Partai Mantan Presiden Ekuador Mempercepat Pemilihan dengan Menunjuk Luisa Gonzalez sebagai Calon Presiden

Avatar
Google News
Partai Mantan Presiden Ekuador Mempercepat Pemilihan dengan Menunjuk Luisa Gonzalez sebagai Calon Presiden
Partai Mantan Presiden Ekuador Mempercepat Pemilihan dengan Menunjuk Luisa Gonzalez sebagai Calon Presiden - pewarta nusantara - (Foto: BNN Breaking)

Pewarta Nusantara – Partai Mantan Presiden Ekuador Correa Tunjuk Luisa Gonzalez sebagai Calon Presiden: Mempersiapkan Pemilihan 2025.

Mantan Presiden Ekuador Rafael Correa dan partainya telah menunjuk Luisa Gonzalez sebagai calon presiden, menghadapi bankir konservatif Guillermo Lasso.

Tindakan ini terjadi setelah Lasso membubarkan legislatif pada bulan Mei, di tengah proses pemakzulan yang didorong oleh partai Correa. Pemilihan presiden yang direncanakan awalnya untuk tahun 2025 maju menjadi kenyataan.

Gonzalez, seorang pengacara yang pernah menjabat di pemerintahan Correa, kini menjadi calon presiden dari partai Revolusi Warga.

Di samping itu, calon wakil presiden Gonzalez adalah Andres Arauz, seorang ekonom berusia 38 tahun yang juga mencalonkan diri dalam pemilihan Ekuador 2021.

Meskipun kalah dalam pemilu tersebut, partai Revolusi Warga berhasil memperoleh mayoritas kursi di Majelis Nasional, membentuk aliansi dengan partai-partai sekutu untuk menantang pemerintahan Lasso.

Dalam pidatonya di kota pesisir Portoviejo, Gonzalez menyampaikan tekad untuk memulihkan tanah air dan martabat rakyat Ekuador.

Sementara itu, Correa, yang telah tinggal di Belgia sejak meninggalkan kekuasaan pada tahun 2017, menyatakan bahwa partainya akan membangun kembali negara dan mengatasi tantangan keamanan jika berhasil memenangkan pemilihan.

Meskipun Correa telah dihukum delapan tahun penjara pada tahun 2020 atas tuduhan pelanggaran undang-undang keuangan kampanye, dia menganggap kasus tersebut sebagai penganiayaan politik.

Keputusan Partai Mantan Presiden Ekuador Correa untuk mencalonkan Luisa Gonzalez sebagai calon presiden menambah ketegangan dalam arena politik Ekuador.

Pemilihan presiden yang awalnya dijadwalkan untuk tahun 2025 kini dipercepat, menciptakan persaingan antara partai kiri dan konservatif.

Baca juga: Partai Demokrat dan PDIP Membuka Jalan Dialog: Menuju Persatuan dalam Pemilu 2024

Calon yang ditunjuk oleh partai Revolusi Warga, yang merupakan partai pendukung Correa, akan berhadapan dengan Lasso yang telah memegang jabatan presiden sejak Mei.

Dengan dinamika politik yang semakin panas, hasil pemilihan nanti akan memainkan peran penting dalam menentukan arah politik dan kebijakan Ekuador di masa depan. (*Ibs)