<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kasus Yaqut | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/kasus-yaqut/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 24 Feb 2026 18:25:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Kasus Yaqut | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Yaqut Klaim Keselamatan Jiwa Lebih Utama dari Aturan</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/yaqut-klaim-keselamatan-jiwa-lebih-utama-dari-aturan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2026 18:25:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Yaqut]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=43152</guid>

					<description><![CDATA[Gus Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama, mengklaim pembagian kuota haji tambahan 2024 menjadi 50:50 antara haji reguler dan khusus semata untuk mengutamakan keselamatan jiwa jemaah atau &#8220;hifdzun nafs&#8221;. Ia menyatakan keputusan ini didasari keterbatasan fasilitas di Arab Saudi, sehingga pembagian proporsional dianggap lebih aman meski bertentangan dengan aturan 92:8. Kebijakan via KMA Nomor 130/2024 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/02/j2-36.jpg" alt=""></figure>
<div class="block-text">
<p>Gus Yaqut Cholil Qoumas, mantan Menteri Agama, mengklaim pembagian kuota haji tambahan 2024 menjadi 50:50 antara haji reguler dan khusus semata untuk mengutamakan keselamatan jiwa jemaah atau &#8220;hifdzun nafs&#8221;. Ia menyatakan keputusan ini didasari keterbatasan fasilitas di Arab Saudi, sehingga pembagian proporsional dianggap lebih aman meski bertentangan dengan aturan 92:8.</p>
<p></p>
<p>Kebijakan via KMA Nomor 130/2024 membagi 20.000 kuota tambahan menjadi 10.000 reguler dan 10.000 khusus, diduga melanggar UU Haji No.8/2019 yang membatasi haji khusus 8%. KPK menyelidiki karena berpotensi merugikan negara Rp1 triliun akibat pengalihan kuota.​</p>
<p></p>
<p>KPK menilai pembagian ini tak sinkron dengan ketentuan hukum dan justru memanjangkan antrean reguler, meski Yaqut berdalih ada MoU dengan Saudi serta pertimbangan daftar tunggu proporsional antar-daerah. Yaqut telah ditetapkan tersangka bersama stafsusnya.</p>
<p></p>
<p>Di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Yaqut menegaskan yurisdiksi Saudi membatasi kewenangan Indonesia, sehingga prioritas keselamatan jiwa mendahului aturan domestik demi hindari overcrowding.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gus Yahya: Kasus Yaqut Diserahkan Sepenuhnya pada Proses Hukum</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/gus-yahya-kasus-yaqut-diserahkan-sepenuhnya-pada-proses-hukum/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2026 14:42:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kasus Yaqut]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi Haji]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=36228</guid>

					<description><![CDATA[Gus Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, menyatakan menyerahkan sepenuhnya kasus hukum yang menimpa adik kandungnya, Yaqut Cholil Qoumas, kepada proses hukum yang berlaku di Indonesia. Ia menegaskan tidak akan mengintervensi dan memisahkan urusan pribadi keluarga dari organisasi PBNU. ​ Konteks Kasus Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 9 Januari 2026 terkait [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/GY-c2-1.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Gus Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum PBNU, menyatakan menyerahkan sepenuhnya kasus hukum yang menimpa adik kandungnya, Yaqut Cholil Qoumas, kepada proses hukum yang berlaku di Indonesia. Ia menegaskan tidak akan mengintervensi dan memisahkan urusan pribadi keluarga dari organisasi PBNU.</p>
<p>​</p>
<h2>Konteks Kasus</h2>
<p>Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 9 Januari 2026 terkait dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji 2023-2024. Gus Yahya menyebut secara emosional ikut merasakan, tapi masalah hukum diserahkan pada proses penegakan hukum.​</p>
<h2>Pernyataan PBNU</h2>
<p>Gus Yahya menegaskan PBNU tidak terkait sama sekali dengan kasus individu tersebut, karena tindakan pribadi tidak mewakili organisasi. Sikap ini menunjukkan komitmen pada supremasi hukum tanpa intervensi.​</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
