<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Agam | Pewarta Nusantara</title>
	<atom:link href="https://www.pewartanusantara.com/tag/agam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<description>Portal Berita Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Tue, 06 Jan 2026 11:16:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.3</generator>

<image>
	<url>https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2024/11/cropped-icon-pewarta-1-32x32.png</url>
	<title>Agam | Pewarta Nusantara</title>
	<link>https://www.pewartanusantara.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>11 Daerah Masih Tanggap Darurat Bencana Aceh Tamiang dan Agam</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/11-daerah-masih-tanggap-darurat-bencana-aceh-tamiang-dan-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 11:16:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Acehtamiang]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=35535</guid>

					<description><![CDATA[BNPB melaporkan 11 daerah di Aceh dan Sumatra Barat masih memperpanjang status tanggap darurat akibat bencana banjir bandang dan longsor sejak akhir Desember 2025. Status ini berlaku hingga awal Januari 2026 untuk memfasilitasi penanganan darurat, dengan Kabupaten Agam khusus mengalami longsor susulan. Daftar Daerah Sumatra Barat: Kabupaten Agam (hingga 5 Januari 2026, kini transisi pemulihan). [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260106_172257_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>BNPB melaporkan 11 daerah di Aceh dan Sumatra Barat masih memperpanjang status tanggap darurat akibat bencana banjir bandang dan longsor sejak akhir Desember 2025. Status ini berlaku hingga awal Januari 2026 untuk memfasilitasi penanganan darurat, dengan Kabupaten Agam khusus mengalami longsor susulan.</p>
<h2>Daftar Daerah</h2>
<ul>
<li>Sumatra Barat: Kabupaten Agam (hingga 5 Januari 2026, kini transisi pemulihan).</li>
<li>Aceh:</li>
<li>Pidie (hingga 5 Januari 2026).</li>
<li>Pidie Jaya.</li>
<li>Bireuen (hingga 6 Januari 2026).</li>
<li>Aceh Utara.</li>
<li>Bener Meriah (hingga 6 Januari 2026).</li>
<li>Aceh Timur.</li>
<li>Aceh Tengah.</li>
<li>Nagan Raya.</li>
<li>Gayo Lues (hingga 31 Desember 2025).​</li>
<li>Aceh Tamiang (hingga 6 Januari 2026).</li>
</ul>
<h2>Risiko Lanjutan</h2>
<p>Potensi longsor susulan di Agam dipicu hujan sedang berkepanjangan, sementara Aceh fokus evakuasi dan distribusi logistik.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Landa Nagari Agam Sumatera Barat di Malam Tahun Baru</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/banjir-landa-nagari-agam-sumatera-barat-di-malam-tahun-baru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pole Vox]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2025 21:15:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=34687</guid>

					<description><![CDATA[Agam, Sumatera Barat — Banjir kembali melanda Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu malam (31/12/2025). Peristiwa ini dipicu luapan Sungai Muara Pisang yang mengalir deras hingga menggenangi jalan utama menuju kawasan Danau Maninjau. Pantauan di lokasi sekitar pukul 23.09 WIB menunjukkan arus air masih cukup kuat dan merendam sejumlah titik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2026/01/Salinan-dari-Sumber-inilah.com_20260101_041221_0000.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Agam, Sumatera Barat — Banjir kembali melanda Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada Rabu malam (31/12/2025). Peristiwa ini dipicu luapan Sungai Muara Pisang yang mengalir deras hingga menggenangi jalan utama menuju kawasan Danau Maninjau.</p>
<p>Pantauan di lokasi sekitar pukul 23.09 WIB menunjukkan arus air masih cukup kuat dan merendam sejumlah titik di permukiman warga. Genangan banjir juga menyebabkan sebagian rumah warga mengalami pemadaman listrik, sehingga kondisi jalanan menjadi gelap dan menyulitkan mobilitas. Sejumlah warga tampak bersiaga di sekitar aliran banjir untuk mengantisipasi kemungkinan luapan susulan. Situasi ini mengingatkan pada kejadian serupa sebelumnya, di mana banjir bandang memaksa warga meninggalkan rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih aman. Nagari Maninjau diketahui menjadi salah satu wilayah rawan banjir bandang, terutama sejak akhir Desember 2025. Sebelumnya, pada 25 Desember 2025, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan Sungai Batang Aia Pisang meluap. Peristiwa tersebut merendam puluhan rumah warga dan menutup akses jalan Lubuk Basung–Maninjau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam telah beberapa kali melakukan penanganan banjir di wilayah tersebut, termasuk evakuasi warga terdampak serta mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan. Hingga Rabu malam, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban maupun kerusakan akibat banjir terbaru ini. Aparat setempat dan petugas kebencanaan terus memantau kondisi debit air sungai seiring masih tingginya curah hujan di kawasan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Video: Kumparan</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang Kembali Terjan Agam, BPBD Waspadai Dampak Yang Lebih Luas</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/banjir-bandang-kembali-terjan-agam-bpbd-waspadai-dampak-yang-lebih-luas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Seka one]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2025 14:53:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Bandang]]></category>
		<category><![CDATA[Sumatera]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=33928</guid>

					<description><![CDATA[Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, khususnya Nagari Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya pada 25 Desember 2025, akibat luapan Sungai Batang Aia Pisang pasca-hujan deras.​ ​ Dampak dan Evakuasi Puluhan rumah terendam lumpur, batu, dan kayu, termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi yang terputus. Tim SAR gabungan evakuasi ibu hamil dan warga, tanpa korban [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/agam-c2.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Banjir bandang kembali menerjang Kabupaten Agam, Sumatera Barat, khususnya Nagari Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya pada 25 Desember 2025, akibat luapan Sungai Batang Aia Pisang pasca-hujan deras.​</p>
<p>​</p>
<h2>Dampak dan Evakuasi</h2>
<p>Puluhan rumah terendam lumpur, batu, dan kayu, termasuk jalan penghubung Lubuk Basung-Bukittinggi yang terputus. Tim SAR gabungan evakuasi ibu hamil dan warga, tanpa korban jiwa tapi kerusakan rumah dilaporkan.</p>
<p>​</p>
<h2>Peringatan BPBD</h2>
<p>BPBD Agam mewaspadai dampak lebih luas karena pendangkalan sungai pascabencana sebelumnya, sehingga debit air meluap meski hujan tidak ekstrem. Masa tanggap darurat diperpanjang 14 hari untuk rehabilitasi.</p>
<p>​</p>
<h2>Respons Pemerintah</h2>
<p>BNPB lakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) di hulu untuk kurangi pemicu, plus antisipasi darat. Warga yang sempat pulang terpaksa mengungsi lagi, pendataan dampak masih berlangsung.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gunung Marapi Kembali Erupsi, Abu Selimuti Permukiman di Agam</title>
		<link>https://www.pewartanusantara.com/berita/gunung-marapi-kembali-erupsi-abu-selimuti-permukiman-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Dwi Anggoro]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2025 01:21:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Agam]]></category>
		<category><![CDATA[Gunung Meletus]]></category>
		<category><![CDATA[Marapi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.pewartanusantara.com/?p=32012</guid>

					<description><![CDATA[Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Selasa, 2 Desember 2025, sekitar pukul 10.34 WIB. Letusan ini memuntahkan abu vulkanik yang langsung terbawa angin ke permukiman di Kecamatan Baso dan Canduang, Kabupaten Agam. Warga melaporkan abu turun cukup pekat. Romi Poslah, warga Canduang, menyebut abu beterbangan dan menempel pada kendaraan serta atap rumah. Di [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure><img decoding="async" src="https://www.pewartanusantara.com/wp-content/uploads/2025/12/Gunung-Marapi-Kembali-Erupsi-Abu-Selimuti-Permukiman-di-Agam-1.jpg" alt="" /></figure>
<div class="block-text">
<p>Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Selasa, 2 Desember 2025, sekitar pukul 10.34 WIB. Letusan ini memuntahkan abu vulkanik yang langsung terbawa angin ke permukiman di Kecamatan Baso dan Canduang, Kabupaten Agam.</p>
<p>Warga melaporkan abu turun cukup pekat. Romi Poslah, warga Canduang, menyebut abu beterbangan dan menempel pada kendaraan serta atap rumah. Di Sungai Angek, Baso, Amril mengaku penglihatannya terganggu akibat abu yang terus turun, sementara pemerintah desa setempat meminta warga mengenakan masker.</p>
<p>Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi 51 detik. Tinggi kolom erupsi sulit terpantau akibat kabut dan cuaca berkabut tebal. Dentuman letusan juga terdengar hingga ke permukiman sebelum abu mulai jatuh.</p>
<p>Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi menetapkan status gunung tetap di level II (waspada). Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah Verbeek. Petugas pengamat, Ahmad Rifandi, mengingatkan potensi bahaya lahar jika hujan turun di wilayah hulu sungai yang bersumber dari Marapi. Ia juga menegaskan pentingnya penggunaan masker untuk mencegah gangguan pernapasan akibat paparan abu.</p>
<p>Hingga Rabu pagi, 3 Desember 2025, belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu, warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan abu susulan dan ancaman banjir lahar saat musim hujan.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
