiasa berenang dan berinteraksi dengan berbagai biota laut, termasuk paus.</p>
<p>Bagi masyarakat setempat, paus bukan sekadar makhluk asing, melainkan bagian dari ekosistem dan tradisi hidup mereka. Anak-anak Lamalera tumbuh dengan pemahaman dan keberanian yang diwariskan dari generasi ke generasi, sehingga interaksi dengan paus tidak dipandang sebagai sesuatu yang luar biasa.</p>
<p>Video ini kemudian menyebar cepat di Instagram dan Facebook, memicu beragam reaksi kagum dari warganet. Banyak yang menyebut keberanian anak-anak Lamalera sebagai sesuatu yang luar biasa dan mencerminkan kuatnya budaya maritim masyarakat Flores. Unggahan tersebut tercatat mendapat ribuan tanda suka, komentar, dan dibagikan ulang dalam waktu singkat.</p>
<p>Di tengah arus modernisasi, momen viral ini menjadi pengingat akan keberagaman budaya Indonesia, sekaligus potret hubungan harmonis antara manusia dan alam yang masih terjaga di sudut timur Nusantara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video: voktis.id</p>
</div>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/avatar-ternyata-ada-di-indonesia-potret-kedekatan-warga-flores/">Avatar ternyata Ada di Indonesia: Potret Kedekatan Warga Flores</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kampung Adat Waru Wora Terbakar.</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/kampung-adat-waru-wora-terbakar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Dec 2025 01:10:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Terbakar]]></category>
		<category><![CDATA[Waru Woro]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=32444</guid>

					<description><![CDATA[Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, NTT, dilanda kebakaran hebat pada Jumat, 5 Desember 2025, yang menghanguskan 28 rumah adat.​ Kronologi Kejadian Api bermula sekitar pukul 16.00 WITA dari atap belakang rumah warga Marsel Yeru, kemungkinan akibat korsleting listrik atau aktivitas warga mengambil kayu. Petugas gabungan dengan tiga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/41276.jpg" class="rssfeatured" alt="Kampung Adat Waru Wora Terbakar." decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/41276.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="Kampung Adat Waru Wora Terbakar."></figure><figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251216_191401_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Kampung Adat Waru Wora di Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, NTT, dilanda kebakaran hebat pada Jumat, 5 Desember 2025, yang menghanguskan 28 rumah adat.​</p>
<h2>Kronologi Kejadian</h2>
<p>Api bermula sekitar pukul 16.00 WITA dari atap belakang rumah warga Marsel Yeru, kemungkinan akibat korsleting listrik atau aktivitas warga mengambil kayu. Petugas gabungan dengan tiga mobil tangki memadamkan api hingga terkendali pukul 17.45 WITA, diikuti pendinginan semalaman; tidak ada korban jiwa.​​</p>
<h2>Dampak dan Bantuan</h2>
<p>Musibah ini memengaruhi 41 kepala keluarga atau 139 jiwa yang kehilangan tempat tinggal, dengan kerugian ratusan juta rupiah pada rumah menara beratap ilalang ikonik Sumba. Partai Perindo Sumba Barat salurkan bantuan peralatan rumah tangga pada 13 Desember 2025, sementara polisi selidiki penyebab pasti.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/kampung-adat-waru-wora-terbakar/">Kampung Adat Waru Wora Terbakar.</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rabies Menyebabkan Korban Meninggal di Timor Tengah Selatan Bertambah, Total Lima Orang Meninggal Dunia</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/rabies-menyebabkan-korban-meninggal-di-timor-tengah-selatan-bertambah-total-lima-orang-meninggal-duniarabies-menyebabkan-korban-meninggal-di-timor-tengah-selatan-bertambah-total-lima-orang-meninggal/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardi Sentosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jun 2023 06:41:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Ady Tallo]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Satuan Tugas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=23142</guid>

					<description><![CDATA[Pewarta Nusantara, Yogyakarta - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan kasus rabies memberikan informasi bahwa jumlah korban meninggal akibat gigitan anjing rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), telah bertambah menjadi lima orang. Ketua Satgas Penanganan kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ady Tallo, mengungkapkan bahwa satu orang lagi meninggal dunia [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2023/06/Untitled-design-2023-06-30T133235.323.jpg" class="rssfeatured" alt="Rabies Menyebabkan Korban Meninggal di Timor Tengah Selatan Bertambah, Total Lima Orang Meninggal Dunia" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2023/06/Untitled-design-2023-06-30T133235.323.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="Rabies Menyebabkan Korban Meninggal di Timor Tengah Selatan Bertambah, Total Lima Orang Meninggal Dunia"></figure><p><a title="Pewarta Nusantara" href="https://www.pewartanusantara.com"><b>Pewarta Nusantara</b></a>, <strong>Yogyakarta</strong> - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan kasus rabies memberikan informasi bahwa jumlah korban meninggal akibat gigitan anjing rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),</p>
<p>Provinsi Nusa Tenggara Timur (<a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/ntt">NTT</a>), telah bertambah menjadi lima orang. Ketua Satgas Penanganan kasus rabies di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Ady Tallo, mengungkapkan bahwa satu orang lagi meninggal dunia pada Rabu (28/6) lalu.</p>
<p>Hal ini membuat jumlah korban meninggal akibat gigitan anjing rabies di daerah tersebut menjadi lima orang. Menurut <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/ady-tallo/">Ady Tallo</a>, salah satu korban yang meninggal adalah MT (7) yang digigit anjing pada bulan April 2023.</p>
<p>Kondisinya memburuk dalam beberapa hari terakhir sehingga korban dilarikan ke RSUD Soe. Korban lain yang meninggal adalah MS (7), yang merupakan korban meninggal akibat rabies yang kelima di Kabupaten Timor Tengah Selatan.</p>
<p>Baca Juga: <a title="Kemenkes RI Klarifikasi: RUU Kesehatan Tidak Akan Menghapus Organisasi Profesi" href="https://www.pewartanusantara.com/kemenkes-ri-klarifikasi-ruu-kesehatan-tidak-akan-menghapus-organisasi-profesi/" rel="bookmark">Kemenkes RI Klarifikasi: RUU Kesehatan Tidak Akan Menghapus Organisasi Profesi</a></p>
<p>Sebelumnya, terdapat empat orang korban yang terdiri dari tiga anak kecil dan satu orang dewasa. Dengan tambahan satu korban lagi, jumlah kematian akibat gigitan anjing rabies mencapai lima orang.</p>
<p>Ady Tallo juga menjelaskan bahwa terdapat 594 kasus gigitan anjing di Kabupaten TTS yang tersebar di 29 kecamatan dan 151 desa.</p>
<p>Wilayah tersebut telah ditetapkan sebagai daerah Kejadian Luar Biasa (KLB) rabies. Dari total korban gigitan, terdapat satu bayi, 95 balita, 201 anak sekolah, 238 orang dewasa, dan 59 orang lanjut usia.</p>
<p>Dalam hal gejala klinis, enam orang menunjukkan gejala khas rabies, 84 orang memiliki gejala yang bukan rabies, dan 504 orang lainnya belum menunjukkan gejala apapun. (*Ibs)</p>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/rabies-menyebabkan-korban-meninggal-di-timor-tengah-selatan-bertambah-total-lima-orang-meninggal-duniarabies-menyebabkan-korban-meninggal-di-timor-tengah-selatan-bertambah-total-lima-orang-meninggal/">Rabies Menyebabkan Korban Meninggal di Timor Tengah Selatan Bertambah, Total Lima Orang Meninggal Dunia</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
