Peringati Hari Santri 2021, Nadiem Makarim: Konsep Merdeka Belajar Bakal Wujudkan Santri Berdaya

Google News
Hari Santri 2021
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim dalam Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021” yang diadakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) pada Kamis (21/10).

Jakarta, Pewartanusantara.com – Dalam “Webinar Internasional Peringatan Hari Santri 2021” yang diadakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (RMI-PBNU) pada Kamis (21/10), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim mengatakan bahwa kekuatan santri adalah ketangguhan Indonesia.

Catatan sejarah menunjukkan peran siginifikan ulama dan santri dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam bidang pendidikan. Nadiem mencatat, keseimbangan pendidikan di pesantren menghasilkan santri yang cerdas dan bermental kokoh.

“Pola pengajaran yang diterapkan di lembaga pendidikan agama Islam selalu menekankan keseimbangan kecerdasan intelektual dan kecerdasan karakter. Santri terbiasa hidup mandiri dan disiplin sehingga memiliki mental kuat dalam menuntut ilmu serta mengabdi untuk agama dan negara,” ujarnya.

Menurut Nadiem, santri di Indonesia tumbuh sebagai pembelajar sepanjang hayat dengan profil pelajar pancasila. “Keenam profil pelajar pancasila adalah beriman bertakwa pada tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif,” jelasnya. Karakter-karakter itulah yang dibutuhkan generasi muda agar mampu menghadapi tantangan ke depan.

Tugas dan tanggung jawab sebagai refleksi Hari Santri

Nadiem menjabarkan peranan seluruh pihak sebagai bahan refleksi di Hari Santri 2021 ini. “Tugas dan tanggung jawab kita adalah mendorong lebih lanjut fungsi pesantren dn lembaga pendidikan agama lain sebagai kunci dari inovasi dan transformasi,” ujarnya.

Untuk itu, program Merdeka Belajar juga dapat diterpkan dalam pendidikan agama Islam. “Perpaduan pola pendidikan di pesantren yang mengedepankan kecerdasan intelektual dan karakter, dengan konsep Merdeka Belajar yang mengedepankan pengajaran berbasis project akan menghasilkan insan santri yang berdaya, kritis, dan berjiwa kemanusiaan,” tukas Nadiem.

Webinar Internasional dalam rangka Peringatan Hari Santri 2021 ini diadakan oleh Rabithah Ma’ahid Islamiyah Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (RMI-PBNU) selama dua hari, Rabu (20/10) dan Kamis (21/10), dengan mengambil tema “Santri Membangun Negeri: Sudut Pandang Politik, Ekonomi, Budaya, dan Revolusi Teknologi.

Kemarin, Ketua RMI-PBNU KH. Abdul Ghofar Rozin membuka webinar dengan Opening Speech, dilanjutkan oleh Prof. Dr. (H.C) K.H. Ma’ruf Amin sebagai Keynote Speaker, dan Menteri Agama RI H. Yaqut Cholil Qoumas memberikan sambutan selaku Ministerial Address.

Webinar yang dimoderatorori oleh Prof. Dr. Ali Munhanif itu diisi oleh pembicara diantaranya Prof. Ahmad Sholahuddin Kafrawi, Ph.D. (Hobart and William Smith Colleges, Rois Syuriah PCI NU Amerika Serikat), Prof. Eva Fachrunnisa, Ph.D (Dosen Kajian Islam dan Asia, PCI NU Australia), Dr. KH. Abdul Ghofur Maimoen, MA. (Pengasuh Pesantren Al-Anwar, Rembang), dan Prof. Nadhirsyah Husein, Ph.D.

Sementara Kamis (21/10) ini, webinar Hari Santri dimeriahkan oleh sederet pembicara, yaitu Nadiem Anwar Makarim, B.A., Prof. Sumanto Al-Qurtubi, PhD., Prof. Miftakhul Huda, PhD., Sidrotun Naim, PhD., M. Rodlin Billah, MSc.,PhD., dan Novi Basuki, MA., PhD. Anda bisa menyaksikannya di sini.