Pewarta Nusantara
Add Post Menu
Dinasti Politik Kaltim Memanas: “Hak Politik Keluarga Pejabat Tak Bisa Dilarang!”

Dinasti Politik Kaltim Memanas: “Hak Politik Keluarga Pejabat Tak Bisa Dilarang!”

Dinasti politik di Kalimantan Timur (Kaltim) kembali memanas seiring Pilgub 2024-2025, dengan keluarga Mas'ud diwakili Gubernur Rudy Mas'ud didominasi tudingan kuasai jabatan strategis dari DPRD provinsi hingga bupati-wali kota. Pernyataan "hak politik keluarga pejabat tak bisa dilarang" mencerminkan pembelaan Rudy, yang tegaskan pemilihan berdasarkan kompetensi rakyat, bukan monarki, meski aktivis seperti Buyung Marajo khawatirkan konsentrasi kekuasaan picu KKN dan hambat pembangunan. Fenomena ini bukan baru; sejak 2024, pakar seperti Neni Nurhayati peringatkan dinasti rugikan profesionalisme daerah.

 

Rudy Mas'ud (Gubernur Kaltim) punya kakak Hasanuddin Mas'ud sebagai Ketua DPRD Kaltim dan penasihat Golkar, adik Rahmad Mas'ud Wali Kota Balikpapan, serta Abdul Gafur Mas'ud eks Bupati PPU yang tersandung KPK. Istri Rudy, Syarifah Suraidah Harum, duduk di DPR RI, lengkapi "gurita" yang disebut "Dinasti Keluarga Baru Senayan" oleh pengamat seperti Musyanto, ancam demokrasi lokal via nepotisme. Polemik mobil dinas Rp 8,5 miliar Rudy pada Februari 2026 perparah isu, pasca-pangkas DBH Kaltim jadi Rp 3,13 triliun.

 

Pendukung dinasti, termasuk Rudy, klaim hak politik tak terlarang undang-undang karena demokrasi tentukan via suara rakyat; "kalau kompeten, kenapa tidak?" katanya tegas. Mirip Andi Faizal di Bontang yang tepis tudingan dengan prestasi, keluarga Mas'ud anggap dominasi hasil popularitas, bukan rekayasa. Namun, ini bertentangan UU Pilkada No. 10/2016 yang larang nepotisme implisit, meski MK tolak batas usia untuk cegah dinasti secara efektif.

 

Aktivis Pokja 30 soroti pengambilan keputusan "di atas meja makan," rugikan transparansi dan kompetisi sehat, seperti Pilgub di mana Golkar kuasai banyak kursi. Pengamat khawatirkan stagnasi pembangunan IKN Nusantara di Penajam jika dinasti prioritaskan kepentingan pribadi atas meritokrasi. Hingga Maret 2026, isu ini panas di tengah krisis Iran global yang picu inflasi BBM RI, tapi fokus lokal tetap tuntut transparansi Pilkada Kaltim 2027.

Penulis:

Editor: Erniyati Khalida