Perpanjangan Pengurangan Produksi OPEC+ Sampai 2024 Berpotensi Mendorong Kenaikan Harga Minyak Global

Avatar
Google News
Perpanjangan Pengurangan Produksi OPEC+ Sampai 2024 Berpotensi Mendorong Kenaikan Harga Minyak Global
Perpanjangan Pengurangan Produksi OPEC+ Sampai 2024 Berpotensi Mendorong Kenaikan Harga Minyak Global - Pewarta Nusantara - (Foto: Maxx-Studio via Shutterstock)

Pewarta Nusantara – Perpanjangan pengurangan produksi oleh OPEC+ hingga akhir tahun 2024 telah memicu kekhawatiran akan lonjakan harga minyak global.

Keputusan ini berpotensi menimbulkan ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan minyak, yang dapat berdampak pada tingginya harga minyak di pasar internasional.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Hirokazu Matsuno, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut telah mengakibatkan peningkatan opasitas dan memperkuat kemungkinan harga minyak tetap tinggi.

Pemerintah Jepang pun melakukan pemantauan seksama terhadap perkembangan pasar energi global dan dampaknya terhadap ekonomi Jepang, termasuk dampak dari lonjakan harga minyak.

Pada pertemuan OPEC+ pada 4 Juni, para produsen minyak utama seperti Arab Saudi, Rusia, dan negara-negara anggota OPEC lainnya sepakat untuk memperpanjang pengurangan produksi minyak secara sukarela.

Arab Saudi telah memutuskan untuk mengurangi produksi minyak sebesar 1 juta barel per hari mulai bulan Juli. Sementara itu, Rusia akan memperpanjang pemotongan produksi sukarela sebesar 500.000 barel per hari hingga akhir tahun 2024.

Keputusan ini bertujuan untuk menopang harga minyak yang mengalami penurunan. Meskipun demikian, kemungkinan adanya ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan serta peningkatan opasitas tetap menjadi faktor yang dapat mempengaruhi harga minyak di masa mendatang.

Perkembangan ini sangat penting karena harga minyak memiliki dampak yang luas terhadap ekonomi global dan negara-negara tergantung pada minyak sebagai sumber energi utama.

Kenaikan harga minyak dapat berdampak pada biaya produksi di berbagai sektor ekonomi, termasuk transportasi dan industri manufaktur.

Oleh karena itu, pemerintah Jepang dan negara-negara lainnya perlu melakukan pemantauan terus-menerus terhadap situasi ini untuk mengantisipasi potensi dampak ekonomi yang timbul.

Pewarta: Ardi SentosaEditor: Rahmat
AvatarArdi Sentosa
Mau tulisan kamu dimuat di Pewarta Nusantara seperti Ardi Sentosa? Kirim Tulisan Kamu