Peran Sentral Da’i dalam Membangun Pemilu yang Damai

Avatar
Google News
Peran Sentral Da'i dalam Membangun Pemilu yang Damai
Peran Sentral Da'i dalam Membangun Pemilu yang Damai - pewarta nusantara - (Foto: Khazanah - Republika)

Pewarta Nusantara, Jakarta – Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ahmad Zubaidi, meminta para dai untuk aktif berperan dalam mewujudkan pemilihan umum (pemilu) yang berlangsung dengan damai.

Menurut Zubaidi, para ulama, dai, dan masjid memiliki peran penting dalam mendorong terciptanya pemilu yang damai. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi perpecahan di masyarakat.

Zubaidi juga mengungkapkan bahwa pemilu-pemilu sebelumnya telah memberikan pelajaran penting dalam membaca dinamika demokrasi.

Konflik yang timbul akibat perbedaan suara masih berkecamuk dan sesekali terasa hingga saat ini. Oleh karena itu, kontribusi para dai sangatlah penting.

Zubaidi mengingatkan tentang pentingnya strategi dakwah wasathiyah dalam menghadapi permasalahan. Pendekatan dakwah wasathiyah ini menekankan pada jalan tengah dalam menghadapi persoalan, yang akan menjadi perekat bagi hubungan masyarakat.

Selain itu, MUI juga menekankan pentingnya kesiapan dan manajemen dakwah yang matang. Dari sinilah para dai dan pihak masjid dapat berkolaborasi secara efektif dan terarah.

Zubaidi menyatakan, “Untuk menjalankan dakwah secara efektif, para dai dan masjid harus bekerja sama dan berkolaborasi. Jangan sampai keduanya berjalan sendiri-sendiri tanpa sinergi yang baik.”

Wakil Menteri Agama (Wamenag), Zainut Tauhid Sa’adi, juga pernah mengungkapkan hal serupa. Ia menyatakan bahwa organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia di tengah suasana politik.

Zainut mengingatkan bahwa suksesi kepemimpinan harus berjalan dengan damai, santun, beretika, dan bermartabat, serta tidak terjebak dalam politik identitas yang berpotensi memecah belah bangsa.

Ia menekankan pentingnya menerapkan prinsip moderasi dalam berpolitik kepada seluruh warga negara, sehingga perbedaan pilihan tidak menjadi sumber perpecahan.

Baca juga: Sejumlah Petugas Rutan KPK Diganti Setelah Ditemukan Praktik Pungli

Dalam menjaga stabilitas politik dan persatuan bangsa, peran sentral dari para dai, ulama, dan organisasi keagamaan menjadi kunci penting dalam mewujudkan pemilu yang damai dan menjaga keharmonisan masyarakat Indonesia. (*Ibs)