Keberhasilan Israel Kembangkan “Kubah Besi Siber” dengan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pertahanan Cyber

Avatar
Google News
Keberhasilan Israel Kembangkan "Kubah Besi Siber" dengan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pertahanan Cyber
Keberhasilan Israel Kembangkan "Kubah Besi Siber" dengan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Pertahanan Cyber

Pewarta NusantaraIsrael sedang mengembangkan sistem “Kubah Besi Siber Global” Iron Dome yang bekerja sama dengan sejumlah negara untuk menghadapi ancaman dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Ronen Bar, kepala badan keamanan Israel Shin Bet, mengungkapkan hal ini dalam konferensi tahunan International Cyber Week di Tel Aviv.

Menurut Bar, Shin Bet telah mengambil langkah pertama dalam mengembangkan Kubah Besi Siber di dunia maya, dengan susunan aliansi yang muncul dan mulai beraksi.

Mereka bekerja sama dengan negara-negara penting di bidang ini untuk membentuk Kubah Besi Siber global.

Bar menjelaskan bahwa mereka efektif menggunakan teknologi AI dalam mencegah ancaman teror. Teknologi AI telah terintegrasi secara alami ke dalam mesin penanggulangan Shin Bet.

Mereka dapat mengidentifikasi ancaman yang besar menggunakan AI, dan untuk mengarahkan evolusi teknologi AI dengan benar, kerja sama dan keterbukaan antara raksasa teknologi dan badan keamanan sangat penting.

Bar juga menekankan bahwa dalam perang modern, tidak mungkin untuk memenangkan pertempuran dengan menggunakan tongkat dan batu.

Shin Bet memiliki akses yang mendalam ke dalam jaringan dan mampu melihat ancaman seperti spionase, terorisme, hasutan, dan pengaruh asing.

Jaringan tersebut, termasuk sarang teroris di Jenin dan terowongan teror di Gaza, bukanlah tempat yang aman bagi musuh.

Iron Dome, yang dikembangkan oleh Rafael Advanced Defense Systems dan Israel Aerospace Industries, merupakan sistem pertahanan udara Israel yang digunakan sejak tahun 2011.

Baca juga: Israel Melanjutkan Perang Terhadap Rakyat Palestina: Ribuan Rumah Baru Dibangun di Pemukiman Ilegal di Tepi Barat

Sistem ini dapat mencegat dan menghancurkan roket jarak pendek serta peluru artileri dalam radius hingga 43 mil.

Menurut Moshe Patel, Direktur Organisasi Pertahanan Rudal Israel, Iron Dome telah berhasil melakukan lebih dari 5.000 pencegatan serangan rudal jarak pendek sejak pertama kali dikerahkan.

Dengan demikian, Israel sedang mengembangkan Sistem “Kubah Besi Siber” dengan menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pertahanan terhadap ancaman cyber di era modern.