Sosok

Mengenal Sextus Empiricus dan Karyanya

Sextus Empiricus
“Skepticism relieved two terrible diseases that afflicted mankind: anxiety and dogmatism.” ― Sextus Empiricus

Pewartanusantara.com – Sektus Empiricus merupakan seorang filsuf dan dokter phyrrhonis yang memiliki beberapa karya yang luar biasa. Sebagaimana para filsuf lain, biografi sextus empiricus dan karya-karyanya sangat menarik diketahui.

Sextus Empiricus tinggal di Alexsandria, Roma, atau athena. Sextus Empiricus berasal dari aliran empiris yang mana phyrrhonisme terkenal. Sextus menempatkan dirinya lebih dekat ke sekolah metodik. Sedangkan berkaitan dengan karya dan pemikirannya, Anda bisa simak selengkapnya di bawah ini.

Karya- karya Sextus Empiricus

Ada 10 buku tentang phyrrhonisme yang teah ditulis oleh sextus. Karya-karya sextus yang saat masih hidup adalah garis besar phyrrhonisme dan dua karya yang diawetkan dengan judul yang sama yaitu adversus mathematicos. Dalam karya advensus mathematicos ini tidak lengkap karena bagian teks referensi tidak terdapat pada teks yang bertahan.

Sextus
“Guard yourself from lying; there is he who deceives and there is he who is deceived.” ― Sextus

Dalam hal ini, perlu diketahui bahwa ada 3 karya lain yang tidak bertahan. Diantaranya  karya tersebut adalah Komentar Medis, Komentar Empiris dan Komentar Jiwa. Karya komentar jiwa ini mencakup teori metafisika angka phytagoras (IV IV 284) dan menunjukkan bahwa jiwa tidak ada artinya.

Selanjutnya, buku-buku bertahan dari adversus mathematicos yang dikenal dengan melawan profesor ada 6 buku. Judul umum dari karya ini adalah skeptical treatises. Diantaranya buku-buku terseubut adalah buku melawan tata bahasa, buku melawan retorika, buku melawan geometer, buku melawan aritmatika, buku melawan para astrolog dan buku melawan musisi.

Buku adversus mathematicos I-VI biasanya dibedakan dari adversus mathematicos VII-XI dengan judul Against the dogmatists. Sedangkan jenis-jenis buku tersebut adalah buku melawan ahli logika (VII- VIII), buku melawan fisikawan (IX – X), dan buku melawan etis (XI).

“The wise man is always similar to himself.”

Sextus Empiricus

Pemikiran Sextus Empiricus

Dalam biografi sextus empiricus, ia mengemukakan kekhawatiran terhadap pengetahuan dengan meragukan validitas induksi. Dalam pandangan skeptisisme pyrrhonian, Ia memberikan saran agar tidak mengakui keyakinan menjadi benar atau menyangkal keyakinan menjadi salah.

Sextus memberikan izin untuk menegaskan setiap pengalaman, seperti laporan perasaan atau sensasi. Sextus Empiricus mengatakan bahwa orang skeptis tidak melaksanakan hidup dengan teori filosofis.

Orang skeptis tidak memegang keyakinan sebagai hasil dari penyelidikan filosofis yang ketat. Selain itu, sextus juga menyetujui sesuatu yang tidak jelas atau hal-hal yang berada di luar penampilan.

“Those who claim for themselves to judge the truth are bound to possess a criterion of truth. This criterion, then, either is without a judge’s approval or has been approved. But if it is without approval, whence comes it that it is truthworthy? For no matter of dispute is to be trusted without judging. And, if it has been approved, that which approves it, in turn, either has been approved or has not been approved, and so on ad infinitum.”

Sextus Empiricus

Sepuluh Mode Atau Kiasan Pyrrhonisme

Phyrrhonisme adalah sikap mental atau terapi dari teori yang melibatkan pengaturan dalam oposisi dan keutuhan objek serta alasan. Sepuluh mode atau kiasan pyrrhonisme akan mendorong penangguhan penilaian dan pada giliran keadaan ketegangan mental yang diikuti oleh ataraxia. Sedangkan rincian 10 metode tersebut sebagai berikut.

  • Kesan yang sama tidak dari objek yang sama karena perbedaan pada hewan.
  • Kesan yang sama tidak dari objek yang sama karena perbedaan pada manusia.
  • Kesan yang sama tidak dari objek yang sama karena perbedaan pada indra.
  • Berdasarkan keadaan atau posisi menyebabkan objek yang sama akan tampak berbeda.
  • Adanya posisi, lokasi, dan jarak membuat benda yang sama akan tampak berbeda.
  • Suatu objek yang tidak menyerang dengan sendirinya akan membuat campuran dari objek eksternal.
  • Kuantitas dan kostitusi objek yang mendasari, berarti secara umum konstitusi secara komposisi.
  • Hal-hal yang tampak relatif akan menangguhkan penilaian tentang apa yang ada secara absolut dan benar-benar ada.
  • Berdasarkan pada kelangkaan kejadian atau kekonstanan.
  • Berkaitan dengan etika yang berdasarkan pada hukum, perilaku,kebiasaan, kepercayaan dan konsepsi

Setelah mengetahui biografi sextus empiricus, Anda bisa memahami lebih dalan perjalanan dan pola pikir salah satu filsuf pada pertengahan abad yang satu ini. Tentu saja ini adalah sebuah wawasan penting, khususnya bagi Anda yang menekuni dunia filsafat saat ini.

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.