Kemendes PDTT Siap Kawal Inovator Desa Menuju Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)

Avatar
Google News
Kemendes PDTT Siap Kawal Inovator Desa Menuju Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
Kemendes PDTT Siap Kawal Inovator Desa Menuju Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) - Pewarta Nusantara - (Foto: Istimewa)

Pewarta Nusantara – Gelar Teknologi Tepat Guna Nusantara (TTGN) XXIV menjadi ajang bagi para inovator desa untuk berkreasi dan mempercepat pembangunan desa, menurut Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar.

Dalam acara Gala Dinner Gelar TTGN di Novotel, Kota Bandar Lampung, beliau menyatakan bahwa Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) siap mendampingi para inovator desa dalam memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) atas karya-karya mereka.

Menurut Gus Halim, Gelar TTGN ini memiliki peran penting karena inovasi-inovasi yang dihasilkan akan membuka jalan bagi kemajuan desa-desa di seluruh Indonesia.

Kemendes PDTT juga terus memberikan pendampingan terhadap inovasi yang dilakukan oleh desa-desa yang berkomitmen terhadap pertumbuhan ekonomi.

Mendes Halim optimis bahwa berbagai inovasi yang dihasilkan akan mendukung pemanfaatan dana desa untuk pertumbuhan ekonomi dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa.

Beliau menyebutkan bahwa jika dua hal ini dapat ditangani dengan baik di tingkat desa, maka dampaknya akan dirasakan secara nasional.

Baca juga: Pesan Khusus Presiden Jokowi untuk Jemaah Haji Indonesia: Memanfaatkan Kesempatan Ibadah yang Langka dengan Profesionalisme dan Kesehatan

Gus Halim juga menekankan pentingnya Teknologi Tepat Guna yang harus memberikan ruang yang cukup bagi kebudayaan dan peradaban desa, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-18.

Kemendes PDTT telah menggagas SDGs Desa sebagai pelokalan dari SDGs Global yang diimplementasikan di Indonesia melalui Perpres Nomor 57 Tahun 2019.

Gus Halim juga menyampaikan optimisme bahwa inovasi-inovasi baru di desa akan mempercepat pembangunan desa, dengan harapan bahwa pada tahun 2023 tidak akan ada lagi Desa Tertinggal di Lampung.

Pewarta: Ardi SentosaEditor: Rahmat
AvatarArdi Sentosa
Mau tulisan kamu dimuat di Pewarta Nusantara seperti Ardi Sentosa? Kirim Tulisan Kamu