KLHK Libatkan Genearsi Milenial Bantu Promosikan Produk KUPS

Google News
Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Catur Endah Prasetiani dalam Milenial Talk seri I: Penguatan Penguatan Ekonomi Perempuan dalam Mengelola Wilayah Perhutanan Sosial pada Minggu (17/4).

Jakarta, Pewartanusantara.com – Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Bina Usaha Perhutanan Sosial dan Hutan Adat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Catur Endah Prasetiani menyampaikan pihaknya terus berkomitmen memajukan produk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) agar dikenal masyarakat luas.

Hal tersebut disampaikan Endah dalam Milenial Talk seri I: Penguatan Penguatan Ekonomi Perempuan dalam Mengelola Wilayah Perhutanan Sosial yang diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom Meeting dan juga disiarkan di Channel Youtube Beritabaruco, Minggu (17/4/2022).

“Untuk kapasitas perempuan yang perlu ditingkatkan adalah kreatifitasnya, jadi sebagian besar perempuan di perhutanan sosial berusaha dari tengah sampai hilir, jadi jika bapaknya yang menjualnya dan yang memproduksinya adalah kaum perempuan,” ujar Endah.

Sehingga, menurut Endah untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional skil memasak yang dimiliki perempuan di KUPS tidak cukup, namun perlu ada kreatifitas lain seperti packaging yang menarik.

“Sehingga ini perlu bantuan kaum milenial untuk membantu pemasaran dari produk perhutanan sosial,” tutur Endah.

Dalam rangka melakukan percepatan tersebut, Endah mengatakan pihaknya mengajak anak milenial untuk membantu orang tuanya dengan memberikan ide-ide dan terobosan kreatif sehingga dapat meningkatkan penjualan dari produk KUPS.

“Kita bangga dengan teman-teman milenial dimana mereka idenya sangat jauh dan mereka menjadi influencer antara KUPS dengan masyarakat luas. Artinya ptoduk KPUS ini tidak akan dikenal tanpa dikenalkan dengan cara kekinian. Kalau masih dengan cara lama itu akan sangat lama perkembangannya,” jelas Endah.

Untuk mensukseskan hal tersebut, Menurut Endah perlu mengenalkan bisnis proses perhutanan sosial ini dari hulu hingga hilir. Hal itu dilakukan guna memberikan gambaran besar bagi masyarakat bagaimana produk tersebut diolah hingga akhirnya dapat dipasarkan.

Endah mengatakan, dalam pelatihan yang selama ini dilakukan pihaknya selalu membuka peluang luas bagi siapapun yang ingin belajar bagaimana memanfaatkan hutan sosial dalam meningkatkan kesejahteraan bersama.

“Kami membuka peluang juga untuk mereka mengajak putra-putrinya dan juga teman-temannya, kami menekankan pelatihan ini semamam training of trainer, sehingga pasca pelatihan ini mereka dapat menularkannya kepada yang lain,” jelasnya.

“Strategi kami juga tidak kaku dan selalu mengupdate sesuai dengan perkembangan zaman. Inovasi baru ini harus sampai ke tingkat tapak. Kami juga menyediakan buku saku digital marketing, terus kami juga punya buku saku bagaimana membuat rencana kelolanya. Ini butuh bantuan teman-teman milenial untuk membantu orang tuanya dalam mengembangkan KUPSnya. Hal ini kami lakukan untuk meluaskan jangkauan yang luas bagi produk perhutanan sosial,” jelas Endah.