<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Lembaga Bahtsul Masail &#8211; Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/lembaga-bahtsul-masail/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jun 2023 13:19:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Lembaga Bahtsul Masail &#8211; Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>PWNU Jabar Mengeluarkan Larangan Sekolah di Pondok Pesantren Al-Zaytun</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/news/pwnu-jabar-mengeluarkan-larangan-sekolah-di-pondok-pesantren-al-zaytun/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Ardi Sentosa]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jun 2023 13:19:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[LBM]]></category>
		<category><![CDATA[LBM NU Jabar]]></category>
		<category><![CDATA[Lembaga Bahtsul Masail]]></category>
		<category><![CDATA[Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Al-Zaytun]]></category>
		<category><![CDATA[PWNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=17637</guid>

					<description><![CDATA[Pewarta Nusantara, Indramayu - Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat telah mengambil keputusan yang melarang orang tua menyekolahkan anak-anak mereka di Pondok Pesantren Al-Zaytun, yang terletak di Indramayu, Jawa Barat. Keputusan ini diambil karena ajaran yang diajarkan di pesantren tersebut dianggap menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah. Menurut LBM NU [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img width="1200" height="675" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2023/06/Untitled-design-2023-06-19T145521.288-768x499.jpg" class="rssfeatured" alt="PWNU Jabar Mengeluarkan Larangan Sekolah di Pondok Pesantren Al-Zaytun" decoding="async" srcset="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2023/06/Untitled-design-2023-06-19T145521.288-768x499.jpg" sizes="(max-width: 1200px) 100vw" title="PWNU Jabar Mengeluarkan Larangan Sekolah di Pondok Pesantren Al-Zaytun"></figure><p><a title="Pewarta Nusantara" href="https://www.pewartanusantara.com"><b>Pewarta Nusantara</b></a>, <strong>Indramayu</strong> - Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat telah mengambil keputusan yang melarang orang tua menyekolahkan anak-anak mereka di <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/pondok-pesantren-al-zaytun">Pondok Pesantren Al-Zaytun</a>, yang terletak di Indramayu, Jawa Barat.</p>
<p>Keputusan ini diambil karena ajaran yang diajarkan di pesantren tersebut dianggap menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.</p>
<p>Menurut <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/lbm/">LBM</a> NU Jabar, salah satu alasan utama larangan ini adalah karena mereka meyakini bahwa pesantren ini menciptakan lingkungan yang buruk yang dianggap sebagai pelaku penyimpangan.</p>
<p>Selain itu, LBM NU Jabar khawatir bahwa jumlah anggota kelompok yang menyimpang akan bertambah jika anak-anak disekolahkan di pesantren ini.</p>
<p>PWNU Jabar melalui LBM-nya menyatakan bahwa mereka mengharapkan orang tua untuk memilihkan pesantren yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan dikenal kompetensinya dalam bidang ilmu agama.</p>
<p>Selain itu, mereka juga menyatakan bahwa Ma'had Al-Zaytun telah menyimpang dari ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah.</p>
<p>Polemik terjadi karena perbedaan pandangan dalam penafsiran ayat Alquran dan praktik salat berjarak yang dilakukan oleh Al-Zaytun.</p>
<p><a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/lbm-nu-jabar">LBM NU Jabar</a> berpendapat bahwa penafsiran yang dilakukan oleh Al-Zaytun tidak mengikuti metodologi penafsiran ayat secara ilmiah yang telah ditetapkan.</p>
<p>Mereka juga mengkritik pandangan Al-Zaytun yang bertentangan dengan hadis sahih dan kesepakatan ulama terkait anjuran merapatkan barisan salat.</p>
<p>LBM NU Jabar juga menyoroti praktik salam dan penyanyian lagu "Havenu shalom alachem" yang diucapkan oleh pimpinan Al-Zaytun dan menjadi viral di media sosial.</p>
<p>Mereka berpendapat bahwa lagu tersebut memiliki keterkaitan yang kuat dengan agama Yahudi dan bahwa menyanyikan lagu tersebut dianggap haram.</p>
<p>Ketua Tanfidziyah <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/pwnu/">PWNU</a> Jawa Barat, Juhadi Muhammad, memberikan rekomendasi kepada pemerintah terkait polemik Ma'had Al-Zaytun.</p>
<p>Rekomendasi tersebut mencakup tindakan tegas terhadap Al-Zaytun dan tokohnya yang terbukti melakukan penyimpangan, serta perlindungan masyarakat dari bahaya penyimpangan yang mungkin terjadi di Ma'had Al-Zaytun.</p>
<p>Kontroversi ini telah menimbulkan aksi protes dari massa yang mengatasnamakan Forum Indramayu Menggugat (FIM) terkait dugaan ajaran sesat di <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/pondok-pesantren-al-zaytun/">Pondok Pesantren Al-Zaytun</a>.</p>
<p>Konflik tersebut mencapai puncaknya ketika massa dari Pondok Pesantren Al-Zaytun berkumpul untuk menghadang para pendemo, yang menyebabkan ketegangan antara kedua belah pihak.</p>
<p>Polemik yang terjadi antara PWNU Jabar dan Pondok Pesantren Al-Zaytun telah menciptakan situasi tegang antara kedua belah pihak.</p>
<p>Forum Indramayu Menggugat (FIM) telah melakukan aksi protes terhadap dugaan ajaran sesat yang dianut oleh pesantren tersebut.</p>
<p>Di sisi lain, massa dari Pondok Pesantren Al-Zaytun juga berkumpul untuk menghadang para pendemo. Ketegangan antara kedua kelompok ini menunjukkan perbedaan pandangan yang sangat dalam terkait ajaran dan praktik yang dianut oleh Pondok Pesantren Al-Zaytun.</p>
<p>Pada satu sisi, PWNU Jabar melalui LBM-nya menyatakan bahwa pesantren tersebut telah menyimpang dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah dan bahwa pendidikan di sana dianggap haram.</p>
<p>Mereka mengkritik penafsiran sembarangan terhadap Alquran, praktik salat berjarak, serta penyanyian lagu yang memiliki keterkaitan dengan agama Yahudi.</p>
<p>PWNU Jabar menekankan pentingnya memilih pesantren yang memiliki sanad keilmuan yang jelas dan kompetensi dalam bidang ilmu agama.</p>
<p>Di sisi lain, pihak Pondok Pesantren Al-Zaytun menyebut diri mereka sebagai lembaga pendidikan yang memiliki visi dan misi untuk membangun generasi yang memiliki kecakapan spiritual, akhlakul karimah, dan kecakapan berpikir tinggi.</p>
<p>Mereka berpendapat bahwa ajaran dan praktik yang mereka lakukan memiliki dasar-dasar keilmuan dan dapat memberikan kontribusi positif bagi peserta didik.</p>
<p>Konflik antara PWNU Jabar dan Pondok Pesantren Al-Zaytun merupakan perwujudan dari perbedaan pandangan dan penafsiran terhadap ajaran agama.</p>
<p>Kedua belah pihak memiliki argumen dan keyakinan masing-masing yang menjadi dasar dari keputusan dan tindakan yang mereka ambil.</p>
<p>Situasi ini menunjukkan kompleksitas dalam memahami dan menerima perbedaan dalam hal agama dan keyakinan.</p>
<p>Dalam menghadapi polemik ini, Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Barat, Juhadi Muhammad, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan penanganan masalah ini kepada pihak yang berwenang.</p>
<p>Hal ini menunjukkan pentingnya penyelesaian konflik melalui jalur yang legal dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.</p>
<p>Kesimpangsiuran pandangan dan ketegangan antara kedua belah pihak menunjukkan pentingnya dialog dan dialog yang konstruktif dalam menyelesaikan perbedaan pendapat.</p>
<p>Diperlukan pendekatan yang saling menghormati dan memahami untuk mencapai pemahaman bersama dan penyelesaian yang adil dalam konteks keagamaan dan pendidikan. (*Ibs)</p>
<p>© 2026. Artikel <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com/news/pwnu-jabar-mengeluarkan-larangan-sekolah-di-pondok-pesantren-al-zaytun/">PWNU Jabar Mengeluarkan Larangan Sekolah di Pondok Pesantren Al-Zaytun</a> diterbitkan pertamakali di <a rel="nofollow" href="https://www.pewartanusantara.com">Pewarta Nusantara</a>.</p>]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
