Sosok

Marcus Tullius Cicero, Patriotisme dan Keberpihakanya pada Rakyat

Marcus Tullius Cicero - Quotes 1
“Six mistakes mankind keeps making century after century: Believing that personal gain is made by crushing others; Worrying about things that cannot be changed or corrected; Insisting that a thing is impossible because we cannot accomplish it; Refusing to set aside trivial preferences; Neglecting development and refinement of the mind; Attempting to compel others to believe and live as we do.” (Marcus Tullius Cicero: Quotes)

Pewartanusantara.com – Arpino, yang dikenal saat ini sebaaai kotamadya di provinsi Frosinone, Italia Tengah, tenyata telah dikenal melahirkan sosok filsuf besar yang bernama Marcus Tullius Cicero. Sepanjang perjalanan hidupnya, Ia dikenal dengan nama Tully atau Cicero. Sejauh ini, biografi Marcus Tullius Cicero beserta kisah hidupnya sangat menarik diketahui.

Cicero menorehkan banyak sekali gagasan pemikiran dari filsuf satu ini yang masih digunakan dalam menelaah topik hukum dan bagian tata negara. Cicero dikenal sebagai seorang filsuf yang mahir dalam retorika. Maka dari itu, beliau memiliki peran besar dalam berkecimpung di dunia politik. Cicero juga memiliki kemampuan handal dalam menulis sehingga hasil pemikirannya semakin mudah bertahan.

Riwayat Cicero

Marcu Tullius Cicero yang sangat dikenal dengan nama belakangnya, adalah seorang filsuf yang terkenal pada abad 106 SM sampai dengan 43 SM. Dalam biografi Marcus Tullius Cicero diterangkan bahwa beliau meninggal pada usia 63 tahun. Dalam kepergiannya, Cicero meninggalkan banyak sekali karya yang dijadikan dasar pemikiran oleh filsuf setelahnya dan tetap terabadikan hingga saat ini.

Marcus Tullius Cicero - Quotes 2

“To be ignorant of what occurred before you were born is to remain always a child. For what is the worth of human life, unless it is woven into the life of our ancestors by the records of history?” (Marcus Tullius Cicero: Quotes)

Pendidikan yang dijalaninya selama di Roma, membuatnya terampil ketika beretorika. Ia dibimbing oleh Marcus Linius Crassus yang dikenal sebagai seorang anggota senat pada tahun 95 SM. Guru Cicero ini dinilai memiliki kemampuan tinggi dalam menjadi orator. Maka dari itu sangat mungkin bila Cicero memiliki kemampuan retorika yang unggul.

Cicero dikenal sebagai negarawan Romawi Kuno berkat kemampuannya dalam bidang hukum dan tata negara. Beliau dinilai mampu mengkolaborasikan nilai filsafat retorika gaya Romawi dengan gaya Yunani. Kecerdasannya dalam beretorika, membuatnya semakin bersemangat menekuni bidang politik. Kejayaan pemikiran Cicero terlihat pada usianya 60 tahun, yakni sekitar 45 SM.

Sempat menjadi seorang auditor di phillo akademi, membuatnya tertarik untuk menekuni bidang hukum. Cicero kemudian memasuki karirnya menjadi Kuestor. Ini adalah sebutan untuk seseorang yang diangkat menjadi pejabat publik yang mengurusi bagian keuangan. Cicero menjadi Kuestor yang berkantor di Sisilia Barat. Sejak saat itu, buah pemikirannya semakin melejit dan melahirkan karya-karya besar.

Pemikiran Cicero

Menjadi seorang pemikir ulung, Cicero dikenal dengan gaya pemikiran yang dibawa oleh Plato. Cicero dikenal dengan prinsip dogmatis stoa gaya Socrates. Sebagai seorang pemikir yang cerdas, Cicero banyak memanfaatkan segala macam peristiwa yang terjadi di sekitarnya utuk mengembangkan karya filsafatnya.

Menurutnya, tujuannya berfilsafat adalah menciptakan ensiklopedi yang beraneka ragam untuk masyarakat Romawi, terlebih lagi di bidang hukum, politik, dan tata negara. Pemikirannya yang demikian telah banyak ia sampaikan dalam bentuk tulisan maupun orasi yang sangat memihak rakyat.

Sebagai seorang orator ulung yang unggul dalam kajian politik dan hukum, ia berprinsip untuk menjadi seorang negawaran yang patriotis. Karya dari pemikirannya banyak sekali yang membicarakan kesejahteraan rakyat, demokrasi, dan hukum alam sebagai acuan perilaku dalam kehidupan bersyarakat.

Karya Cicero

Sebagai seorang penulis, beliau memposisikan diri sebagai ateis, yaitu pemikiran yang tidak percaya adanya Tuhan atau dewa dewi. Meskipun begitu Cicero juga menuliskan sebuah karya yang berisi luapan religius dalam karya yang Ia namai Somnium Scipionis.

Cicero dinilai sebagai seorang filsuf yang cakap dalam menulis. Dalam rentetan biografi Marcus Tullius Cicero, dinyatakan bahwa Ia mampu menyelesaikan karyanya yang ditemukan dalam bentuk dokumentasi berupa 57 tulisan, dan 17 fragmen lain dalam mendukung kegiatannya sebagai seorang orator.

Saat ini karya Cicero yang masih dabadikan ialah karya filsafat dan retorikanya yang berjumlah 800 buah. Karya pertamanya adalah de Republica dan disusul de Legibus yang berisi tentang tafrisan sejarah Romawi. Karya tersebut ditulis pada tahun 52 SM.

Tentang Penulis

Nurul Hidayat

Nurul Hidayat

Pegiat media sosial dan aktif dalam Persatuan Pemuda Kreatif.
Editor di Pewarta Nusantara dan aktif sejak 2018.