Pewarta Nusantara

Rumah Adat Provinsi Maluku Utara (Sasadu)

Rumah Adat Maluku Utara Sasadu
Rumah Adat Maluku Utara Sasadu

Maluku utara merupakan provinsi yang baru diresmikan tahun 1999 silam. Meskipun demikian, budaya dari Maluku Utara sudah terbentuk sejak lama dan tidak bisa dihilangkan dalam kehidupan masyarkat. Hal ini bisa dilihat dari bagunan rumah adat asli Maluku utara yakni Rumah Sasadu.

Rumah ini merupakan rumah adat Maluku utara dengan desain khas dari penduduk suku Sahu. Rumah yang menggambarkan bentuk falsafah hidup yang dianut suku Sahu. Seperti rumah adat Maluku, Sasadu merupakan rumah dengan bangunan yang begitu luas dan tidak memiliki dinding. Dikarenakan fungsi utama rumah ini ialah tempat pertemuan.

Bila dilihat dari struktur bangunannya, rumah Sasadu tidak sama dengan rumah adat lainnya. Dimana bukan merupakan rumah panggung. Jadi tiang yang terdapat didalamnya bukan penopang lantai karena hamparan tanahlah yang dijadikan sebagai lantainya. Namun, keseluruhan bahan yang dipakai dalam membuat rumah ini diambil dari hasil alam. Terdiri dari balok kayu yang direkatkan dengan pasak kayu.

Pada bagian atap rumah, digunakan dari bahan bambu dan ijuk. Serta dibuat dengan memakai anyaman daun sagu atau kelapa. Meskipun terbuat dari bahan alam dan tanpa tambahan apapun, rumah Sasadu ini sangatlah kokoh dan tahan lama sampai bertahun-tahun. Selain itu, rumah ini terdapat 6 jalan untuk masuk. Dibagi menjadi 3 jalan, yakni untuk keluar masuk wanita, lelaki dan ada jalan khusus untuk tamu. Beberapa keunikan lain dari rumah Sasadu ini diantaranya ;

  • Desain rumah yang tanpa dinding tetapi punya banyak pintu. Mengandung nilai khusus yang menunjukan keterbukaan dari masyarakat asli Maluku Utara.
  • Di dalam rangkanya ada kain merah putih digantung. Ternyata ini untuk menunjukan lambang rasa cinta masyarakat terhadap Indonesia serta untuk menunjukan kerukunan antar umat beragama.
  • Terdapat bola dengan dibungkus ijuk yang itu adalah symbol kearifan dan kestabilan dalam kehidupan masyarakat.
  • Pada bagian ujung atapnya dibuat pendek untuk selalu merunduk ketika memasuki ruma Sasadu. Simbol untuk selalu hormat dan patuh terhadap aturan yang berlaku.
  • Ornamen yang diletakkan di bagian ujung atap dengan bentuk perahu adalah sebuah lambang. Masyarakat asli suku Sahu adalah masyarakat pelaut (bahari).

Beberapa keunikan tadi hanya bisa ditemukan di rumah adat Sasadu. Sebuah identitas dari Maluku Utara yang tercermin dari desain dan struktur bangunan rumah Sasadu. Ini menjadi identitas dan jati diri Maluku Utara yang mesti terus dilestarikan.

Lihat juga: Rumah Adat Gorontalo

Nonton Streaming TV Online.
Erniyati Khalida

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.

Advertisement