Pewarta Nusantara
Add Post Menu
MUI Desak Keras: Indonesia Harus Mundur dari Board of Peace Pasca Serangan AS-Israel!

MUI Desak Keras: Indonesia Harus Mundur dari Board of Peace Pasca Serangan AS-Israel!

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah Indonesia mencabut keanggotaan dari Board of Peace (BoP) pasca-serangan gabungan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari 2026, yang menewaskan Ayatollah Khamenei. Dalam tausiyah resmi bernomor Kep-28/DP-MUI/III/2026 yang ditandatangani Ketua Umum Anwar Iskandar dan Sekjen Amirsyah Tambunan, MUI menilai BoP tidak efektif mewujudkan perdamaian sejati di Palestina dan justru melanggengkan pendudukan Israel. Desakan ini menguatkan kritik sebelumnya sejak Januari 2026, di mana MUI menyebut forum inisiatif Trump sebagai "neokolonialisme" karena tidak melibatkan Palestina sementara Israel duduk sebagai anggota.

MUI berargumen bahwa BoP gagal mencegah eskalasi konflik, bukti nyata adalah serangan ke Iran yang memicu penutupan Selat Hormuz dan balasan rudal Iran ke target AS-Israel. Wakil Ketua Umum KH M Cholil Nafis sebelumnya menyoroti ketidakadilan forum ini, yang dianggap "perdamaian semu" tanpa mengakui Palestina sebagai bangsa terjajah. Keterlibatan RI di BoP, yang ditandatangani Prabowo di WEF Davos Januari 2026, dinilai tidak berpihak pada umat Islam dan bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta Pancasila.

Istana merespons desakan awal MUI pada Februari 2026 dengan menjanjikan dialog, seperti disampaikan Mensesneg Prasetyo Hadi yang menekankan BoP sebagai ruang strategis untuk suarakan kemerdekaan Palestina. Pemerintah berjanji berdialog dengan ulama untuk jelaskan urgensi keanggotaan, termasuk iuran komitmen internasional, meski belum ada keputusan mundur hingga eskalasi Iran. Hingga 1 Maret 2026 malam, belum ada tanggapan resmi terbaru dari Istana terhadap desakan pasca-serangan.

Desakan MUI muncul di tengah penawaran Prabowo sebagai mediator AS-Iran, yang dikritik JK sebagai mustahil karena ketidaksetaraan posisi. BoP kini jadi sorotan karena dianggap melemahkan kredibilitas RI di mata dunia Islam, terutama dengan keterlibatan AS dalam serangan ke Teheran. Langkah mundur potensial bisa selaraskan sikap RI dengan sentimen umat, tapi berisiko isolasi dari forum Trump di mana Prabowo aktif.

Penulis:

Editor: Erniyati Khalida