EpistemicEsai

Menyoal Era Disruptif terhadap Evolusi Positif Modernisme

Era DisrupsiEra Disrupsi
Views

Dalam konteks era disrupsi, bisa diartikan, bahwa perubahan-perubahan berskala besar masih berupa parsial. Perubahan itu terus berlangsung di dalam pemikiran kita tentang pengajaran dan tentang belajar hanyalah satu aspek saja dari perubahan yang lebih besar di dalam masyarakat dunia; perubahan-perubahan yang bahkan masih jauh dari selesai.

Salah satu syarat fundamental bagi evolusi atau perubahan yang positif, adalah perlunya kekuatan pembebasan dalam pengetahuan dan teknologi untuk mengatasi gejala ini. Kemajuan teknologi dan pengetahuan memang ambivalen. kemajuan-kemajuan tersebut sejauh ini dinilai telah berhasil menciutkan bumi, menghubungkan semua titik di dunia dalam sekejap.

Keterhubungan antar populasi dunia ini sering kali diseubt sebagai globalisasi. Juga, di sisi lain perkembangan di era disrupsi ini memiliki dua sisi yang bertolak belakang seperti yang sudah  penulis singgung sedikit di atas. Bahwa selain percepatan dan perkembangan yang pesat, era ini juga akan membawa dampak yang mengerikan, khususnya mengenai sisi kemanusian.

kekhawatirannya adalah, alih-alih humanisasi yang tercapai, tapi malah sebaliknya, yakni dehumanisasi. Saya sebut demikian karena era disrupsi ini mengandaikan teknologi informasi sebagai dewa atau pusat segala perubahan, yang kemudian seolah mengebiri peran manusia, semua serba terdigitalkan.

Baca juga: Gejala Perubahan di Era Disruption

Nonton Streaming TV Online.
Ulil Abshor
the authorUlil Abshor
Aktivis lingkar diskusi Epistemic Yogyakarta