Pewarta Nusantara

Mengenal Budaya Timba Laor Ambon

Timba Laor Ambon Maluku
Timba Laor Ambon

Maluku tumbuh menjadi tempat dimana masyarakatnya sangat arif dan bersahabat. Ditambah dengan destinasi wisata dan kegiatan kebudayaan yang mampu menarik waisatawan lokal maupun manca negara. Salah satunya budaya Timba Laor.

Indonesia memang sangat kaya akan keanekaragaman budayanya. Salah satunya adalah Budaya Timba Laor di Ambon, Maluku.

Berbicara Maluku saat ini, maka kita tidak lagi membicarakan konflik yang mencekam. Maluku tumbuh menjadi tempat dimana masyarakatnya sangat arif dan bersahabat. Ditambah dengan destinasi wisata dan kegiatan kebudayaan yang mampu menarik waisatawan lokal maupun manca negara. Salah satunya budaya Timba Laor.

Sama halnya dengan Festival Bau Nyale di Lombok, Festival Timba Laor adalah ritual mencari cacing laut juga. Hanya saja kegiatan ini dilakukan oleh masyarakat Ambon.

Salah satu lokasi utama festival ini adalah Pesisir Pantai Santai. Pantai yang merupakan salah satu spot atau titik snorkeling. penikmat kekayaan laut nusantara sangat dimanjakan dengan koleksi terumbu karang serta ikan-ikan kecil yang beragam dan sangat indah. Festival Timba Laor biasanya diakhiri dengan kegiatan memasak hasil tangkapan cacing laut ‘Laor’ oleh masyarakat setempat. Kemudian, hasil masakan tersebut disajikan untuk disantap bersama.

Timba Laor adalah kegiatan adat masyarakat Ambon. Timba Laor secara bahasa juga diartikan sebagai kegiatan menangkap cacing laut. Festival ini merupakan salah satu budaya warisan leluhur di Kota Ambon.

Budaya Ambon ini juga bertujuan untuk mengingatkan dan mengajak masyarakat untuk peduli dengan pantai. diharapkan warga pesisir kota Ambon senantiasa tetap menjaga kelestarian laut, dengan tidak membuang sampah sembarangan. tentu hal ini juga menjadi refleksi bagi masyarakat indonesia.

Laor dalam bahasa ambon memiliki arti cacing yang biasa ditemukan di balik terumbu karang dan terlihat mengambang dipermukaan air laut.

Kemunculan “Laor” tersebut biasanya tergantung dari siklus bulan dan matahari. Uniknya, cacing-cacing itu hanya muncul satu kali dalam setahun.

Selain terbilang cukup unik, Budaya Timba Laor cukup menarik perhatian para wisatawan, baik wisatawan asing maupun lokal. Hal ini dapat mendongkrak industri pariwisata di Maluku.

Festival Timba Laor tahun 2017 ini, kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 11-14 Maret 2017. Jadi bagi yang belum sempat mengikuti asiknya mencari cacing laut di Ambon, Bisa tunggu tahun depan karena festival di Ambon ini adalah pesta adat rutinan setiap tahun.

Nonton Streaming TV Online.
Erniyati Khalida

Erniyati Khalida

Penulis tetap di Pewarta Nusantara ( pewartanusantara.com ). Konten spesial Budaya Nusantara.

Advertisement

Advertisement