Sosok
111 Views

Parmenides 520 SM – 420 SM dan The Way of Truth

Parmenides
Ilustrasi: Kaltura Digital Media Hub - The University of Sheffield

Pewartanusantara.com – Parmenides adalah salah satu tokoh filsafat yang hidup pada masa antara tahun 520 SM sampai 420 SM. Parmenides merupakan seorang tokoh filsafat yang beraliran elea. Pada masanya, Parmenides juga merupakan seorang filosof yang paling masyhur dari aliran tersebut. Parmenides sendiri adalah sebuah nama yang memiliki makna terus stabil.

Tokoh yang satu ini bisa dikatakan cukup berbeda dari tokoh filsafat lain karena beliau menuliskan pemikirannya dalam bentuk puisi. Bentuk pemikiran yang demikian menjadikan karya parmenides masih dinikmati hingga saat ini meski sudah berabad-abad. Menjadi tokoh filosof yang masyhur menjadikan parmenides banyak dicari-cari orang, dan berikut biografi tokoh filsafat tersebut.

Riwayat Hidup Tokoh Filosof Parmenides

Parmenides lahir pada abad 5 SM tepatnya di tahun 540 SM dan meninggal pada tahun 470 SM. Parmenides adalah seorang tokoh filsafat prasokrates yang menganut aliran Elea. Filsuf yang satu ini memiliki keunggulan dalam bidang metafisika dan ontologi. Keunggulan Parmenides dari kedua bidang tersebut menjadikannya tokoh yang memiliki gagasan penting mengenai berbagai hal.

Filsuf ini tinggal di dataran Elea, tepatnya pada wilayah Italia Selatan. Ia memiliki latar belakang keluarga yang kaya dan terpandang di daerahnya. Selain dikenal sebagai tokoh filosof yang berbakat, ia juga dikenal sebagai pencetus konstitusi di Elea. Parmenides sendiri adalah salah satu murid tokoh filsafat Xenophanes.

Tokoh ini mengikuti gurunya hanya pada hal yang berkaitan dengan cara penyampaian pemikirannya yaitu dengan menggunakan puisi. Namun demikian, ia dianggap sebagai murid yang berbakti dan berbakat oleh Xenophanes meski memiliki pemikiran yang berbeda dari gurunya. Pada masanya, Parmenides pernah mendatangi Sokrates muda di wilayah Athena.

Pemikiran Tokoh Filosof Parmenides

Pada bukunya Parmenides tidak menjabarkan secara rinci mengenai pemikirannya, namun ia mengemukakan sifat-sifat terkaitnya. Menurut literatur, sesuatu yang ada dari pemikiran parmenides adalah hal yang tetap, tidak bergerak dan tidak dapat dihancurkan. Pemikiran tersebut berasal dari keyakinan bahwa yang ada sebagai kunci menuju kebenaran.

Konsep pemikiran Parmenides yang demikian ini bertolak belakang dengan pemikiran Heraklitus. Parmenides menganggap sesuatu yang ada akan tetap ada dan tidak mengalami perubahan, sedangkan Heraklitus menganggap suatu yang ada dapat berubah. Konsep pemikiran parmenides ini sering kali disebut sebagai bantahan terhadap pemikiran Heraklitus.

Pemikiran Parmenides juga menghadirkan konsekuensi sebagaimana pemikiran pada umumnya. Konsekuensi yang pertama adalah, apa yang ada menjadi kesatuan dan tidak bisa dibagi.

Keadaan ini dikarenakan pemikiran tersebut berwujud plural sehingga tidak dapat dipisahkan. Pendapat lain memaparkan bahwa pemikiran Parmenides mengatakan suatu yang ada tidak bisa dihilangkan karena kodratnya ada.

Sifat lain dari pemikiran Parmenides adalah suatu yang ada merupakan komponen sempurna. Pendapat ini dikuatkan dengan maksud  bahwa sesuatu yang ada telah dijadikan sedemikian rupa oleh pembentuknya.

Contoh dari argumen ini misalnya bola. Dalam hal ini bola memiliki jarak dari titik pusat ke dasarnya sama setiap sisi. Salah satu contoh tersebut juga membuktikan jika pemikiran Parmenides terbentuk pas sesuai tempat.

Pengaruh Pemikiran Tokoh Filosof Parmenides

Parmenides memiliki kiprah yang baik dalam perkembangan filsafat pada era Yunani Kuno. Parmenides digadang-gadang sebagai tokoh filsafat pencetus ilmu metafisika pertama. Pendapat ini diperkuat karena semua pemikiran Parmenides bersumber dari kekuatan yang ada.

“We can speak and think only of what exists. And what exists is uncreated and imperishable for it is whole and unchanging and complete. It was not or nor shall be different since it is now, all at once, one and continuous.”
― Parmenides

Pada zaman selanjutnya filsafat terbukti berkembang untuk meneliti pendapat Parmenides. Salah satu penemuan filsafat setelahnya yang menjadi bukti pengaruh Parmenides adalah rasio kecocokan pemikiran dengan data indrawi. Ilmuwan yang terbukti dipengaruhi oleh pemikiran-pemikiran Parmenides diantaranya adalah Aristoteles dan Plato.

Baca Juga: Martin Heidegger, Kontroversi dan Teorinya

Tentang Penulis

Avatar

pewarta