<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kesehatan | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Jan 2026 13:06:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Kesehatan | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kecanduan Gula, Ancaman Diam bagi Generasi Muda</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/kecanduan-gula-ancaman-diam-bagi-generasi-muda/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 13:06:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Hidup Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34883</guid>

					<description><![CDATA[Mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak memicu pemutaran gula darah dengan cepat, yang memicu pelepasan dopamin di otak—kesenangan neurotransmitter—sehingga menciptakan siklus kecanduan mirip obat. Tubuh juga mengalami resistensi leptin, hormon mengatur rasa kenyang, sehingga sinyal lapar tetap aktif meski sudah makan banyak, meningkatkan keinginan gula lebih lanjut. ​ Mekanisme Kimiawi Gula mempengaruhi jalur reward otak, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Gula-c2.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Mengonsumsi makanan manis dalam jumlah banyak memicu pemutaran gula darah dengan cepat, yang memicu pelepasan dopamin di otak—kesenangan neurotransmitter—sehingga menciptakan siklus kecanduan mirip obat. Tubuh juga mengalami resistensi leptin, hormon mengatur rasa kenyang, sehingga sinyal lapar tetap aktif meski sudah makan banyak, meningkatkan keinginan gula lebih lanjut.</p>
<p>​</p>
<h2>Mekanisme Kimiawi</h2>
<p>Gula mempengaruhi jalur reward otak, di mana konsumsi berlebih mengurangi sensitivitas reseptor dopamin, memerlukan lebih banyak gula untuk efek yang sama seperti toleransi narkoba. Insulin melonjak tinggi, menyebabkan penurunan gula darah kembali yang memicu keinginan kuat untuk mengonsumsi karbohidrat sederhana.</p>
<p>​</p>
<h2>Dampak Jangka Panjang</h2>
<p>Kebiasaan ini berisiko obesitas, diabetes tipe 2, dan inflamasi kronis karena penumpukan lemak visceral, memicu siklus adiksi gula. Batasi asupan gula tambahan di bawah 25-50 gram setiap hari untuk mencegah efek ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Studi: Tambahan Tidur Weekend Kurangi Risiko Stroke Hingga 19%</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/studi-tambahan-tidur-weekend-kurangi-risiko-stroke-hingga-19/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 11:01:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Pola Hidup Sehat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34847</guid>

					<description><![CDATA[Tidur lebih lama saat akhir pekan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung bagi yang kurang tidur di hari kerja, tapi bukan cara pasti mencegah mati muda secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan manfaat seperti penurunan risiko kardiovaskular hingga 20%, namun pola tidur konsisten sepanjang minggu tetap lebih ideal. ​ Bukti Ilmiah Studi dari European Society of Cardiology [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Tidur-c2.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Tidur lebih lama saat akhir pekan dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung bagi yang kurang tidur di hari kerja, tapi bukan cara pasti mencegah mati muda secara keseluruhan. Penelitian menunjukkan manfaat seperti penurunan risiko kardiovaskular hingga 20%, namun pola tidur konsisten sepanjang minggu tetap lebih ideal.</p>
<p>​</p>
<h2>Bukti Ilmiah</h2>
<p>Studi dari European Society of Cardiology menemukan peserta yang &#8220;membayar hutang tidur&#8221; paling banyak di akhir pekan memiliki risiko 19% lebih rendah untuk kondisi seperti stroke atau gagal jantung dibandingkan yang minimal tambahan tidur. Efek ini lebih kuat pada orang tidur kurang dari 7 jam setiap hari, namun tidak sepenuhnya hilangkan dampak kurang tidur kronis.</p>
<p>​</p>
<h2>Batasan dan Saran</h2>
<p>Tidur ekstra weekend tidak mengganti tidur malam berkualitas rutin, dan bisa mengganggu ritme sirkadian jika berlebihan. Prioritaskan 7-9 jam tidur setiap hari untuk umur panjang, ditambah gaya hidup sehat seperti olahraga dan diet yang baik.</p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi Temuan 62 kasus &#8220;Super Flu” di delapan Provinisi</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/kementerian-kesehatan-ri-mengonfirmasi-temuan-62-kasus-super-flu-di-delapan-provinisi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Jan 2026 03:33:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kemenkes]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34840</guid>

					<description><![CDATA[Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi temuan 62 kasus influenza A (H3N2) Subclade K hingga akhir Desember 2025. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi di Indonesia, dengan kondisi nasional dilaporkan masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan penyakit. Varian influenza yang kerap dijuluki sebagai “super flu” ini disebut lebih mudah menular dibandingkan flu musiman biasa. Meski [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260102_102742_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengonfirmasi temuan 62 kasus influenza A (H3N2) Subclade K hingga akhir Desember 2025. Kasus tersebut tersebar di delapan provinsi di Indonesia, dengan kondisi nasional dilaporkan masih terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan keparahan penyakit.</p>
<p>Varian influenza yang kerap dijuluki sebagai “super flu” ini disebut lebih mudah menular dibandingkan flu musiman biasa. Meski demikian, Kemenkes menegaskan bahwa Subclade K tidak menyebabkan tingkat keparahan yang lebih tinggi. Mayoritas kasus tercatat menyerang perempuan dan kelompok anak-anak. Deteksi kasus dilakukan sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI (Influenza Like Illness–Severe Acute Respiratory Infection). Dari total 843 spesimen positif influenza, sebanyak 348 sampel telah diperiksa menggunakan metode whole genome sequencing (WGS). Hasilnya mengonfirmasi keberadaan Subclade K yang juga tengah bersirkulasi secara global. Provinsi dengan jumlah kasus terbanyak antara lain Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Meski demikian, Kemenkes mencatat tren kasus influenza nasional justru mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Otoritas kesehatan memastikan belum ditemukan indikasi peningkatan fatalitas maupun tekanan berlebih pada fasilitas layanan kesehatan. Subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Hingga kini, varian tersebut telah dilaporkan di lebih dari 80 negara, termasuk sejumlah negara Asia seperti Tiongkok, Jepang, dan Thailand. Karakteristik virus ini dinilai lebih agresif dengan gejala berupa demam tinggi hingga 39–41 derajat Celsius, nyeri otot berat, kelelahan ekstrem, batuk kering, serta sakit kepala dan tenggorokan yang intens. Dari sisi penularan, satu pasien Subclade K diperkirakan dapat menularkan virus ke dua hingga tiga orang. Kendati demikian, vaksin influenza tahunan masih dinilai efektif dalam mencegah kasus berat, dengan tingkat perlindungan sekitar 64–78 persen pada anak dan 41–55 persen pada orang dewasa. Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), seperti rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk, menggunakan masker di tempat ramai, serta menjaga daya tahan tubuh melalui asupan gizi seimbang dan istirahat cukup. Masyarakat yang mengalami gejala influenza juga diminta tetap tinggal di rumah dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika keluhan tidak membaik dalam tiga hari. Vaksinasi influenza tahunan kembali direkomendasikan, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penyandang penyakit penyerta. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) turut menyoroti risiko yang lebih tinggi pada anak-anak dengan komorbid, terutama di wilayah yang terdampak banjir dan kondisi lingkungan kurang sehat. Pemerintah memastikan pemantauan akan terus dilakukan secara ketat seiring dengan dinamika evolusi virus influenza, sembari mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menurut Studi: Malas Adalah Salah Satu Ciri Orang Cerdas dan Memiliki IQ tinggi</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/menurut-studi-malas-adalah-salah-satu-ciri-orang-ccerdesa-dan-memiliki-iq-tinggi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Dec 2025 14:00:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34372</guid>

					<description><![CDATA[Beberapa studi menunjukkan adanya korelasi antara kecenderungan malas secara fisik dengan tingkat kecerdasan atau IQ tinggi, meskipun bukan sebagai ciri mutlak.[1][2] &#160; ## Studi Utama Penelitian dari Florida Gulf Coast University tahun 2016, yang diterbitkan di Journal of Health Psychology, membagi 60 peserta menjadi kelompok &#8220;pemikir&#8221; (high Need for Cognition/NFC) dan non-pemikir. Kelompok pemikir, yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20251229_205840_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Beberapa studi menunjukkan adanya korelasi antara kecenderungan malas secara fisik dengan tingkat kecerdasan atau IQ tinggi, meskipun bukan sebagai ciri mutlak.[1][2]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Studi Utama</p>
<p>Penelitian dari Florida Gulf Coast University tahun 2016, yang diterbitkan di Journal of Health Psychology, membagi 60 peserta menjadi kelompok &#8220;pemikir&#8221; (high Need for Cognition/NFC) dan non-pemikir. Kelompok pemikir, yang lebih suka aktivitas mental seperti memecahkan teka-teki, cenderung kurang aktif fisik selama hari kerja dibandingkan kelompok lain, menandakan mereka lebih fokus berpikir daripada bergerak.[3][9][1]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Alasan Psikologis</p>
<p>Orang dengan IQ tinggi sering punya rentang perhatian panjang dan jarang bosan, sehingga mereka memilih menghabiskan waktu untuk pemikiran mendalam ketimbang aktivitas fisik rutin. Studi serupa tahun 2015 juga menemukan orang malas fisik rata-rata lebih cerdas karena lebih menikmati stimulasi mental intens.[2][7]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>## Batasan Temuan</p>
<p>Tidak semua orang malas pintar, dan ini hanyalah korelasi, bukan sebab-akibat; faktor lain seperti lingkungan berpengaruh. Di akhir pekan, aktivitas fisik kedua kelompok mirip, menunjukkan pola bersantai universal.[5][1]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[1](https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8174563/jangan-salah-sangka-dulu-orang-yang-terlihat-malas-bisa-jadi-punya-iq-tinggi)</p>
<p>[2](https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5842989/benarkah-orang-yang-cenderung-malas-lebih-cerdas)</p>
<p>[3](https://hellosehat.com/mental/mental-lainnya/ciri-ciri-orang-pintar-tapi-malas/)</p>
<p>[4](https://www.instagram.com/p/DRwYc9fkv9F/)</p>
<p>[5](https://nsd.co.id/posts/ketahui-apakah-benar-orang-malas-punya-iq-lebih-tinggi-memahami-fakta-dan-mitos.html)</p>
<p>[6](http://www.intipesan.com/inilah-lima-tanda-yang-menunjukkan-kamu-memiliki-iq-tinggi/)</p>
<p>[7](https://www.jawapos.com/lifestyle/015206894/8-ciri-unik-orang-yang-memiliki-iq-tinggi-dan-sangat-cerdas-menurut-penelitian-salah-satunya-pemalas?page=2)</p>
<p>[8](https://intisari.grid.id/read/031768723/benarkah-orang-malas-justru-punya-iq-lebih-tinggi-dibandingkan-orang-yang-rajin)</p>
<p>[9](https://www.tempo.co/ekonomi/berantakan-dan-malas-ciri-khas-orang-cerdas-478380)</p>
<p>[10](https://www.facebook.com/photo.php?fbid=26225168933751332&amp;set=a.162191943809054&amp;type=3)</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Studi Mengatakan: Semakin Kamu Mencintai Pasanganmu, Kamu akan Merasa Angantuk di Dekatnya</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/studi-mengatakan-semakin-kamu-mencintai-pasanganmu-kamu-akan-merasa-angantuk-di-dekatnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 14:35:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[sikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33566</guid>

					<description><![CDATA[Cinta Mengubah Tubuh Secara Nyata, Ilmu Pengetahuan Ungkap Peran Oksitosin &#160; Cinta tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga memicu perubahan nyata pada tubuh manusia. Sejumlah temuan ilmiah menunjukkan bahwa perasaan cinta berkaitan erat dengan pelepasan oksitosin, hormon yang berperan penting dalam membangun ikatan emosional sekaligus memengaruhi kondisi fisik. &#160; Oksitosin kerap disebut sebagai hormon [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251223_213334_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Cinta Mengubah Tubuh Secara Nyata, Ilmu Pengetahuan Ungkap Peran Oksitosin</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cinta tidak hanya berdampak pada emosi, tetapi juga memicu perubahan nyata pada tubuh manusia. Sejumlah temuan ilmiah menunjukkan bahwa perasaan cinta berkaitan erat dengan pelepasan oksitosin, hormon yang berperan penting dalam membangun ikatan emosional sekaligus memengaruhi kondisi fisik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oksitosin kerap disebut sebagai hormon ikatan karena dilepaskan ketika seseorang berada dekat dengan individu yang dipercaya, seperti pasangan atau orang terdekat. Pelepasan hormon ini meningkatkan rasa aman, menurunkan tingkat stres, serta memperkuat empati, kepercayaan, dan pola komunikasi yang positif dalam sebuah hubungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tingkat otak, oksitosin bekerja menenangkan sistem saraf. Hormon ini membantu meredam respons stres dan memperkuat koneksi emosional, sehingga individu cenderung merasa lebih tenang dan nyaman saat bersama orang yang dicintai. Efek tersebut menjelaskan mengapa kedekatan emosional sering kali diikuti perasaan damai dan stabil secara psikologis.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampaknya tidak berhenti di otak. Secara fisik, oksitosin memperlambat detak jantung, menurunkan tekanan darah, serta melebarkan pembuluh darah. Proses ini meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi ketegangan otot. Tubuh pun beralih ke mode rest-and-digest, kondisi fisiologis yang mendukung relaksasi, rasa kantuk, serta penurunan peradangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penelitian juga menemukan bahwa cinta romantis, terutama pada fase awal hubungan, berkaitan dengan perubahan pada sistem kekebalan tubuh. Aktivitas gen tertentu mengalami penyesuaian, yang berdampak pada penurunan reaktivitas emosional otonom. Pola ini serupa dengan mekanisme biologis pada ikatan antara ibu dan anak, yang melibatkan interaksi oksitosin dan dopamin di area otak yang mengatur rasa senang dan penghargaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa cinta bukan sekadar pengalaman emosional, melainkan proses biologis yang kompleks. Melalui kerja hormon dan sistem saraf, cinta terbukti mampu memengaruhi kesehatan tubuh, memperkuat ikatan sosial, serta membantu manusia beradaptasi secara fisik dan psikologis.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perlu Menjaga Kebersihan Kaki: Menurut Penelitian Kaki memiliki sekitar 250.000 kelenjar keringat.</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/perlu-menjaga-kebersihan-kaki-menurut-penelitian-kaki-memiliki-sekitar-250-000-kelenjar-keringat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 12:00:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33503</guid>

					<description><![CDATA[Benar sekali! Kaki memang memiliki sekitar 250.000 kelenjar keringat per kaki, lebih banyak daripada bagian tubuh lain, yang membuatnya rentan terhadap bau, infeksi jamur seperti kaki atlet (athlete&#8217;s foot), dan kapalan. Rutin mencuci kaki dengan sabun antibakteri setiap hari, terutama setelah beraktivitas, bisa mencegah masalah ini secara efektif. &#160; ### Tips Merawat Kaki Sehari-hari &#8211; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251223_185828_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Benar sekali! Kaki memang memiliki sekitar 250.000 kelenjar keringat per kaki, lebih banyak daripada bagian tubuh lain, yang membuatnya rentan terhadap bau, infeksi jamur seperti kaki atlet (athlete&#8217;s foot), dan kapalan. Rutin mencuci kaki dengan sabun antibakteri setiap hari, terutama setelah beraktivitas, bisa mencegah masalah ini secara efektif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>### Tips Merawat Kaki Sehari-hari</p>
<p>&#8211; **Cuci teliti**: Gosok sela-sela jari kaki dengan sabun lembut, bilas bersih, dan keringkan sepenuhnya untuk hindari kelembaban yang memicu bakteri.</p>
<p>&#8211; **Pilih kaus kaki katun**: Hindari bahan sintetis yang menjebak keringat; ganti setiap hari atau saat basah.</p>
<p>&#8211; **Gunakan sepatu bernapas**: Pilih yang terbuat dari kulit atau mesh untuk sirkulasi udara baik, terutama kalau kamu suka aktivitas outdoor seperti hiking di Yogyakarta.</p>
<p>&#8211; **Rendam sesekali**: Campur air hangat dengan garam Epsom atau cuka apel 1-2 kali seminggu untuk netralkan bau dan relaksasi otot.</p>
<p>&#8211; **Periksa rutin**: Cek kulit kaki untuk luka atau jamur dini, karena bisa berkembang jadi masalah serius bagi yang aktif berolahraga seperti sepak bola.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan kebiasaan ini, kaki tetap sehat dan nyaman sepanjang hari. Apakah kamu punya masalah spesifik di kaki, seperti bau atau kulit kering, yang ingin ditangani lebih lanjut?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video: Bbcindonesia</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tenyata Bencana Banjir Aceh Lebih parah dari dampak Tsunami yang terjadi di tahun 2004.!</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/tenyata-bencana-banjir-aceh-lebih-parah-dari-dampak-tsunami-yang-terjadi-di-tahun-2004/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2025 10:36:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[akses]]></category>
		<category><![CDATA[Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Perempuan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33481</guid>

					<description><![CDATA[Pengungsi banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang mengalami beban psikologis berat, seperti peningkatan sensitivitas emosi, mudah marah, sering melamun, hingga mimpi buruk dikejar air. Psikolog klinis Yulia Direzkia menyatakan trauma ini lebih parah daripada tsunami Aceh 2004 karena keterlambatan pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan layanan kesehatan. Kondisi tenda pengungsian yang sempit, lembap, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Sumber-inilah.com_20251223_171530_0000-scaled.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Pengungsi banjir bandang dan longsor di Aceh Tamiang mengalami beban psikologis berat, seperti peningkatan sensitivitas emosi, mudah marah, sering melamun, hingga mimpi buruk dikejar air. Psikolog klinis Yulia Direzkia menyatakan trauma ini lebih parah daripada tsunami Aceh 2004 karena keterlambatan pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih dan layanan kesehatan. Kondisi tenda pengungsian yang sempit, lembap, dan minim fasilitas memperburuk stres fisik serta mental para penyintas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cerita Pengungsi</p>
<p>Ratnawati (54 tahun) dari Desa Suka Jadi sering emosional karena kesulitan akses air dan ketidakadilan bantuan sembako, sementara cucu-cucunya rewel dan menangis berjam-jam. Warno (56 tahun) mengaku sering melamun dan berharap malam tiba agar tak kepikiran kehancuran rumahnya. Nursahati (30 tahun) menyoroti kebutuhan konseling bagi anak-anak yang trauma.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dampak Psikologis</p>
<p>Pengungsi merasa lelah fisik dan mental, dengan gejala acute stress disorder yang berisiko jadi PTSD kronis jika tak ditangani, termasuk kilas balik dan ledakan emosi. Psikolog merekomendasikan Psychological First Aid (PFA) sejak fase darurat: amati, dengar, dan hubungkan ke bantuan dasar. Korban juga takut hujan turun, menandakan kecemasan tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Upaya Pemulihan</p>
<p>Polda Aceh telah berikan trauma healing ke 350 pengungsi di Posko Desa Sriwijaya, fokus anak, perempuan, dan lansia. TNI AL lakukan pemulihan emosional di Posko Dusun Rantau Pauh via Dinas Psikologi. BKKBN Aceh prioritaskan kelompok rentan untuk pulihkan kondisi normal p</p>
<p>ascabencana.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Telerobotic Surgery?</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/apa-itu-telerobotic-surgery/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Erniyati Khalida]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 May 2023 05:00:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=9602</guid>

					<description><![CDATA[Pewarta Nusantara, Indonesia &#8211; Telerobotic Surgery adalah sebuah teknologi medis yang memungkinkan dokter bedah untuk melakukan operasi secara jarak jauh dengan menggunakan sistem robotik. Dalam telerobotic surgery, dokter bedah menggunakan perangkat kontrol yang terhubung dengan robot yang ada di ruang operasi. Melalui kontrol tersebut, dokter dapat mengoperasikan robot dan melakukan prosedur bedah dengan presisi tinggi. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pewarta Nusantara, Indonesia</strong> &#8211; Telerobotic Surgery adalah sebuah teknologi medis yang memungkinkan dokter bedah untuk melakukan operasi secara jarak jauh dengan menggunakan sistem robotik.</p>
<p>Dalam telerobotic surgery, dokter bedah menggunakan perangkat kontrol yang terhubung dengan robot yang ada di ruang operasi.</p>
<p>Melalui kontrol tersebut, dokter dapat mengoperasikan robot dan melakukan prosedur bedah dengan presisi tinggi.</p>
<p>Teknologi ini memungkinkan dokter bedah untuk mengatasi hambatan geografis dan jarak, sehingga mereka dapat melakukan operasi pada pasien yang berada di lokasi yang berbeda.</p>
<p>Sistem <a href="https://www.pewartanusantara.com/tag/telerobotic-surgery">telerobotic surgery</a> terdiri dari instrumen bedah yang dilengkapi dengan sensor dan kamera, serta sistem telekomunikasi yang mengirimkan sinyal dari tempat dokter berada ke robot yang ada di ruang operasi.</p>
<p>Dengan bantuan teknologi telerobotic surgery, dokter bedah dapat melakukan operasi dengan tingkat akurasi yang tinggi, mengurangi trauma pada pasien, memperkecil risiko komplikasi, dan memperpendek waktu pemulihan.</p>
<p>Selain itu, teknologi ini juga memungkinkan kolaborasi antara dokter bedah di berbagai lokasi, sehingga mereka dapat berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam melakukan prosedur bedah yang kompleks.</p>
<p>Meskipun teknologi ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas layanan bedah, namun penggunaannya masih terbatas dan memerlukan infrastruktur yang memadai, ketersediaan tenaga medis yang terlatih, serta keamanan dan keandalan sistem yang tinggi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
