<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kopdes | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/kopdes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 16 Oct 2026 07:12:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Kopdes | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Truk Berlogo Kopdes Merah Putih di Sukabumi Terciduk Angkut BBM Pertalite</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/truk-berlogo-kopdes-merah-putih-di-sukabumi-terciduk-angkut-bbm-pertalite/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2026 07:08:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[Truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=47194</guid>

					<description><![CDATA[Polres Sukabumi mengamankan truk berlogo Kopdes Merah Putih yang mengangkut lebih dari 100 jeriken Pertalite di balik tumpukan karung. Polisi menyelidiki dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi, asal muatan, dan tujuan penjualannya.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah truk putih berlogo Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi, Jawa Barat, setelah ditemukan mengangkut lebih dari 100 jeriken berisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Muatan tersebut diduga berkaitan dengan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi dan disamarkan menggunakan tumpukan karung serta terpal biru.</p>
<p>Kasus ini menjadi sorotan setelah foto truk tersebut beredar di media sosial. Dalam gambar yang dibagikan akun Indonesian Core, kendaraan tampak terparkir dengan bak tertutup terpal biru. Pada sisi truk terlihat tulisan Koperasi Desa Merah Putih, sementara polisi menemukan jeriken berisi BBM di balik tumpukan karung yang berada di bagian bak kendaraan.</p>
<p>Berdasarkan laporan detikJabar, pengamanan truk bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di kawasan pesisir Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Kendaraan tersebut diamankan pada Minggu malam, 11 Oktober 2026, untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, membenarkan bahwa BBM yang ditemukan di dalam jeriken merupakan Pertalite. Dari pemeriksaan awal, jumlahnya mencapai lebih dari 100 jeriken. Polisi juga sedang menelusuri bagaimana BBM tersebut diperoleh, siapa saja yang terlibat, serta apakah pengangkutannya dilengkapi izin yang sesuai dengan ketentuan.</p>
<p>Penyidik menduga BBM tersebut direncanakan untuk dijual kembali kepada sejumlah pengecer di wilayah Kabupaten Sukabumi. Meski demikian, tujuan distribusi dan peruntukan akhir muatan masih didalami. Polisi belum menyampaikan kesimpulan akhir mengenai pihak yang bertanggung jawab maupun status hukum setiap orang yang terkait dengan kasus ini.</p>
<p>Hal lain yang menjadi perhatian penyidik adalah penggunaan karung berisi gabah atau bahan pakan untuk menutupi jeriken. Muatan tersebut membuat BBM tidak langsung terlihat dari luar bak truk. Polisi masih menyelidiki apakah penutupan itu memang dimaksudkan untuk menyamarkan keberadaan BBM atau memiliki alasan lain.</p>
<p>Kendaraan yang diamankan diketahui berupa truk Hino 300 berwarna putih dengan pelat nomor sementara. Identitas Koperasi Desa Merah Putih terlihat pada bagian samping kendaraan. Namun, keberadaan logo tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa lembaga koperasi secara institusional terlibat dalam dugaan penyalahgunaan BBM. Hubungan antara kendaraan, pengelola armada, dan pihak-pihak terkait masih perlu dibuktikan melalui proses penyidikan.</p>
<p>Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar penyalurannya sesuai aturan dan tepat sasaran. Pertalite merupakan BBM yang distribusinya diatur pemerintah, sehingga pembelian, pengangkutan, dan penyalurannya harus memenuhi ketentuan yang berlaku. Penyalahgunaan distribusi dapat merugikan masyarakat apabila pasokan yang seharusnya tersedia bagi pengguna yang berhak justru dialihkan melalui jalur yang tidak sesuai.</p>
<p>Hingga laporan yang terbit pada 14–15 Oktober 2026, Polres Sukabumi masih memeriksa sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti. Karena penyidikan belum selesai, dugaan penyelundupan atau penyalahgunaan BBM tersebut belum dapat diperlakukan sebagai kesimpulan hukum final. Perkembangan kasus selanjutnya bergantung pada hasil pemeriksaan, penelusuran asal BBM, dan keabsahan dokumen pengangkutannya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kopdes Merah Putih Mulai Beroperasi Serentak Hari Ini, Pemerintah Pantau 8.000 Koperasi</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/kopdes-merah-putih-mulai-beroperasi-serentak-hari-ini-pemerintah-pantau-8-000-koperasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2026 06:38:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Beroperasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=47128</guid>

					<description><![CDATA[Kopdes Merah Putih mulai beroperasi serentak pada 15 Oktober 2026. Pemerintah memantau sekitar 8.000 koperasi untuk memastikan ketersediaan barang, kesiapan fasilitas, dan kelancaran layanan bagi masyarakat.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) memasuki tahap operasionalisasi serentak pada Kamis (15/10/2026). Pemerintah memulai pemantauan terhadap sekitar 8.000 koperasi untuk memastikan kegiatan usaha berjalan dan layanan kepada masyarakat dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan. </p>
<p>Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pemantauan dilakukan untuk memeriksa kesiapan barang dagangan, sarana pendukung, serta kendala yang masih menghambat operasional koperasi. Pemeriksaan tahap awal direncanakan berlangsung selama delapan hari, dengan melibatkan kementerian, wakil menteri, pemerintah daerah, dan unsur TNI. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots"><img decoding="async" width="1170" height="1463" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/kopdes-merah-putih-mulai-beroperasi-serentak-hari-ini-pemerintah-pantau-8-000-koperasi.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots" /></figure>
<p>Kopdes Merah Putih disiapkan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dan barang bersubsidi, termasuk beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, elpiji 3 kilogram, serta pupuk bersubsidi sesuai ketentuan. Pemerintah berharap keberadaan koperasi dapat mendekatkan akses barang kebutuhan sehari-hari kepada warga desa. </p>
<p>Selain distribusi kebutuhan pokok, koperasi juga diharapkan mendukung pemasaran hasil pertanian. Salah satu peran yang disorot pemerintah ialah membantu petani menjual gabah dengan harga yang sesuai ketentuan serta menghubungkan hasil panen dengan Perum Bulog untuk penyerapan.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots"><img decoding="async" width="1170" height="1463" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/kopdes-merah-putih-mulai-beroperasi-serentak-hari-ini-pemerintah-pantau-8-000-koperasi-1.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots" /></figure>
<p>Dari sisi logistik, pemerintah menyiapkan dukungan kendaraan angkut bagi koperasi. Pengembangan layanan transaksi keuangan melalui BRILink juga direncanakan untuk mempermudah akses perbankan bagi masyarakat dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots"><img decoding="async" width="1170" height="1463" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/kopdes-merah-putih-mulai-beroperasi-serentak-hari-ini-pemerintah-pantau-8-000-koperasi-2.webp" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots" /></figure>
<p>Meski demikian, pemerintah mengakui kesiapan setiap koperasi tidak bisa dinilai hanya dari bangunan yang telah berdiri. Ketersediaan stok, kemampuan pengelola, kelengkapan fasilitas, dan keberlanjutan usaha tetap perlu diperiksa agar koperasi benar-benar berfungsi dan memberikan manfaat bagi warga.</p>
<p>Pemantauan ini diharapkan membantu mengidentifikasi masalah sejak awal sehingga kekurangan dapat segera ditindaklanjuti. Keberhasilan program pada akhirnya akan bergantung pada tata kelola yang profesional, ketersediaan barang, dan manfaat nyata yang dirasakan anggota serta masyarakat setempat.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Truk Kopdes Merah Putih Angkut Bibit Sawit di Tengah Kabut Asap Karhutla, Tuai Sorotan Warganet</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/truk-kopdes-merah-putih-angkut-bibit-sawit-di-tengah-kabut-asap-karhutla-tuai-sorotan-warganet/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 14 Oct 2026 07:13:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Bibit Sawit]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[Truk]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=46976</guid>

					<description><![CDATA[Foto truk Kopdes Merah Putih yang diduga mengangkut bibit sawit di tengah kabut asap karhutla viral di media sosial. Warganet mempertanyakan tujuan pengiriman, sementara lokasi dan konteks aktivitas tersebut belum terverifikasi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Foto sebuah truk bertuliskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang terlihat membawa bibit kelapa sawit menjadi perbincangan di media sosial. Unggahan tersebut menarik perhatian karena memperlihatkan kendaraan melintas di tengah kabut asap yang dikaitkan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/truk-kopdes-merah-putih-angkut-bibit-sawit-di-tengah-kabut-asap-karhutla-tuai-sorotan-warganet.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens" /></figure>
<p>Dalam unggahan yang beredar, bibit sawit tampak tersusun di bagian belakang truk. Foto lain memperlihatkan bibit tanaman berada di area terbuka dengan kondisi lahan yang terlihat kering dan pepohonan di sekitarnya. Pemandangan ini memunculkan pertanyaan mengenai tujuan pengiriman bibit tersebut.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/truk-kopdes-merah-putih-angkut-bibit-sawit-di-tengah-kabut-asap-karhutla-tuai-sorotan-warganet-1.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens" /></figure>
<p>Sejumlah warganet mempertanyakan penggunaan kendaraan Kopdes Merah Putih untuk mengangkut bibit sawit, terutama ketika karhutla dan dampaknya terhadap lingkungan masih menjadi perhatian. Sebagian komentar juga menyoroti pentingnya pemulihan lahan terdampak kebakaran, bukan hanya pengembangan perkebunan.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/truk-kopdes-merah-putih-angkut-bibit-sawit-di-tengah-kabut-asap-karhutla-tuai-sorotan-warganet-2.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens" /></figure>
<p>Meski demikian, foto yang beredar belum cukup untuk memastikan lokasi pengambilan gambar, tujuan pengiriman, maupun pihak yang menggunakan kendaraan tersebut. Belum ada informasi terverifikasi yang membuktikan bahwa pengangkutan bibit itu berkaitan langsung dengan aktivitas di lahan bekas kebakaran.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/truk-kopdes-merah-putih-angkut-bibit-sawit-di-tengah-kabut-asap-karhutla-tuai-sorotan-warganet-3.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens" /></figure>
<p>Sorotan ini kembali memunculkan diskusi mengenai pemanfaatan armada koperasi desa dan transparansi penggunaannya. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, diperlukan keterangan dari pengelola koperasi maupun instansi terkait mengenai identitas kendaraan, muatan, serta tujuan pengirimannya.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/truk-kopdes-merah-putih-angkut-bibit-sawit-di-tengah-kabut-asap-karhutla-tuai-sorotan-warganet-4.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/voxnetizens" /></figure>
<p>Hingga informasi tersebut terkonfirmasi, dugaan penyalahgunaan kendaraan maupun kaitannya dengan karhutla perlu disikapi secara hati-hati. Foto viral dan komentar warganet belum dapat dijadikan bukti untuk menyimpulkan adanya pelanggaran.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rocky Gerung Bantah Ribuan Kopdes Salah Lokasi: Disebut Hanya 7, Narasi Dibesar-besarkan AI</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/rocky-gerung-bantah-ribuan-kopdes-salah-lokasi-disebut-hanya-7-narasi-dibesar-besarkan-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2026 05:42:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[Rocky Gerung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=46538</guid>

					<description><![CDATA[Rocky Gerung menyebut koperasi desa yang benar-benar salah lokasi hanya tujuh, sementara narasi mengenai ribuan Kopdes di hutan, kuburan hingga laut dinilai membesar akibat penyebaran informasi dan AI. Polemik ini muncul karena perbedaan antara data koordinat dan hasil verifikasi lapangan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung menanggapi polemik mengenai lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) yang disebut berada di tempat tidak lazim, seperti kawasan hutan, pemakaman hingga laut.</p>
<p>Rocky menilai persoalan tersebut telah berkembang menjadi persepsi publik yang lebih besar akibat penyebaran informasi berulang di media sosial dan penggunaan kecerdasan buatan (AI). Ia menyebut informasi mengenai koperasi yang salah lokasi telah dikutip ribuan kali sehingga masyarakat seolah-olah melihat persoalan tersebut sebagai masalah yang terjadi dalam jumlah sangat besar.da dengan angka yang beredar. Ia menyebut koperasi yang benar-benar salah lokasi hanya berjumlah tujuh. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam acara serah terima jabatan Kepala Badan Komunikasi RI di Jakarta, sebagaimana diberitakan pada 7 Oktober 2026. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-title="&quot;Persepsi udah terbentuk bahwa koperasi itu salah tempat, padahal cuman 7 yang salah tempat. Nah, bagian ini enggak mungkin kita bantah dengan data cuman 7, tidak. Udah terbentuk persepsi di situ&quot;" data-pewarta-inline-description="Rocky Gerung" data-pewarta-inline-source="Tribunnews.com"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/10/rocky-gerung-bantah-ribuan-kopdes-salah-lokasi-disebut-hanya-7-narasi-dibesar-besarkan-ai.png" class="attachment-full size-full" alt="&quot;Persepsi udah terbentuk bahwa koperasi itu salah tempat, padahal cuman 7 yang salah tempat. Nah, bagian ini enggak mungkin kita bantah dengan data cuman 7, tidak. Udah terbentuk persepsi di situ&quot;" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="&quot;Persepsi udah terbentuk bahwa koperasi itu salah tempat, padahal cuman 7 yang salah tempat. Nah, bagian ini enggak mungkin kita bantah dengan data cuman 7, tidak. Udah terbentuk persepsi di situ&quot;" data-pewarta-inline-description="Rocky Gerung" data-pewarta-inline-source="Tribunnews.com" title="&quot;Persepsi udah terbentuk bahwa koperasi itu salah tempat, padahal cuman 7 yang salah tempat. Nah, bagian ini enggak mungkin kita bantah dengan data cuman 7, tidak. Udah terbentuk persepsi di situ&quot;" /><figcaption>Rocky Gerung</figcaption></figure>
<p>Pernyataan Rocky muncul di tengah polemik data lokasi Kopdes Merah Putih. Sebelumnya, sejumlah pemberitaan yang mengutip data Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) menyebut terdapat ribuan titik koperasi yang koordinatnya tercatat berada di kawasan hutan, serta sejumlah titik di sungai, danau dan laut. Salah satu laporan menyebut angka 16.374 titik di kawasan hutan, 102 di sungai atau danau, dan 118 di laut. </p>
<p>Angka tersebut kemudian menjadi perdebatan karena data koordinat tidak serta-merta berarti bangunan koperasi secara fisik benar-benar berdiri di lokasi tersebut. Dalam perkembangan polemik, pihak Agrinas disebut menjelaskan bahwa sebagian persoalan berasal dari kesalahan teknis pembacaan atau pencatatan koordinat. Beberapa pemberitaan juga menyebut jumlah lokasi yang benar-benar bermasalah jauh lebih kecil dibandingkan angka yang muncul dari pembacaan data spasial. </p>
<p>Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan juga menanggapi isu mengenai Kopdes yang disebut berada di tengah laut maupun pemakaman. Ia mengatakan masih terdapat desa yang menghadapi kendala penyediaan lahan sehingga muncul konten di media sosial yang menggambarkan koperasi seolah-olah dibangun di lokasi tidak masuk akal. </p>
<p>Di sisi lain, polemik tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara angka yang berasal dari pencatatan koordinat dan jumlah lokasi yang setelah diverifikasi benar-benar salah penempatan. Karena itu, angka ribuan dan angka tujuh tidak dapat diperlakukan sebagai data yang mengukur hal yang sama tanpa melihat definisi serta proses verifikasinya.</p>
<p>Rocky sendiri mendorong pemerintah memperkuat komunikasi publik dengan mengedepankan data dan logika ketika menghadapi informasi yang telah telanjur viral. Ia menilai pengulangan informasi melalui algoritma media sosial dapat membuat sebuah klaim semakin dipercaya meskipun konteks awalnya berbeda.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penempatan Manajer Kopdes Diumumkan, Sejumlah Peserta Curhat Dapat Lokasi Jauh dari Domisili</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/penempatan-manajer-kopdes-diumumkan-sejumlah-peserta-curhat-dapat-lokasi-jauh-dari-domisili/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 03:57:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=45948</guid>

					<description><![CDATA[Penempatan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diumumkan pada 25 September 2026. Sejumlah peserta mendapat lokasi tugas yang jauh dari domisili, sementara pemerintah menjelaskan penempatan mempertimbangkan domisili, kesiapan fasilitas, kuota, dan kebutuhan antarwilayah.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>PT Agrinas Pangan Nusantara resmi mengumumkan penempatan para manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada 25 September 2026. Informasi penempatan dapat dilihat oleh peserta melalui sistem Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (SIMKOPDES).</p>
<p>Pengumuman tersebut menjadi perhatian setelah sejumlah peserta mendapati lokasi penugasan yang berbeda cukup jauh dari domisili asal mereka. Keluhan mengenai penempatan lintas daerah kemudian muncul di media sosial, termasuk dari peserta yang menyatakan lokasi tugasnya berada di luar wilayah tempat tinggal.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/penempatan-manajer-kopdes-diumumkan-sejumlah-peserta-curhat-dapat-lokasi-jauh-dari-domisili.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id" /></figure>
<p>Sebelumnya, pemerintah menyampaikan bahwa kedekatan dengan domisili menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan manajer KDKMP. Pada awal Juli 2026, Menteri Koperasi Ferry Juliantono juga menyebut penempatan akan memperhatikan wilayah asal para manajer. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/penempatan-manajer-kopdes-diumumkan-sejumlah-peserta-curhat-dapat-lokasi-jauh-dari-domisili-1.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id" /></figure>
<p>Setelah hasil penempatan diumumkan, pengelola SIMKOPDES memberikan penjelasan mengenai mekanisme yang digunakan. Penempatan tidak hanya mempertimbangkan domisili, tetapi juga kesiapan bangunan koperasi, ketersediaan kuota, serta kebutuhan tenaga manajer di masing-masing wilayah.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/penempatan-manajer-kopdes-diumumkan-sejumlah-peserta-curhat-dapat-lokasi-jauh-dari-domisili-2.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id" /></figure>
<p>Sistem yang digunakan disebut menggunakan metode Hungarian Bipartite Matchmaking Method. Metode tersebut digunakan untuk mencocokkan peserta dengan lokasi penugasan berdasarkan sejumlah variabel, termasuk kedekatan domisili, kesiapan fasilitas KDKMP, kuota yang tersedia, dan keseimbangan kebutuhan antarwilayah. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/penempatan-manajer-kopdes-diumumkan-sejumlah-peserta-curhat-dapat-lokasi-jauh-dari-domisili-3.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id" /></figure>
<p>Kondisi tersebut berkaitan dengan kesiapan fisik KDKMP yang belum seluruhnya seragam. Menteri Koperasi sebelumnya menyampaikan bahwa sekitar 23 ribu KDKMP telah selesai dibangun, sementara sekitar 17 ribu masih menjalani proses verifikasi dan validasi. Para manajer kemudian diarahkan ke titik koperasi yang infrastrukturnya telah siap. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/penempatan-manajer-kopdes-diumumkan-sejumlah-peserta-curhat-dapat-lokasi-jauh-dari-domisili-4.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/curhatanmahasiswa.id" /></figure>
<p>Jumlah manajer yang mengikuti rangkaian rekrutmen dan pelatihan juga mencapai puluhan ribu. Pemerintah sebelumnya menyebut sekitar 28.626 peserta telah direkrut dan dinyatakan lulus untuk mengisi posisi manajer KDKMP. Mereka ditempatkan di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara dengan skema perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). </p>
<p>Dalam keterangan pemerintah, surat keputusan mengenai penempatan juga mencakup ketentuan mengenai gaji dan tunjangan. Penempatan dilakukan setelah proses verifikasi dan evaluasi terhadap kesiapan titik koperasi diselesaikan. </p>
<p>Sementara itu, keluhan mengenai lokasi penugasan yang jauh dari domisili menjadi bagian dari respons peserta setelah pengumuman 25 September. Pemerintah melalui SIMKOPDES menyatakan memahami bahwa penempatan yang jauh dari keluarga dan lingkungan asal membutuhkan kesiapan serta penyesuaian bagi peserta. </p>
<p>Para peserta yang telah memperoleh lokasi penempatan selanjutnya diminta mengecek akun masing-masing di SIMKOPDES untuk mengetahui informasi penugasan serta tahapan administrasi berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jadwal Piket Kopdes Merah Putih Viral, Benarkah Pegawai Hanya Buka Sekitar 2 Jam Sehari?</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/jadwal-piket-kopdes-merah-putih-viral-benarkah-pegawai-hanya-buka-sekitar-2-jam-sehari/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 23:23:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[2 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Jadwal]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=45789</guid>

					<description><![CDATA[Jadwal piket Kopdes Merah Putih viral. 
Senin–Jumat tercantum sekitar 1 jam 40 menit, Sabtu 2 jam 10 menit, Minggu libur.
Tapi perlu dicatat: itu merupakan foto jadwal piket, belum tentu menunjukkan keseluruhan jam operasional koperasi. Klarifikasi pengelola masih diperlukan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah foto jadwal piket Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ramai dibicarakan di media sosial setelah memperlihatkan waktu pelayanan yang relatif singkat. Foto tersebut beredar sejak 18 September 2026 dan memuat pembagian jadwal petugas dari Senin hingga Sabtu. </p>
<p>Dalam jadwal yang beredar, Senin tercantum pukul 10.00–11.40, Selasa 13.00–14.40, Rabu 10.00–11.40, Kamis 13.00–14.40, Jumat 09.00–10.40, dan Sabtu 09.30–11.40. Sementara Minggu tercantum sebagai hari libur. </p>
<p>Jika rentang waktu tersebut memang merupakan keseluruhan jam pelayanan kepada masyarakat, maka durasinya sekitar 1 jam 40 menit pada Senin hingga Jumat dan 2 jam 10 menit pada Sabtu. Total waktu yang tercantum dalam jadwal selama sepekan mencapai sekitar 10 jam 30 menit. </p>
<p>Foto tersebut pertama kali menjadi perhatian setelah akun X @4ramenmagnum mempertanyakan jam operasional tersebut. Unggahan itu kemudian menyebar luas dan dilaporkan telah memperoleh ratusan ribu tayangan. </p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots"><img decoding="async" width="1080" height="1350" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/jadwal-piket-kopdes-merah-putih-viral-benarkah-pegawai-hanya-buka-sekitar-2-jam-sehari.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="" data-pewarta-inline-source="Instagram/nowdots" /></figure>
<p>Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan. Foto yang beredar disebut sebagai jadwal piket, sehingga belum otomatis membuktikan bahwa koperasi tersebut secara keseluruhan hanya beroperasi selama waktu yang tercantum.</p>
<p>Jadwal itu bisa saja merupakan pembagian kehadiran petugas tertentu, bukan keseluruhan jam operasional unit koperasi. Sampai laporan terbaru yang ditemukan, belum ada klarifikasi resmi dari pengelola koperasi terkait konteks dan keaslian jadwal tersebut. </p>
<p>Kopdes Merah Putih sendiri merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Pembentukannya dipercepat melalui Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang mencakup target pembentukan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. </p>
<p>Karena fungsi koperasi dapat mencakup berbagai kegiatan sesuai karakteristik masing-masing wilayah, jam pelayanan dan aktivitas setiap koperasi juga tidak bisa langsung disamaratakan berdasarkan satu foto yang beredar di media sosial.</p>
<p>Yang menjadi perhatian publik saat ini adalah apakah waktu dalam foto tersebut benar-benar menggambarkan jam pelayanan kepada masyarakat atau hanya jadwal piket internal. Jawaban atas pertanyaan tersebut membutuhkan penjelasan dari pengelola Kopdes yang bersangkutan.</p>
<p>Dengan demikian, klaim “Kopdes hanya buka dua jam sehari” masih perlu diberi konteks. Yang sudah dapat dipastikan adalah foto jadwal dengan rentang waktu sekitar 1 jam 40 menit hingga 2 jam 10 menit memang beredar dan menjadi viral, sementara konteks operasional lengkapnya belum terkonfirmasi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prabowo Tanggapi Kritik Program Pemerintah: “MBG dan Kopdes, Salahnya Apa?”</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/prabowo-tanggapi-kritik-program-pemerintah-mbg-dan-kopdes-salahnya-apa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2026 04:15:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo tanggapi kritik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=45086</guid>

					<description><![CDATA[Prabowo merespons kritik terhadap MBG dan Kopdes Merah Putih.
Dalam dialog di Hambalang, ia mempertanyakan dasar kritik tersebut dan mengatakan penghematan ratusan triliun rupiah dapat digunakan untuk memperbaiki sekolah.
Di sisi lain, pemerintah sebelumnya juga mengakui pelaksanaan MBG masih perlu dievaluasi dan diperbaiki.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik terhadap sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih).</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar dalam acara “Presiden Prabowo Menjawab” di kediamannya di Hambalang, Bogor, Rabu (16/9/2026). (estoria.id)</p>
<p>Dalam dialog tersebut, Prabowo mempertanyakan dasar anggapan bahwa sejumlah program pemerintah tidak berjalan dengan baik. Ia kemudian menyinggung MBG, Kopdes Merah Putih, serta kebijakan efisiensi anggaran.</p>
<figure class="wp-block-image size-large pewarta-inline-image" data-pewarta-inline-description="Zulkifli Hasan secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kegagalan." data-pewarta-inline-source="Sulselinfo.com"><img decoding="async" width="1080" height="1080" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/09/prabowo-tanggapi-kritik-program-pemerintah-mbg-dan-kopdes-salahnya-apa.png" class="attachment-full size-full" alt="" loading="lazy" data-pewarta-inline-title="" data-pewarta-inline-description="Zulkifli Hasan secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kegagalan." data-pewarta-inline-source="Sulselinfo.com" /><figcaption>Zulkifli Hasan secara terbuka mengakui bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengalami kegagalan.</figcaption></figure>
<p>Prabowo mengatakan penghematan anggaran yang menurutnya mencapai ratusan triliun rupiah dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk perbaikan sekolah. “Salahnya apa kalau saya menghemat ratusan triliun? Saya bisa perbaiki sekolah,” kata Prabowo sebagaimana dikutip dari laporan mengenai dialog tersebut. (estoria.id)</p>
<p>Terkait MBG, pemerintah sebelumnya mengalokasikan Rp335 triliun dalam RAPBN 2026 untuk program tersebut dengan target penerima manfaat sekitar 82,9 juta orang. Pemerintah menyatakan program ini ditujukan untuk meningkatkan gizi sekaligus memberikan dampak ekonomi kepada UMKM dan pelaku usaha lokal. (setneg.go.id)</p>
<p>Di sisi lain, pelaksanaan MBG juga pernah mendapat evaluasi pemerintah. Pada Juli 2026, Prabowo meminta evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program, termasuk menindaklanjuti laporan mengenai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak sesuai ketentuan. (setkab.go.id)</p>
<p>Untuk Kopdes Merah Putih, pemerintah membentuk koperasi di tingkat desa dan kelurahan sebagai instrumen penguatan ekonomi rakyat. Dalam pidato Agustus 2026, Prabowo menyebut sekitar 10 ribu koperasi telah beroperasi dan 3.300 di antaranya telah beroperasi secara optimal, sementara sisanya masih dalam tahap penyesuaian. (presidenri.go.id)</p>
<p>Prabowo juga menyinggung kebijakan pemerintah dalam penertiban pertambangan ilegal. Ia mempertanyakan pihak yang merasa dirugikan oleh langkah tersebut, sementara pemerintah menyatakan penertiban dilakukan untuk memperbaiki tata kelola sumber daya alam.</p>
<p>Dalam dialog tersebut, Prabowo juga menyampaikan pandangannya bahwa pemerintah harus terus berupaya mengurangi kemiskinan dan memperbaiki pelayanan kepada masyarakat. Pernyataan tersebut merupakan penilaian dan penjelasan dari Presiden mengenai kebijakan pemerintahannya.</p>
<p>Dengan demikian, pernyataan Prabowo bukan pengumuman bahwa seluruh program pemerintah telah terbukti berhasil atau gagal secara objektif. Pernyataan tersebut merupakan respons Presiden terhadap kritik sekaligus penjelasan mengenai alasan pemerintah mempertahankan sejumlah program prioritas.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demi Target Omzet Kopdes Tercapai, Warga di Salah Satu Daerah di NTT Harus Belanja 1Juta Perbulan, Ini Penjelasan Lengkapnya</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/demi-target-omzet-kopdes-tercapai-warga-di-salah-satu-daerah-di-ntt-harus-belanja-1juta-perbulan-ini-penjelasan-lengkapnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Santo Projo (ARC)]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 04:23:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kopdes]]></category>
		<category><![CDATA[NTT]]></category>
		<category><![CDATA[Nusa Tenggara Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=44125</guid>

					<description><![CDATA[Sorotan muncul setelah dalam video tersebut dipaparkan simulasi potensi omzet koperasi yang dipahami warga harus belanja minimal 1juta perbulan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Video kunjungan tim PT Agrinas Pangan Nusantara ke salah satu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perbincangan di media sosial.<br />
Sorotan muncul setelah dalam video tersebut dipaparkan simulasi potensi omzet koperasi yang dipahami warga harus belanja minimal 1juta perbulan.</p>
<p>Perhitungan itu menggunakan asumsi terdapat sekitar 400 kepala keluarga di desa tersebut. Apabila setiap keluarga membelanjakan Rp1 juta per bulan di Kopdes Merah Putih, total transaksi yang masuk diperkirakan mencapai Rp400 juta.</p>
<p>Dengan hitungan yang sama, potensi omzet selama satu tahun mencapai Rp4,8 miliar. Namun, angka tersebut merupakan omzet atau nilai penjualan kotor, bukan laba bersih yang diterima koperasi.</p>
<p>Perhitungan itu juga masih berupa simulasi. Dalam cuplikan yang beredar, kata “misal” digunakan ketika tim Agrinas menjelaskan pengeluaran Rp1 juta dari setiap keluarga.</p>
<p>Video tersebut tidak menunjukkan laporan keuangan atau data transaksi yang membuktikan bahwa Kopdes tersebut telah mencatat omzet Rp400 juta per bulan.</p>
<p>Asumsi Belanja Warga Jadi PerdebatanSecara matematis, perhitungan 400 keluarga dikalikan Rp1 juta memang menghasilkan Rp400 juta. Namun, sejumlah warganet mempertanyakan apakah seluruh keluarga di desa memiliki kemampuan dan kesediaan untuk mengalokasikan belanja sebesar itu di satu koperasi setiap bulan.</p>
<p>Kondisi ekonomi setiap desa juga tidak sama. Sebagian masyarakat masih mengandalkan pendapatan dari pertanian, peternakan, pekerjaan informal, dan usaha dengan pemasukan yang tidak selalu tetap.</p>
<p>Data Badan Pusat Statistik menunjukkan persentase penduduk miskin di NTT pada September 2025 masih berada di angka 17,50 persen atau sekitar 1,03 juta orang.</p>
<p>Angka tersebut menurun dibandingkan Maret 2025, tetapi tetap memperlihatkan adanya kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.Pada Maret 2025, garis kemiskinan NTT tercatat sebesar Rp549.607 per kapita per bulan. Rata-rata rumah tangga miskin di provinsi tersebut beranggotakan 5,59 orang, dengan garis kemiskinan rumah tangga sekitar Rp3,07 juta per bulan.</p>
<p>Data itu tidak serta-merta membuktikan bahwa belanja Rp1 juta per keluarga mustahil dilakukan. Namun, angka tersebut memperlihatkan bahwa daya beli masyarakat perlu menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun target operasional koperasi.</p>
<p>Selain kemampuan ekonomi, kebiasaan berbelanja masyarakat juga menjadi tantangan.</p>
<p>Warung di sekitar permukiman umumnya telah memiliki pelanggan tetap, berada lebih dekat dengan rumah, dan dalam sejumlah kasus memberikan kelonggaran pembayaran atau fasilitas berutang.</p>
<p>Karena itu, keberhasilan Kopdes tidak hanya ditentukan oleh jumlah penduduk. Harga barang, kelengkapan stok, kualitas pelayanan, jarak, kepercayaan masyarakat, serta kemampuan koperasi memahami kebiasaan konsumsi warga juga akan memengaruhi besarnya transaksi.</p>
<p>Pengelolaan dan Upah Pengurus Ikut Disorot Dalam video yang sama, disebutkan bahwa sejumlah pengelola koperasi bekerja dengan semangat gotong royong, sedangkan posisi manajer mendapat pembiayaan dari Agrinas.</p>
<p>Pernyataan tersebut turut memunculkan pertanyaan mengenai pembagian tugas, status tenaga kerja, sistem pengupahan, dan keberlanjutan operasional koperasi apabila sebagian pekerjaan hanya mengandalkan partisipasi sukarela.</p>
<p>Persoalan pengupahan pengelola Kopdes sebelumnya juga sempat menjadi perhatian di daerah lain. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, menyatakan perusahaan sedang mengevaluasi sistem yang berjalan dan berkomitmen menyelesaikan ketidaksesuaian data setelah proses verifikasi.</p>
<p>Pernyataan itu disampaikan setelah muncul keluhan pengelola Kopdes di Bojonegoro mengenai pembayaran upah.</p>
<p>Agrinas Kelola Operasional Awal Selama Dua TahunPemerintah sebelumnya memberikan tugas kepada PT Agrinas Pangan Nusantara untuk menjalankan tahap awal operasional Kopdes Merah Putih selama dua tahun.</p>
<p>Dalam skema tersebut, pengurus koperasi desa tetap dilibatkan sebagai pengawas, pengontrol, pengendali, dan pemantau.</p>
<p>Agrinas juga menyatakan 97 persen porsi keuntungan akan dikembalikan ke desa, sedangkan 82 persen dari total keuntungan direncanakan disalurkan kepada masyarakat melalui kupon untuk membeli kebutuhan seperti beras, gas elpiji, obat, alat tulis, pulsa listrik, dan sembako.</p>
<p>Skema tersebut menunjukkan bahwa transaksi masyarakat memang menjadi salah satu bagian penting dalam model bisnis Kopdes. Meski demikian, target omzet tidak dapat hanya bertumpu pada anggapan bahwa seluruh warga akan memindahkan belanjanya ke koperasi.</p>
<p>Kopdes juga perlu mampu menawarkan manfaat yang nyata, baik melalui harga yang kompetitif, ketersediaan barang, penyerapan produk lokal, akses pembiayaan, maupun pelayanan yang lebih baik.</p>
<p>Dengan demikian, omzet Rp400 juta per bulan mungkin saja dicapai oleh koperasi tertentu apabila terdapat pasar yang cukup besar dan sebagian besar kebutuhan warga benar-benar tersedia di koperasi.</p>
<p>Namun, angka tersebut tidak dapat diberlakukan sebagai patokan yang sama bagi seluruh desa karena daya beli, jumlah penduduk, pola konsumsi, serta aktivitas ekonomi setiap wilayah berbeda-beda.</p>
<p>Hal yang perlu ditekankan, Rp400 juta dalam video tersebut merupakan simulasi potensi omzet berdasarkan asumsi belanja 400 keluarga.</p>
<p>Angka itu bukan laporan capaian omzet aktual seluruh Kopdes Merah Putih di NTT maupun di daerah lainnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
