Presiden Palestina Mahmoud Abbas Diterima Hangat di China untuk Membangun Jalan Menuju Perdamaian Israel-Palestina

Avatar
Google News
Presiden Palestina Mahmoud Abbas Diterima Hangat di China untuk Membangun Jalan Menuju Perdamaian Israel-Palestina
Presiden Palestina Mahmoud Abbas Diterima Hangat di China untuk Membangun Jalan Menuju Perdamaian Israel-Palestina - pewarta nusantara - (Foto: The Times of Israel)

Pewarta Nusantara – Sahabat Baik Palestina, Presiden Mahmoud Abbas Diterima dengan Hangat di China untuk Memfasilitasi Perdamaian Israel-Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas disambut dengan sambutan hangat di Beijing saat ia tiba untuk kunjungan kenegaraan selama empat hari.

China menunjukkan kesiapannya untuk membantu memfasilitasi pembicaraan damai antara Israel dan Palestina. Dalam pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang, Abbas diharapkan akan bertukar pendapat mengenai perkembangan terkini di wilayah Palestina serta isu-isu regional dan internasional yang menjadi perhatian bersama.

China telah menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan hubungan dengan Timur Tengah dan memainkan peran mediasi penting.

Dukungan China terhadap Palestina untuk memulihkan hak-hak nasional yang sah telah ditegaskan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Wang Wenbin.

China juga berupaya memperkuat perannya dalam mencari solusi awal, adil, dan tahan lama untuk masalah Palestina.

Dalam konteks ini, China telah meningkatkan hubungan dengan negara-negara di Timur Tengah dan secara aktif terlibat dalam upaya perdamaian.

Baca juga: S-350 Vityaz: Sistem Rudal Rusia Mencapai Terobosan Baru dengan Menghancurkan Target Otomatis

Langkah ini juga menghadirkan tantangan terhadap pengaruh tradisional Amerika Serikat di wilayah tersebut. Dengan kunjungan Presiden Abbas, China menunjukkan komitmennya dalam membangun kemitraan yang erat dengan Palestina dan berperan sebagai mediator yang berkontribusi pada penyelesaian konflik di Timur Tengah.

Sementara itu, upaya Amerika Serikat untuk meredakan ketegangan antara Israel dan Palestina tetap berlanjut, dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken meminta Israel agar tidak merusak prospek negara Palestina.

Negosiasi perdamaian antara Israel dan Palestina telah mengalami kemacetan sejak 2014, dan kehadiran China sebagai pemain kunci dalam mediasi ini memberikan harapan baru bagi proses perdamaian yang dapat mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.

Dalam wawancara dengan media China, pejabat Palestina Abbas Zaki menekankan hubungan erat antara China dan Palestina, menyebut mereka sebagai “teman yang lebih dekat daripada saudara”.

Keterlibatan China dalam urusan Timur Tengah dan komitmennya terhadap kepentingan Palestina memberikan dorongan baru dalam mencari pemecahan masalah yang berkeadilan dan memulihkan stabilitas di wilayah tersebut. (*IBs)